<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390</id><updated>2011-12-10T07:29:32.411-08:00</updated><category term='announcement'/><category term='event'/><category term='Kajian'/><category term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'>CENTRIS FTI UII</title><subtitle type='html'>All About Us, On-Line !</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-4905422745047017925</id><published>2011-12-10T07:29:00.001-08:00</published><updated>2011-12-10T07:29:32.419-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>OASIS Edisi 3: Mungkinkah Islam Bersatu?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Xi0rLQVYGs0/TuN6qqKTGmI/AAAAAAAABOU/UtVdZJrNUUY/s1600/oasis..jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://2.bp.blogspot.com/-Xi0rLQVYGs0/TuN6qqKTGmI/AAAAAAAABOU/UtVdZJrNUUY/s640/oasis..jpg" width="454" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-4905422745047017925?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/4905422745047017925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=4905422745047017925&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/4905422745047017925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/4905422745047017925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2011/12/oasis-edisi-3-mungkinkah-islam-bersatu.html' title='OASIS Edisi 3: Mungkinkah Islam Bersatu?'/><author><name>Zulfahmi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17208489261506501149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_xAiSIxR-Lxw/SUXftwuFKsI/AAAAAAAAABw/u-AiV8f7lK0/S220/ht.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Xi0rLQVYGs0/TuN6qqKTGmI/AAAAAAAABOU/UtVdZJrNUUY/s72-c/oasis..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-1521707860849430470</id><published>2011-10-05T16:21:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T16:21:37.145-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'>Menemukan kebenaran Melalui Akal</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-qaFTTb7vPpE/TkkbOMMcO9I/AAAAAAAABN0/Lh9Bza8908o/s1600/islam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-qaFTTb7vPpE/TkkbOMMcO9I/AAAAAAAABN0/Lh9Bza8908o/s320/islam.jpg" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(203, 207, 208); border-bottom-style: none; border-bottom-width: 1px; border-color: initial; border-left-color: rgb(203, 207, 208); border-left-style: none; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(203, 207, 208); border-right-style: none; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(203, 207, 208); border-top-style: none; border-top-width: 1px; border-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Islam sama sekali tidak menghinakan akal manusia. Allah memuji orang yang berpikir hingga menemukan kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir&lt;/i&gt;. (QS. 45: 13)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir&lt;/i&gt;. (QS. 13: 4)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Masih banyak lagi ayat-ayat Qur’an yang mengajak kaum muslimin untuk berpikir secara jernih. Kebenaran islam pun tidak mungkin dapat dicapai oleh kaum muslimin kecuali dengan menggunakan akal. Begitu juga hanya orang berakallah yang dibebankan syariat islam, seperti shalat, zakat, haji, jihad, dst.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hanya saja manusia terkadang tidak bisa membedakan akal yang bersih dengan hawa nafsu. Atau barangkali akal juga terkadang sudah tercampur dengan pengaruh –pengaruh doktrin, pengalaman masa lalu, kejadian-kejadian lain yang setiap orang bisa berbeda. Bahkan sebagaian orang memanfaatkan akal sebagai cara memenuhi hawa nafsunya, sehingga menjadikan manusia lebih hina daripada binatang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Maka untuk mencari kebenaran kita harus membedakan dalam diri kita, mana akal, mana nafsu, mana doktrin, dan pengalaman masa lalu. Akal yang bersih seperti ketika kita memahami bahwa 1+1=2, maka inilah akal. Setelah kita bedakan, mari kita mulai dari akal, memikirkan apakah tuhan itu ada atau tidak ada. Perlulah kita melihat diri kita, lingkungan kita, agar kita bisa merasakan “keajaiban” dan segera mengatakan “tidak mungkin semua ini ada dengan kebetulan”, jumlah &amp;nbsp;species serta tumbuhan yang tidak bisa kita hitung jumlahnya, semuanya memiliki sistem tubuh yang sangat sempurna, maka tidak ada keraguan pasti ada “pembuat” dari semua ini. [1]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah kita yakin akan adanya tuhan, maka perlulah kita melihat semua agama yang ada. Dengan akal kita bisa berpikir bahwa Tuhan tidak mungkin sama dengan makhluk, jika makhluk makan pasti tuhan tidak butuh makan, jika makhluk mati pasti tuhan itu kekal, jika makhluk itu lemah maka tuhan tidak munglkin lemah, dan seterusnya. Yesus yang dituhankan oleh kristiani, tidak dapat diterima akal, karena dia hanyalah manusia, dan dia mengakui dirinya (dalam banyak ayat di injil) hanyalah manusia yang lemah, tidak berdaya, bahkan mati. Budha juga bukan tuhan, sebab dia manusia, dilahirkan dari rahim ibu, tumbuh dari kecil layaknya manusia biasa, bahkan juga mati. Kita juga menolak doktrin Hindu bahwa mereka memuja banyak Dewa, padahal dewa itu (menurut doktrin mereka) seperti keadaan manusia, seperti memiliki anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tuhan yang kita sembah mestilah pencipta kita, tidak masuk akal jika kita menyembah yang bukan menciptakan kita, meski dia mendatangkan banyak manfaat bagi kita. Ini menolak segala ajaran yang menyembah sesuatu, padahal ia yakin yang disembah itu bukan penciptanya. Seperti firaun atau haman yang mengaku dirinya memiliki kekuasaan seperti tuhan, akal kita jelas menolaknya, sebab mereka manusia biasa, hanya saja memiliki kekuasaan, seberapa besar pun kekuasaan mereka tetap mereka tertolak disebut sebagai tuhan, karena bukanlah mereka yang menciptakan kita. Hal ini juga berlalu bagi bagi bangsa Qurais, yang menyembah berhala, meski berhala itu dimaksudkan sebagai perantara dengan Allah, ini jelas ini tidak bisa diterima, jika memang mereka mengakui bahwa Allah itu yang menciptakan mereka, maka yang disembah semestinya adalah Allah bukan berhala. [2]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Maka tidak boleh ada pemisahan mana yang menciptakan kita, mana yang memberi kemanfaatan pada kita, mana yang menghancurkan kita. Kalaupun begitu keadaannya maka tetaplah pencipta yang paling pantas kita sebut tuhan, yang lain merupakan makhluk (hasil ciptaan) dari sang pencipta, jelas tidak layak menyandang gelar tuhan. Maka dari logika ini dapat diambil kesimpulan “tidaklah mungkin tuhan itu lebih dari satu”, Dialah pencipta, Dia juga yang memberi rizki, dan Dia juga yang bisa menghancurkan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kita hanya menjumpai ajaran seperti ini pada Nabi-nabi yang mengajarkan tauhid. Mereka selalu datang dari masa ke masa, setiap nabi wafat digantikan dengan nabi yang lain. Nabi yang datang tidak terbatas pada bani israel saja, tapi semua bangsa diturunkan masing-masing utusan-Nya. Ada yang mensinyalir seperti beberapa tokoh yang ditokohkan hindu adalah nabi, dengan beberapa alasan. Ada juga yang bilang budha adalah nabi. Namun semua ajaran “nabi” itu diselewengkan hingga berubah dari ajaran aslinya. Kita tidak tahu pasti tentang hal ini, dan memang tidak perlu tahu, karena itu tidak penting untuk kita ketahui. Yang terpenting adalah kita mengikuti siapa nabi terakhir sebelum kita lahir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tidak ada nabi yang mengatakan dirinya nabi terakhir kecuali Muhammad bin Abdullah, yang lahir di makkah (571 M). Maka yang perlu kita lakukan adalah meneliti, apakah benar Muhammad adalah nabi. Cara tradisional mengetahui apakah orang itu nabi atau tidak adalah dengan melihat mukjizatnya. Nabi Muhammad menunjukkan beberapa mukjizatnya, seperti membelah bulan[3] dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://ghobro.com/islam/akidah/perjumpaan-dengan-kafilah-sebagai-bukti-isra-miraj-nabi-muhammad-saw.html" style="outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; text-decoration: underline;"&gt;isra miraj&lt;/a&gt;, yang semua itu disaksikan baik oleh orang kafir maupun muslim dan riwayatnya datang pada kita lewat jalur mutawatir (banyak jalur). Mukjizat terbesarnya tidak lain adalah Al-Qur’an, yang dari masa ke masa kebenarannya terus terbukti secara ilmiah. Al-Qur’an juga mengajarkan manusia sebuah tata negara yang paling baik, sebab dia bisa merubah suatu bangsa yang tiap sukunya saling berperang kemudian bersatu membentuk kekuasaan yang paling maju, mengungguli dari semua bangsa saat itu hingga abad 18, dan ini bukan karena Al-Qur’an tetapi karena kaum muslimin sudah mulai “malas” mematuhi perintah Al-Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Muhammad bin Abdullah juga terbukti sebagai nabi, karena terdapat perbedaan gaya bahasa antara perkataannya, dan Al-Qur’an. Hal tersebut karena Al-Qur’an ini bukanlah karangan Muhammad, tetapi wahyu dari Allah. Masih banyak lagi bukti bahwa nabi Muhammad yang membawa agama islam, yang merupakan agama dengan syariat untuk manusia akhir zaman,yang semua itu bisa kita baca dari Kitab sirah nabawiyyah, yang didalamnya memuat perjalanan nabi Muhammad SAW dari lahir hingga wafat dengan periwayatan yang shahih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Maka bagi kita yang merasa berakal, tidak ada pilihan lain bagi kita untuk menerima islam sebagai agama kita, Al-Qur’an sebagai kitab kita, dan dan syariat islam sebagai aturan bagi kita, tanpa perlu lagi melihat apakah syariat itu mudah atau susah, masuk akal atau tidak masuk akal, karena pada dasarnya kita menerima islam sudah melaui jalur akal. (&lt;a href="http://www.zulfahmi.net/"&gt;Zulfahmi&lt;/a&gt;, 20 September 2011)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[1] "Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu." (QS. Al Infithaar, 82:6-8)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[2] “Katakanlah; Siapakah yang memberikan rezki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang berkuasa menciptakan pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan siapakah yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan. Maka sungguh mereka akan mengatakan, ‘Allah’….” (QS. Yunus: 31)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;“Katakanlah; ‘Milik siapakah bumi beserta seluruh isinya, jika kalian mengetahui ?’ Maka niscaya mereka akan menjawab, ‘Milik Allah’. Katakanlah,’Lalu tidakkah kalian mengambil pelajaran ?’ Dan tanyakanlah; ‘Siapakah Rabb penguasa langit yang tujuh dan pemilik Arsy yang agung ?’ Niscaya mereka menjawab,’Semuanya adalah milik Allah’ Katakanlah,’Tidakkah kalian mau bertakwa’ Dan tanyakanlah,’Siapakah Dzat yang di tangannya berada kekuasaan atas segala sesuatu, Dia lah yang Maha melindungi dan tidak ada yang sanggup melindungi diri dari azab-Nya, jika kalian mengetahui ?’ Maka pastilah mereka menjawab, ‘Semuanya adalah kuasa Allah’ Katakanlah,’Lantas dari jalan manakah kalian ditipu?.’” (QS. Al-Mu’minuun: 84-89)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;[3] Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa sebelum Rasulullah (saw) hijrah, berkumpullah tokoh2 kafir Quraiy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al ‘Ash bin Qail. Mereka meminta kepada nabi Muhammad (saw) untuk membelah bulan. Kata mereka, “Seandainya kamu benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua.” Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.” Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama. Atas peristiwa ini Allah (swt) menurunkan ayat Al Qur’an: ” Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang2 (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir.” (QS Al Qomar 54:1-2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-1521707860849430470?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/1521707860849430470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=1521707860849430470&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/1521707860849430470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/1521707860849430470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2011/10/menemukan-kebenaran-melalui-akal.html' title='Menemukan kebenaran Melalui Akal'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qaFTTb7vPpE/TkkbOMMcO9I/AAAAAAAABN0/Lh9Bza8908o/s72-c/islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-8711148481805404558</id><published>2011-10-05T16:18:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T16:18:12.707-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'>Ketika Hati Tak mampu Lagi mendeteksi Noda-noda Dosa</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Ys-2WzvRjiA/ThfrgK_BR3I/AAAAAAAAGFo/ULYCisLQOtw/s1600/sakit_hati.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-Ys-2WzvRjiA/ThfrgK_BR3I/AAAAAAAAGFo/ULYCisLQOtw/s320/sakit_hati.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hati adalah cermin, mungkin istilah tersebut sering kita dengar. Dosa adalah noda yang bisa mengotori hati kita, semakin banyak dosa yang kita lakukan semakin banyak pula debu-debu dosa yang menempel di hati kita, saya pun teringat lagu yang dulu sering dendangkan oleh salah satu ustadz di sebuah setasiun televisi. “jagalah hati, jangan kau kotori, jagalah hati cahaya ilahi…..” hati memang sebongkah organ yang sangat penting sekali, bahkan Rasulullah pernah menegaskan kepada kita dalam hadis beliau bahwa Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging, apabila dia baik maka baiklah seluruh jasad, dan apabila dia buruk maka buruklah seluruh jasad. Ketahuilah, dia adalah hati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kata imam al Ghazali, kalbu itu ibarat cermin , saat seseorang melakukan satu dosa/maksiat, maka satu naktah hitam menutupi kalbunya. Semakin banyak dosa, semakin banyak noktah hitam menutupi kalbunya. Jika sudah tertutup noktah hitam, kalbu yang ibarat cermin itu tidak bias lagi digunakan untuk bercermin; untuk ‘mengaca diri’ dan mengevaluasi diri. Saat demikian kepekaan spiritual bisa lenyap dari dirinya. Jika sudah seperti itu jangankan dosa kecil, apalagi skedar berbuat makruh dan melakukan banyak hal mubah yang melalaikan, dosa besar sekalipun tak dianggap besar. Jangankan meninggalkan hal sunah, meninggalkan kewajibanpun mungkin sudah dianggap biasa. Pasalnya kepekaan kalbunya nyaris hilang, tidak mampulagi mendeteksi dosa, apalagi dosa yang dianggap kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebagai seorang muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, Seharusnya kita senantiasa mengasah kepekaan spiritual kita, agar hati ini tidak terasa ‘gersang’ kalau hati terasa gersang&amp;nbsp; apalagi sudah tidak mampu mendeteksi noda-noda dosa maka aktivitas maksiat akan menjadi rutinitas dan maksiat itu tidak jarang akan melahirkan maksiat yang lain. Jika aktivitas maksiat sering dikerjakan maka akan terjadi akumulasi maksiat. Dosa-dosa kecilpun akan menjadi besar. Hal seperti inipun sangat rentan sekali didalam sebuah Negara yang tidak menerapkan aturan-aturan Islam&amp;nbsp; dalam kehidupan karena Negara yang seharusnya menjaga dan menganyomi umat dari aktivitas maksiat dengan diterapkanya hukum Islam maka ketika Negara sudah tidak lagi peduli maka tidak salah jika terjadi akumulasi maksiat besar-besaran dan ketika aktivitas maksiat ; Korupsi, Riba, Perzinahan, Pendzolimi terhadap rakyat, Umbar aurat, dsb, sudah dianggap biasa maka akan rentan sekali dengan bencana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mungkin banyak sekali hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kepakaan spiritual kita, sebagai individu contohnya ; bisa ziarah kubur, mengunjungi orang-orang salih, orang-orang bertakwa,ulama terpercaya, membenca sekaligus menyelami sirah generasi salaf, para ahli ibadah, orang-orang zuhud, para mujahid, pala pembela kebenaran, orang-orang sabar dan orang-orang bersyukur; meningkatkan porsi ibadah; memperbanyak membaca al quran, berdoa, qiyamul layl, bersedekah. dsb .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;Sebuah Negara yang kata Imam Al Ghazali ibarat 2 mata uang dengan agama yang tidak dapat dipisahkan karena agama merupakan pondasi dan Negara merupak penjaga, jika Negara tidak ada pondasinya maka akan rapuh dan begitupula agama tidak dijaga oleh Negara maka akan hilang. Maka dari itu akumulasi maksiat yang sangat kompleksnya di negari ini karena telah melepaskan agama dari kehidupan kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Wallahu a’lam&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;(Achmad Effendi, BKLDK Tuban)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-8711148481805404558?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/8711148481805404558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=8711148481805404558&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/8711148481805404558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/8711148481805404558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2011/10/ketika-hati-tak-mampu-lagi-mendeteksi.html' title='Ketika Hati Tak mampu Lagi mendeteksi Noda-noda Dosa'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Ys-2WzvRjiA/ThfrgK_BR3I/AAAAAAAAGFo/ULYCisLQOtw/s72-c/sakit_hati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-5526531084285058384</id><published>2011-10-05T16:04:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T16:04:36.662-07:00</updated><title type='text'>Madrasah Tanpa Rehat</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-zAWJMq6OhKQ/ToziZiJiFcI/AAAAAAAAAH4/BgMixqJU-5c/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-zAWJMq6OhKQ/ToziZiJiFcI/AAAAAAAAAH4/BgMixqJU-5c/s1600/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sepengetahuan kita, yang namanya madrasah atau sekolah pastilah ada jam istirahatnya. Barang 15 sampai 20 menit, di waktu dhuha dan waktu zhuhur, atau di waktu-waktu yang strategis untuk refreshing otak sejenak. Beristirahat dari pasokan ilmu yang terus mendesak masuk kepala. Karena bagaimana mungkin otak terus dipaksa bekerja, sedang kejenuhan kian memuncak. Tak manusiawi namanya jika tak diberi rehat, sekedar untuk menghela nafas, mengurut-urut kening, dan bersenda gurau dengan teman agar senyum kembali membuncah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Namun jangan sangka semua madrasah seperti itu. Ternyata, ada madrasah yang terus memompa santrinya untuk paham akan pelajaran-pelajaran yang disampaikan. Madrasah itu terus menghujani santri-santrinya dengan ujian-ujian hingga tak jarang santri itu sampai menderita karena dipaksa terus berjuang menjawab soal demi soal. Geram, mungkin itu yang ada dibenak anda. Tapi jangan salahkan madrasah ini, karena sesungguhnya anda sendiripun adalah salah satu santrinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ya, inilah madrasah kehidupan. Madrasah tanpa rehat. Siapa yang bisa beristirahat sebentar dari kehidupan ini? Pilihannya hanyalah terus berjalan, atau berhenti sama sekali. Berhenti dari kehidupan, tentu artinya mati. Sayangnya ketika hal ini ditawarkan pada para santri, justru mereka ketakutan dan lebih memilih lanjut daripada berhenti.Aneh kan? Haha... Tapi inilah madrasah kehidupan. Ia terus memberi santrinya masalah demi masalah untuk diselesaikan. Semakin cerdas santrinya mengerjakan, justru soal-soal yang diberikan akan semakin sulit. Anda mau protes? Silakan protes sama Headmaster nya, yakni Allah subhanahu wata'ala.Tapi kalau saya boleh saran, jangan buru-buru emosi. Jika anda perhatikan dengan baik, sungguh madrasah ini adalah madrasah terbaik yang pernah ada. Pelajarannya tak terkalahkan oleh kurikulum manapun. Madrasah ini bahkan memberi kebebasan pilihan, anda mau memilih pelajaran tentang kebaikan, atau menjalani pelajaran tentang keburukan. Semua terserah kepada santri mau memilih yang mana, toh nantinya mereka juga akan mendapatkan reward sesuai dengan pelajaran yang mereka pilih.Inilah madrasah kehidupan, yang tak pernah berhenti memberikan ujian. Di madrasah ini, akan tampaklah siapa yang taat kepada peraturan madrasah yakni Al-Qur'an dan assunnah, dan siapa yang berani melanggarnya. Semua prilaku santri dalam madrasah ini amat terpantau, dan pada hari pembagian rapor nanti semua akan menerima balasannya masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Maka, masihkah anda terpikir untuk lari dari madrasah ini? Hadapilah semua permasalahan yang ada, karena itu hanyalah bagian dari aktifitas 'nyantri' kita di madrasah ini. Taati saja peraturannya, maka toh nanti sang Headmaster akan berbaik hati memberi jawabannya kepada anda, bahkan memberi rapor dengan nilai yang baik kepada anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Perjuangkan ijazah kita, yakni syurga yang didalamnya mengalir sungai-sungai serta segala bentuk keindahan dan kenikmatan, hadiah dari Allah subhanahu wata'ala.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Yogyakarta, 19 Sept 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;a href="https://www.facebook.com/kapandut"&gt;Akhu Mahib&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-5526531084285058384?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/5526531084285058384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=5526531084285058384&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/5526531084285058384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/5526531084285058384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2011/10/madrasah-tanpa-rehat.html' title='Madrasah Tanpa Rehat'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-zAWJMq6OhKQ/ToziZiJiFcI/AAAAAAAAAH4/BgMixqJU-5c/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-2590173125471087145</id><published>2011-10-05T16:00:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T16:00:02.011-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'>Ya Ayyuhannafsul Muthmainnah...</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-A3Xx0blmDgc/TbgzNeEP4rI/AAAAAAAAADs/kI-BajyE0EU/s1600/jiwa+yang+tenang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="216" src="http://3.bp.blogspot.com/-A3Xx0blmDgc/TbgzNeEP4rI/AAAAAAAAADs/kI-BajyE0EU/s320/jiwa+yang+tenang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Terik panas di siang ini membuat keringat mengucur deras. Tak henti Pak Tarjo mengayuh becaknya keliling Jogja, berharap ada yang menyetopnya lalu minta antar. Kemana sajalah, yang penting ia dapat pelanggan. Bahkan ia bergumam dalam hatinya, meskipun penumpang itu minta diantarkan ke Gunung Kidul bahkan Bantul, akan dia jalani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Masalahnya, sudah seminggu ini pendapatannya menurun. Padahal sejak 8 tahun yang lalu ia mengayuh becak, biasanya penghasilan sehari bisa untuk makan anak dan istri. Namun akhir-akhir ini, meskipun ia sudah lembur tak pulang kerumah, lalu keliling-keliling tidak nge-pos di satu titik, demi supaya bisa dapat penghasilan lebih, justru rezekinya seret dan pendapatannya semakin minim. Ini yang membuat wajah Pak Tarjo semakin kusut. Mengingat sebentar lagi anaknya yang paling kecil juga akan memasuki usia sekolah. Apakah si sulung harus mengalah? Oh tidak, Pak Tarjo ingin semua anaknya bisa sekolah. Jangan sampai seperti dirinya, yang hanya jadi tukang becak sekali-kali serabutan kerja bangunan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Ya Allah, kemanakah para turis? Kemanakah mbok-mbok pasar? Kemanakah anak-anak sekolah?", Pak Tarjo bingung, kehilangan penumpang-penumpang setia yang biasanya menyetop becak tua kesayangannya. Ya, angkutan umum modern yang semakin baik, belum lagi akhir-akhir ini busway semakin populer, ditambah semakin ketatnya persaingan antar tukang becak, membuat becak reot Pak Tarjo jauh tenggelam di bursa bisnis angkutan umum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Memang sebenarnya setiap pagi dan sore Pak Tarjo memiliki penumpang tetap. Ialah langganan Pak Tarjo yakni beberapa orang anak yatim yang akan berangkat sekolah dari sebuah panti asuhan, dan setiap sore Pak Tarjo menjemput mereka dari sekolah serta mengantarkan pula beberapa orang nenek yang ingin berangkat pengajian. Namun, mereka semua adalah penumpang gratis yang tidak membayar kepada Pak Tarjo. Ya, Pak Tarjo memang sudah bertekad untuk tidak memungut bayaran kepada anak-anak yatim dan para nenek karena Pak Tarjo merasa tak pantas meminta upah kepada mereka. Bagaimana mungkin menyuruh anak yatim membayar? Atau para nenek yang hidup pas-pasan jauh dari anak dan telah ditinggal mati para suaminya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tak terpikirkan oleh Pak Tarjo bagaimana mungkin ia dan anak istrinya makan dari uang hasil bayaran mereka. Maka Pak Tarjo beritikad untuk dengan ikhlas mengantarkan mereka sebagai bentuk shadaqah yang bisa ia amalkan dalam keterbatasannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Namun, melihat kondisinya yang tengah terjepit sekarang ini, ia pun tergoda untuk menarik bayaran dari anak-anak yatim dan para nenek yang biasa menumpang becaknya itu. Mau bagaimana lagi? Daripada ia dan anak istrinya harus kelaparan, atau hutang dengan tetangga yang kian menggunung. Tapi ia berpikir lagi, tidak mungkin itu ia lakukan. Bagaimanapun ia masih punya perasaan. Dan tidak mungkin kondisinya yang terjepit membuat ia harus menjual keikhlasan. Tapi...? Masa' demi amal, diri sendiri dan keluarga harus terkorban? "Utamakanlah diri sendiri dan keluarga", pikirnya lagi. Ohh... Konflik terjadi dalam batinnya. Ditengah lamunan konfliknya itu ia terus mengayuh becaknya. Ia kebingungan, dan semakin kebingungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tiba-tiba, "Allahuakbar Allaaahuakbar...", adzan zhuhur berkumandang. Sayup-sayup sampai ke telinga Pak Tarjo. "Masyaallah, sudah zhuhur lagi?", Pak Tarjo kaget. Ia tak menyangka hari berlalu begitu cepatnya. Rasanya baru beberapa jam yang lalu ia shalat zhuhur, ternyata sekarang sudah masuk waktu zhuhur lagi. Ya, zhuhur ke zhuhur ia lalui dengan pendapatan tak kurang dari 10 ribu rupiah saja. "Aduh, mau makan apa kami hari ini?", gumamnya kebingungan. Tak lama berselang, ia mampir ke sebuah Masjid kecil di pojok kampung Jogokariyan. Lalu ia lepas topi kumalnya, ia lap wajahnya dengan handuk yang tak kalah dekil dari topinya. Ia menghela nafas, tersandar sebentar di tiang dekat becaknya diparkir. Lalu seolah berusaha untuk tegar, ia gelengkan kepala dan bergegas ke tempat wudhu dengan jalan yang tegap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Aku harus menghadap Allah dengan baik siang ini. Aku harus do'a lagi kepada Allah tentang kondisiku seminggu terakhir ini.", katanya dalam hati. Lalu ia pun berwudhu. Segarnya kucuran air keran seakan menjadi penyejuk hatinya yang tengah limbung memikirkan kondisinya dan kondisi keuangan keluarganya. Selesai wudhu, ia bergegas masuk Masjid, shalat lalu berdzikir dan berdo'a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Ya Allah, bagaimanakah kiranya nasibku ini?", baru saja ia memulai do'anya seusai shalat, mendadak ia dikagetkan oleh seorang pemuda yang berperawakan rapi bersih, memakai baju muslim dan sarung. Peci nya yang hitam, dan tubuhnya yang wangi membuat Pak Tarjo keheranan, kenapa orang ini? Ada perlu apa dengan saya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Nuwunsewu nggih Pak, sebentar lagi akan ada kajian, monggo sekiranya bapak tidak sibuk boleh bergabung dengan jama'ah yang lain.", tutur pemuda itu ramah. "Oh, nggih mas, insyaallah.", jawab Pak Tarjo. Seketika konsentrasinya untuk berdo'a bubar. Ia melihat beberapa orang remaja sibuk mempersiapkan kelengkapan kajian ba'da zhuhur itu. Ia pun penasaran dan berpikir tak ada salahnya ia ikut, sekalian istirahat sebentar setelah beberapa hari ini diporsir kejar pendapatan. Siapa tahu karena barokahnya majlis itu, berdampak pada kemurahan rezekinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sang Ustadz pun membuka muhadhoroh-nya dengan bersyukur kepada Allah dan ber-shalawat kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Lalu beliau bercerita tentang satu panggilan Allah kepada hamba-Nya yang pasti kita semua berharap panggilan itu adalah untuk kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ya, dalam al-Qur'an surah al-Fajr ayat 27 sampai ayat 30, Allah memanggil hamba-hamba-Nya yang sholeh dengan panggilan, "Yaa ayyuhannafsul muthmainnah.", lalu Allah memerintahkan kepada mereka itu, "Irji'i ilaa Robbiki rodhiyatammardhiyyah.", dan Allah juga menyuruh mereka, "Fadkhuli fii 'ibadi wadkhuli jannati." Artinya, "Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya, maka masuklah kedalam jama'ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam syurga-Ku."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ustadz tersebut menyampaikan, "Hamba Allah yang mana yang tidak mau dipanggil dengan panggilan 'yaa ayyuhannafsul muthmainnah'?", papar beliau. Pak Tarjo terperangah, ia bertanya kedalam hatinya, mungkinkah ia dipanggil Allah dengan panggilan yang demikian? Ah, rasanya mustahil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Lalu Ustadz menjabarkan bagaimana asbabun-nuzul nya ayat ini, apa penyebab ayat ini bisa turun. Ada dua versi riwayat, yakni yang pertama ayat ini turun berkenaan tentang syahidnya paman Rasulullah yakni Hamzah radhiallahu 'anhu. Namun ada riwayat kedua dari Ibnu Abi Hatim, dari Juwaibir, dari adh-Dhahhak, bersumber dari Ibnu 'Abbas rahimahullah, mengatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan amalan seorang shahabat bernama Utsman ibnu Affan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Saat masa perkembangan Islam di Madinah, kota penuh rahmat itu berada dalam kondisi kekeringan. Hanya ada satu sumur yang airnya senantiasa memancar, namanya sumur Rumat. Sumur ini dimiliki oleh seorang kafir Yahudi yang licik. Ia memberikan air bagi para Yahudi Madinah, namun menjualnya dengan sangat mahal pada kaum Muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Siapa yang akan membeli sumur Rumat untuk melepaskan dahaga. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosanya." Mendengar itu, lalu Utsman pun bergegas membeli sumur itu. Awalnya Yahudi itu tidak mau, namun karena siasat Utsman dan kepandaiannya dalam melobby, akhirnya sumur Rumat berhasil dimilikinya. Lalu Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada Utsman, "Apakah engkau rela sumur itu dijadikan sumber minum bagi semua orang.", lalu Utsman pun meng-iya-kannya. Maka turunlah firman Allah yakni surah al-Fajr ayat 27-30 berkenaan ridhanya Allah terhadap amalan Utsman yang amat baik dan bermanfaat bagi umat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Demikianlah Utsman, dengan kelebihan yang dimilikinya beliau manfaatkan untuk kepentingan umat, bukan untuk dirinya sendiri. Maka Allah meridhai orang yang beramal sholeh dan ikhlas untuk kemashlahatan umat. Dan orang-orang yang diridhai Allah pastilah ia akan ditolong oleh Allah. Mungkin banyak diantara kita yang mampu beramal, tapi sudahkah kita ikhlas? Mungkin banyak diantara kita juga yang mudah beramal ketika kita lapang, namun mudahkah kita tetap beramal dikala kita sempit? Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan nantinya akan dipanggil dengan panggilan 'yaa ayyuhannafsul muthmainnah'...", tutur Ustadz lalu beliau menutup muhadhorohnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pak Tarjo seakan tersentak. Ia teringat niatannya yang akan memungut bayaran dari anak yatim dan para nenek yang biasa menumpang gratis padanya. Bagaimana mungkin ia bisa berniat seperti itu? Padahal mungkin itulah satu-satunya amalannya yang paling ikhlas selama ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Astaghfirullah... Pak Tarjo beristighfar. Bagaimana mungkin ia akan dipanggil Allah sebagai 'jiwa yang tenang', sementara ia tidak yakin akan datangnya pertolongan Allah. Ya, ketenangan jiwa hanya didapatkan ketika seorang benar-benar beriman dan ikhlas atas keimanannya, hingga ia yakin setiap masalah yang dihadapinya pasti Allah akan menolongnya. Lalu untuk apa ia gelisah kalau Allah akan menolongnya? Karena itulah ia bisa menjadi 'jiwa yang tenang'.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Sementara aku? Baru mendapat cobaan kecil seperti ini saja aku sudah gelisah. Seolah aku lupa bahwa Allah itu Maha Tahu, Allah itu Maha Adil, Allah itu Maha Pemberi Rezeki. Bahkan aku rela menjual keikhlasanku. Keikhlasan amalanku yang cuma satu-satunya aku persembahkan untuk umat karena Allah. Astaghfirullah, ampuni hamba ya Allah. Tolong hamba, tolonglah hamba.", muhassabah Pak Tarjo dalam hati, bahkan sampai tertitik air matanya karena tak kuasa menahan gejolak hatinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mungkin inilah rezeki dari Allah untuk Pak Tarjo. Allah memang tak memberinya dalam bentuk penghasilan uang, karena ternyata uang justru membuat Pak Tarjo tetap dalam kejauhan dari Allah. Namun Allah sayang pada Pak Tarjo, lalu Dia berikan Pak Tarjo cobaan hingga Pak Tarjo hampir putus asa. Ditengah kegalauan itu, Allah berikan Pak Tarjo hikmah dan hidayah, hingga Pak Tarjo dapat kembali menata hatinya, menjadi lebih dekat kepada Allah, dan rezeki uang yang akan didapatnya kedepannya menjadi lebih barokah dan mengantarkannya kepada syurga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah hari itu, Pak Tarjo kembali bersemangat. Ia amat bersyukur Allah sayang padanya. Lalu pelan-pelan namun pasti, pundi-pundi uangnya terisi kembali. Ekonomi keluarganya menjadi stabil, bahkan lebih baik dari kondisi sebelumnya. Semua karena ia ikhlas dan bertawakkal kepada Allah. Tak lupa shadaqah yang ikhlas untuk umat karena Allah, meski ditengah keterbatasan. Inilah kunci keberhasilan yang parameternya bukanlah harta dan materi, tapi parameternya adalah keridhoan Allah atas segala aktifitas kita, hingga nanti Allah memanggil kita masuk syurga dengan panggilan 'yaa ayyuhannafsul muthmainnah...'&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Amin ya Rabbal 'alamin...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Yogyakarta, 2 okt 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhu Mahib&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-2590173125471087145?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/2590173125471087145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=2590173125471087145&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/2590173125471087145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/2590173125471087145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2011/10/ya-ayyuhannafsul-muthmainnah.html' title='Ya Ayyuhannafsul Muthmainnah...'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-A3Xx0blmDgc/TbgzNeEP4rI/AAAAAAAAADs/kI-BajyE0EU/s72-c/jiwa+yang+tenang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-3846412921275639408</id><published>2011-10-05T15:57:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T15:57:31.101-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'>Kuraih Shaf Pertama</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;a href="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/314512_2058628953198_1468860588_31800569_1619361310_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/314512_2058628953198_1468860588_31800569_1619361310_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Langit senja mulai memerah. Memancarkan bias-bias sinar saga memecah langit. Awan yang putih berubah oranye, semakin gagah dan menggambarkan latar perjuangan insan-insan beriman yang bermandikan darah dibawahnya. Yah... tak lama lagi adzan maghrib akan berkumandang. Merah-merah itu akan berubah biru, lalu hitam. "Mudah-mudahan ada bintang malam ini.", benakku berharap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku masih dijalan kala itu. Menumpangi macan besiku yang setia menemani dalam perjuangan. Kampus adalah tempat yang baru saja aku tinggalkan, hendak menuju istana kecilku yang tak lebih dari 24 meter kubik saja. Kamarku, itu yang kudamba. Kasurku yang tidak terlalu empuk, rasanya bisa menjadi surga dunia kala aku menggeletakkan badan yang tengah letih karena aktifitas seharian ini. Lebih enak lagi kalau ada yang mijitin, hehehe... Tapi sayang aku masih single, and very happy (halah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Macan besi kukebut, ingin cepat sampai sebelum maghrib. Tapi apa daya, sepertinya semua orang dikota ini berpikiran sama denganku. Mereka tumpah ruah kejalan, hendak menuju rumah masing-masing. Ada yang dari kantor, dari sekolah, dari kampus juga, dan dari banyak tempat lainnya. Hingga jalanan macet semacet-macetnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Berkoarlah klakson sana-sini. Belum lagi banyak motor lain yang seolah tak punya rem, suka cari peluang dalam kesempitan, nyelip-nyelip diantara padatnya mobil yang memenuhi jalan. Aku pun tak kuasa apa-apa. Hanya bisa menunggu matahari yang semakin tenggelam. Hingga suara bedug terdengar, disambung merdunya suara adzan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhirnya kuputuskan untuk minggir, mencari Masjid. Mengingat waktu maghrib yang tak panjang, sedang istanaku masih jauh. Sampailah aku di Masjid kecil pada sebuah perkampungan. Sederhana, tapi luar biasa makmurnya. Padahal belum ada 5 menit adzan berlalu, tapi aku melihat pemandangan yang tak biasa. Ya, jama'ahnya ramai! Subhanallah...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kuparkir motorku dan segera siap-siap berwudhu. Sepanjang jalan dari parkiran ke tempat wudhu, kuintip lagi kedalam Masjid. Masyaallah, aku masih tak percaya Masjid kecil jama'ahnya bisa seramai ini. Sampai di tempat wudhu pun, aku masih harus mengantri, sekitar 2 atau 3 orang sudah berbaris teratur menunggu giliran keran nganggur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mungkin aku agak berlebihan, tapi pemandangan ini memang luar biasa di penglihatanku. Sejauh aku shalat berjama'ah selama ini, tak pernah aku lihat jama'ah maghrib seramai ini selain pada awal-awal Ramadhan. Aku sampai berpikir, apakah mau ada pengajian atau bagaimana? Atau ada kedatangan Ustadz kondang, atau tokoh masyarakat kali ya? Tapi kuperhatikan lagi, tak ada tampang-tampang terkenal yang duduk dalam Masjid, Hmm...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Selesai wudhu aku bergegas kedalam Masjid. Kuletakkan ranselku di pojok Masjid agar tak mengganggu jama'ah ketika shalat. Rencanaku ingin menyempatkan shalat sunnah qabliyah maghrib, meskipun ia bukan sunnah mu'akkad, tapi sepertinya mu'adzin sudah bersiap-siap akan mengumandangkan iqamah, hingga kuurungkan niatku (mudah-mudahan tetap dapat pahalanya, hehe...).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Iqamah-pun berkumandang. Para jama'ah segera berdiri dan bersiap shalat. Namun, ada satu hal lagi yang kupandang takjub. Yakni mereka berebut untuk berada di shaf pertama. Bagaimana tidak? Sedangkan ketika iqamah belum berkumandang saja, ada beberapa orang yang sudah bersiap berdiri di sela-sela jama'ah yang duduk di shaf terdepan. Hingga ketika iqamah dikumandangkan, lalu jema'ah yang sedang duduk tadi tengah berdiri, mereka menyelip diantara orang-orang itu dan sukses jadi bagian dari shaf pertama. Ada pula yang tadinya berdiri di belakang, namun ketika iqamah dikumandangkan ia segera melaju kedepan dan berusaha berada di shaf pertama. Beberapa diantara mereka berhasil, namun ada juga yang gagal hingga akhirnya hanya menempati shaf kedua atau ketiga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kejadian seperti itu menjadi bahan pikiranku. Hingga cukup membuatku agak tak khusyuk dalam shalat. Aku terus terpikir-pikir mengapa masyarakat disini begitu bersemangatnya shalat berjama'ah di Masjid dan berlomba-lomba untuk berdiri di shaf pertama. Apa motivasi mereka?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mereka seakan mempunyai ruh yang selama ini hilang dari hati umat. Ya, akhir-akhir ini kebanyakan umat semakin enggan pergi ke Masjid, bahkan untuk sekadar shalat berjama'ah 5 waktu. Rumah jadi jauh terasa lebih nyaman kala adzan memanggil. Mendadak kursi kayu pun berasa sofa, lantai ubin pun berasa permadani, kasur kapuk berubah jadi spring-bed. "Dapat apa di Masjid? Yang ada ntar malah dituduh teroris.", itu celetuk salah satu temanku yang pernah terlontar beberapa waktu yang lalu. Astaghfirullah, geram rasanya, tapi mungkin memang seperti itulah gambaran paradigma masyarakat akhir-akhir ini jika mendengar kata 'Masjid'.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tapi, kenapa ada secuil kampung yang masyarakatnya masih semangat ke Masjid seperti ini? Apa mereka tidak punya tivi atau radio dirumah? Atau tidak pernah membaca koran dan majalah? Atau jangan-jangan jaringan internet-pun tak ada juga di kampung ini? Hingga mereka tak terjamah media, senjata ampuh pencucian otak sang induk teroris, Israhell dan pacar setianya Amerika Serikat. Akibatnya mungkin kesan mereka terhadap Masjid dan jama'ah Islam masih murni dan bersih dari fitnah-fitnah beracun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tapi seingatku, ketika saya tadi lewat rumah Pak Dukuh, beberapa pemuda tengah asyik nonton tivi, kebetulan ada siaran langsung Liga Premiere Indonesia dan mereka sepertinya sedang nonton bareng disana, namun rehat sejenak berhubung masuk waktu maghrib. Hmm..., artinya disinipun tetap dimasuki jaringan media yang hobinya menjelek-jelakkan citra Islam itu. Kalau begitu pasti ada penyebab lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Teringat aku dengan kemungkinan malam ini sedang ada pengajian, atau mau ada acara atau apalah. Lalu usai shalat aku tanyakan kepada seorang bapak yang sudah cukup tua yang sedang berdiri di teras Masjid. Ia hendak memakai sandalnya, rambutnya tampak beruban, namun fisiknya masih kelihatan bugar. "Ng..., assalamu'alaikum pak.", sapaku memulai perbincangan. "Oh iya, wa'alaikumussalam. Ada apa ya dik?", jawab bapak itu dengan senyum yang sangat ramah. Lalu tangannya terjulur menawarkan salaman padaku. Segera kusambut tangannya dan kami berjabat tangan. Lagi-lagi ada yang aneh, ketika kami berjabat tangan, bapak itu terasa amat ramah sekali. Serasa sudah lama kenal. Kesimpulan ini kuambil karena ketika bersalaman, tangan kirinya menepuk-nepuk pundakku. Aku rasa, kalaulah aku tidak menunjukkan sikap yang canggung, hampir-hampir aku dipeluknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Ng..., begini pak, saya heran ini kok ramai sekali ya? Mau ada acara apa ya pak?", aku langsung to the point. "Hahaha, waduh si adik ini gimana toh? Kok melihat Masjid ramai begini malah heran? Bukannya seharusnya memang begini?", kata si bapak malah balik bertanya sambil cengengesan. "Hmm, memang sih pak. Tapi kan zaman sekarang sudah jarang Masjid ramai begini. Apalagi sekarang bukan bulan Ramadhan. Biasanya pada sepi pak.", aku segera meluruskan maksud pertanyaanku tadi. "Hahaha...", lagi-lagi bapak itu tertawa, bahkan kali ini lebih keras. "Yah, memang begitulah adanya sekarang dik. Banyak Masjid hanya jadi bangunan kosong. Mungkin kalau bisa dilihat, malah lebih rame jin yang sholat daripada manusia yang sholat. Hahaha...", kata si bapak itu dengan celetukan yang bagiku terdengar horror, tapi baginya itu lelucon yang lucu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Lhoh, terus pak, kalau begitu ini ramai karena apa dong pak?", tanyaku lagi, karena aku merasa daritadi si bapak tidak menjawab pertanyaan ini. "Yaa, kan sudah saya bilang tadi dik. Masjid ya seharusnya memang seperti ini, ramai tidak sepi. Ini sih masih lumayan, karena banyak anak-anak muda kampung sini yang masih di kampus, sama beberapa bapak-bapak itu masih di tempat kerja. Kalau adik mau lihat lebih ramainya lagi, datang ke sini pas waktu shubuh. Kalau shubuh Masjid ini lebih padat lagi dek, soalnya yang mau ke kampus masih belum pada berangkat. Yang ke kantor juga mereka sempatkan shalat shubuh di Masjid dulu baru berangkat dan seringkali mereka mengajak anak-anak mereka yang masih kecil.", jelas si bapak. Sontak aku kaget, "Ha??? Kalau shubuh malah lebih ramai lagi pak?", tanyaku refleks karena tak percaya. "Yah, kalau adik tidak percaya boleh buktikan sendiri. Insyaallah besok shubuh juga akan ramai seperti biasanya, datang saja bareng-bareng shalat jama'ah disini.", kata si bapak sambil sumringah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Subhanallah... Aku hanya terdiam. Kagum. Bangga. Tapi juga heran. Miris, mengapa hanya Masjid ini saja yang seperti itu? Dan mengapa Masjid ini mampu seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Oh, baiklah kalau begitu pak. Terima kasih atas jawabannya. Ng..., sebelumnya maaf pak, ini tangan saya sudah boleh dilepas belum ya?", kataku mengakhiri pembicaraan dan baru menyadari ternyata dari tadi kami masih terus bersalaman. "Oh iya, sama-sama. Boleh dek, kan lebih baik jika salamannya lebih lama. Hehehe...", jawab si bapak, sambil (lagi-lagi) cengengesan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Lalu aku mengambil ranselku yang tadi kuletak dipojok Masjid. Kulemparkan lagi pandangku ke sekeliling Masjid. Tidak kutemukan aktifitas apapun kecuali beberapa orang yang sedang tartil al-Qur'an, ada juga yang sedang do'a dan dzikir dengan khusyuknya, ada lagi beberapa orang bapak-bapak yang tengah berbincang di teras Masjid, terlihat mesra dan akrab sekali. Di Masjid ini, terbukti benarlah firman Allah pada surah al-Hujurat ayat 10 bahwa setiap mu'min itu bersaudara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku bersiap pulang. Kubangunkan macan besiku, sambil kupandang jalanan yang sudah mulai lengang. Langit yang hitam menjadi tumpuan mataku ketika aku masih melamun memikirkan lagi mengapa Masjid ini bisa seramai ini, kemudian suasananya bisa sehidup ini. Dan yang masih menjadi pertanyaan besar di benakku adalah tentang perilaku dahsyat jama'ah Masjid yang berebut untuk berada di shaf pertama dalam shalat jama'ah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Centi demi centi, menuju beberapa kilometer, melajulah macan besiku menuju rumah. Akhirnya sampailah aku di surga 24 meter kubik. Kurebahkan diriku diatas kasur keras yang terasa empuk. Letih sekali hari ini. Aku mulai memejamkan mata, menikmati semilir angin dari kipas angin kecil diatas meja lesehan di kamarku. Tak lama berselang, kudengar adzan isya' berkumandang, lalu akupun bersegera ke Masjid dekat rumahku untuk shalat berjama'ah.Sesampainya di Masjid, degg...! Rasanya beda sekali. Sepi... senyap... kuhitung, satu, dua, tiga, yaah cuma sekitar 7-10 orang saja. Padahal Masjid di tempatku ini luas, besar, bangunannya juga cukup megah. Beda sekali dengan Masjid kecil yang kusinggahi tadi maghrib. Kecil, sempit, panas, bangunannya sederhana, tapi terasa jauh lebih tentram dan nyaman karena diisi oleh banyak orang-orang beriman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Iqamah cepat dikumandangkan. Yah, mau menunggu siapa lagi? Selama apapun jeda antara adzan dan iqamah dibuat untuk menunggu jama'ah, toh kuantitasnya tak jua bertambah. Hanya dua tiga orang lagi saja yang datang setelahku. Mereka semua orang-orang tua yang bahkan sudah menggunakan tongkat untuk berjalan. Sementara tak jauh dari situ, kulihat di pos ronda para pemuda tengah asyik tertawa-tawa. Entah mereka sedang main kartu atau domino, yang pasti sepertinya mereka pakai sumbat telinga. Karena sudah adzan pun seolah tak ada apa-apa, merasa terpanggil untuk shalat pun tidak. Na'udzubillah...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Selesai shalat aku kembali ke surga 24 meter kubik ku. Rencananya aku mau langsung tidur, tapi sepertinya godaan on-line membuatku menunda jam tidurku. Ya, untung saja ada modem di kamar, laptop setiaku juga selalu manut, langsung saja aku operasikan dan dalam sekejap terbukalah jendela dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Disamping aktifitas utamaku ketika on-line (nge-eksis di situs jejaring sosial, hehe...), aku teringat kejadian tadi maghrib, hingga aku searching di mbah-nya search engine, dan kutemukan sebuah tulisan menarik seputar memakmurkan Masjid.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Disana kujumpai penulis menukil sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : "&lt;em&gt;Kalau seandainya manusia mengetahui besarnya pahala yang ada pada panggilan (adzan) dan shaf pertama kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan undian maka pasti mereka akan mengundinya. Dan kalaulah mereka mengetahui besarnya pahala yang akan didapatkan karena bersegera menuju shalat maka mereka pasti akan berlomba-lomba (untuk menghadirinya). Dan kalaulah seandainya mereka mengetahui besarnya pahala yang akan didapatkan dengan mengerjakan shalat isya dan subuh, maka&amp;nbsp; pasti mereka akan mendatanginya meskipun harus dengan merangkak.&lt;/em&gt;" (HR. Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 437)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Masyaallah, belum selesai aku ter-nganga membaca hadits yang dahsyat itu ternyata penulis masih mengutip hadits lain dari seorang shahabat bernama Abu Said al-Khudri radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat para sahabatnya terlambat, maka beliau bersabda kepada mereka : "&lt;em&gt;Kalian majulah ke depan dan bermakmumlah di belakangku, dan hendaklah orang yang datang setelah kalian bermakmum di belakang kalian. Terus-menerus suatu kaum itu membiasakan diri terlambat mendatangi shalat, hingga Allah juga mengundurkan mereka (masuk ke dalam surga).&lt;/em&gt;" (HR. Muslim no. 438)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Waw! Lagi-lagi aku tercengang membaca sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam yang dahsyat itu. Rasanya mengena sekali. Padahal selama ini yang kutahu hanya hadits yang berbunyi : "&lt;em&gt;Sebaik-baik shaf kaum laki-laki adalah di depan, dan sejelek-jeleknya adalah paling belakang. Dan sebaik-baik shaf wanita adalah paling belakang, dan sejelek-jeleknya adalah yang paling depan.&lt;/em&gt;" (HR. Muslim no. 440). Yang hadits ini pun tidak semua muslim memahaminya dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mungkin hadits-hadits tersebutlah yang dipahami oleh masyarakat disekitar Masjid kecil tadi maghrib. Mereka memahami bahwa shalat berjama'ah di Masjid bagi kaum pria itu hukumnya adalah sunnah mu'akkad, dan bagi kaum wanita shalat berjama'ah di Masjid tetap diperbolehkan jika kondisi nya aman dan memungkinkan. Bahkan aku teringat bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam amat menekankan bagi kaum pria agar melaksanakan shalat wajib berjama'ah di Masjid. Buktinya adalah pernah suatu ketika seorang buta datang kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam minta keringanan untuk tidak ikut berjama'ah di Masjid dengan alasan tidak ada orang yang menuntunnya, maka Rasulullah tetap menyuruh pria buta itu datang ke Masjid jika ia masih mendengar suara adzan (cek shahih Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Inilah bukti bahwa jama'ah itu memang penting! Ya, bagaimana tidak? Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam amat menekankan agar seorang muslim tetap dekat dengan jama'ah, karena disanalah ruh orang-orang beriman. Dalam kesibukan sehari-hari kita,&amp;nbsp; kita sampai jarang berjumpa saudara-saudara seiman, maka ketika adzan itulah jawaban atas kerinduan. Semua saudara seiman kita seharusnya berkumpul di Masjid kala waktu shalat, dan disanalah kita akan berukhuwah, saling menasihati, saling mengingatkan, saling menguatkan, dan silaturrahim akan terjalin, dan kekuatan umat pun akan terbangun dan kokoh. Urusan seorang itu bahkan buta, itu bukan masalah. Yang penting ia datang ke Masjid, maka seorang saudaranya pasti akan membantunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Inilah fungsi Masjid, sebagai wadah jama'ah, BUKAN SARANG TERORIS!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bagaimana mungkin rumah Allah yang mulia ini kini difitnah sebagai cikal bakal tumbuhnya kekacauan? Sungguh itu adalah fitnah yang amat keji, dan yakinlah Allah akan membalas semua makar itu, karena Allah sebaik-baiknya pembalas tipu daya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Masyaallah, aku terus berdialog dengan hatiku yang semakin bersemangat menggali ibrah (hikmah pelajaran) lebih dalam lagi dari kejadian tadi maghrib. Senyum-senyum sendiri, kadang geleng-geleng kepala sendiri, hahaha... aku sudah seperti orang kesurupan. Ya, kesurupan hidayah dari Allah, duh nikmatnya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kembali hadits tadi kubaca-baca. Ya, memang inilah yang dipahami masyarakat Masjid kecil tadi maghrib. Mereka tahu, bahwa shaf pertama jama'ah laki-laki memiliki keistimewaan luar biasa. Baca saja sendiri hadits tadi lagi. Bahkan Rasulullah sampai menggambarkan seandainya kita tahu benar betapa luar biasanya shaf pertama, maka kita pasti akan mengadakan undian demi mendapatkan singgasana sajadah di shaf pertama. Subhanallah...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Tahukah kamu sesuatu apa yang sampai-sampai jadi objek undian itu?", tanya kata hatiku. "Tentulah ia sesuatu yang sangat istimewa. Istimewa! Sangat istimewa!", kata hatiku sedikit bawel. Ya, aku jadi teringat salah satu kuis reality yang tayang di tivi. Tebak-tebakan tirai, mengundi nasib dan keberuntungan, hanya demi mendapat sebuah mobil yang kelihatannya mewah. Itu hanya mobil, ah... cuma duniawi. Sedangkan ini? Pahala dari Allah yang luar biasa. Efeknya dunia akhirat coy! Bagaimana mungkin kita tidak ngiler? Untung saja kita tidak diberi tahu seberapa besar manfaatnya jika kita bisa shalat berjama'ah di shaf pertama. Kalaulah kita tahu, mungkin sampai terjadi pertumpahan darah demi memperebutkan shaf terdepan. Lebay? Tidak, ini tidak lebay sama sekali. Inilah kenyataannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Siapa yang tidak mau masuk surga lebih dulu (baca hadits selanjutnya)? Adakah diantara kita yang mau masuk surga belakangan? Memang sih judulnya ujung-ujungnya tetap masuk surga, tapi kalau bisa lebih dulu kenapa harus belakangan? Kalau surganya udah keburu penuh gimana? Kalau malaikatnya berubah pikiran gimana?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Maka wajarlah kalau seandainya kita tahu betapa besar manfaat bagi diri kita jika kita dapat shaf pertama, maka kita akan berusaha dengan berbagai cara supaya kita bisa jadi yang terdepan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku teringat dengan cerita temanku yang Alhamdulillah Allah memberinya kesempatan berkunjung ke tanah suci Makkah dan Madinah dalam lawatan umroh nya. Ia memang seorang yang baik dan cukup ilmunya, hingga kala itu ia telah mengetahui bagaimana keutamaan shaf pertama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ketika ia pulang, aku tanyakan padanya, "Gimana? Dapat nyium hajarul aswad gak?". Dia menjawab, "Alhamdulillah dapat gan, tapi ada yang jauh lebih nikmat daripada itu. Luar biasa, istimintil dah pokoknya...". Aku penasaran, "Apaan tuh?" (Udah kayak Om Jaja Miharja pas bawain kuis dangdut zaman dulu aja tuh, hehehe...). "Aku diberi Allah kesempatan berada di shaf pertama, pas shalat maghrib lagi. Imam nya Syaikh as-Sudais yang suaranya merdu itu lho. Yang murottal MP3 nya sering diputar kalau sebelum Jum'atan... Hehe.", jawabnya sambil senyum-senyum, membayangkan indahnya kala dia berhasil dapat shaf pertama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku heran, memang apa bagusnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Lah, cuma gitu doang? Memang kenapa? Biasa aja tuh...", komentarku yang sedikit agak ketus, karena aku tidak paham apa hebatnya jadi shaf pertama. "Wah, jangan anggap sepele gan...", tukasnya. "Kamu tahu? Shaf pertama itu keutamaannya luar biasa. Cari sendiri deh haditsnya. Bayangin aja, shalat di Masjidil Haram itu pahalanya 100.000 kali lipat daripada shalat di Masjid lain. Belum lagi kalau berjama'ah pasti dilipatgandain jadi 25 sampai 27 derajat. Belum lagi kamu shalat di shaf pertama, shaf yang paling utama. Dan kamu tahu aku shalat dimana? Di depan Ka'bah Men! Depan Ka'bah! Artinya, aku shalat di shaf paling pertama dari seluruh shaf di dunia... Mana imamnya Syaikh as-Sudais lagi, aku dengerin murottalnya live in shalat, gak perlu pakai MP3 segala. Subhanallah...", ia bercerita sambil menerawang langit dan senyam senyum sendiri, tangannya mengelus-elus dada dan akhirnya memegang pipinya yang sudah pegal karena kebanyakan senyum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Subhanallah. Kalau sekarang kuingat lagi ceritanya itu, memanglah wajar ia merasa shalatnya saat itu jauh lebih istimewa daripada mencium hajarul aswad. Jauh terasa lebih nikmat daripada ia meminum zam-zam. Jauh terasa lebih indah daripada ia shalat dalam hijr Ismail. Ia bercerita bagaimana perjuangannya meraih shaf pertama di depan pintu Ka'bah. Pernah sekali ia shalat di shaf pertama, tapi di belakang pembatas hijr Ismail, berbeda sisi Ka'bah dengan sang imam. Ia tak puas. Lalu ia mencoba lagi untuk shalat di shaf pertama yang berada di belakang imam. Ia memang mengincar waktu maghrib, karena biasanya imamnya adalah Syaikh as-Sudais yang terkenal syahdu suaranya dan baik akhlaqnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Percobaan pertamanya gagal, karena ia terlambat mem-booking shaf. Padahal ia sudah datang setengah jam sebelum waktu adzan. Akhirnya percobaan keduanya ia lakukan lagi, dan gagal lagi. Padahal ia sudah berhasil duduk di shaf pertama, tapi mendekati waktu shalat ia disuruh pindah ke shaf belakang karena shaf tempatnya duduk sudah ada yang punya, yakni para pemuka-pemuka Masjidil Haram. Masyaallah, betapa geramnya dia. Dia mencoba protes tapi yang ada dia malah didorong-dorong oleh Polisi Masjid, dipaksa pindah ke shaf belakang. Percobaan ketiganya barulah ia berhasil. Satu jam sebelum adzan dia sudah nongkrong dekat rukun Iraqi. Satu jam dia bertahan ditabrak-tabrak oleh orang yang sedang tawaf. Dia diprotes oleh banyak orang karena dianggap mengganggu lintasan tawaf, tapi dia bersikukuh tetap duduk disana. Semakin mendekati waktu shalat, semakin banyak orang yang duduk berbaris disampingnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hingga duduklah di sebelahnya seorang pemuda Badui yang amat ramah dan humoris. Ia tampaknya adalah santri dari Ma'had Masjidil Haram. Lalu dengan bahasa arab temanku ini yang pas-pasan, ia mencoba ngobrol dengan pemuda arab yang tak pandai berbahasa inggris itu. Walhasil, si pemuda arab tadi terkesan dengan temanku dan suka berbincang dengannya. Sampai sempat juga sebenarnya temanku itu diusir oleh Polisi Masjid karena shafnya mau dipakai untuk para Syaikh Masjidil Haram, tapi si pemuda arab tadi membela temanku dan akhirnya ia tetap berada pada shafnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Subhanallah, demikianlah perjuangan seorang temanku demi mendapatkan shaf pertama. Shaf terbaik yang ada dari sekian banyak shaf dalam Masjid.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Lagi-lagi, inilah yang dipahami oleh masyarakat Masjid kecil tadi sore, hingga mereka berebut berada di shaf pertama. Mereka paham, posisi menentukan kesuksesan masa depan. Demikianlah ajaran Islam, sungguh luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Saya pernah ikut sebuah training motivasi, dan sang Trainer menyuruh peserta untuk mengisi kursi didepan yang rata-rata masih kosong. Dia mengatakan, "Anda adalah calon orang sukses, calon orang terdepan, maka biasakanlah diri anda berada di depan, supaya anda tidak kaget ketika benar-benar menjadi orang sukses dan terdepan.", maka sungguh dengan ini kukatakan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam telah jauh lebih dulu mengajarkan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Inilah kesempurnaan Islam. Oh..., aku jadi merinding sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari Masjid kecil yang masyarakatnya menghidupkan sunnah itu. Mulai dari membiasakan shalat wajib berjama'ah di Masjid, kemudian jama'ah pria nya berebut ada di shaf pertama, belum lagi si bapak yang mengajariku bersalaman ketika berjumpa, dengan salaman yang hangat dan diperlama. Belum lagi masyarakatnya yang terbiasa shalat shubuh di Masjid, mungkin begitu pula dengan shalat isya', karena mereka tahu bahwa dua shalat itu memiliki keutamaan yang luar biasa jika dilaksanakan di Masjid, dan hanya orang-orang munafiq sajalah yang merasa berat untuk mengerjakan dua shalat itu berjama'ah di Masjid (cek shahih Bukhari no. 141 dan shahih Muslim no. 651).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ya, dari Masjid kecil itulah aku dapat banyak hikmah dan pelajaran. Lagi-lagi Allah memberi hidayah kepadaku agar aku lebih dekat dengan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sungguh tertanam tekad dihati ini bahwa akupun akan selalu berusaha menjadi yang terdepan. Dimulai dari shalat berjama'ah di Masjid. Aku tak mau kalah dengan temanku yang tadi kuceritakan. Aku bangga dengan Islam, karena ia mengajarkanku hidup dalam kesuksesan. Tak hanya di dunia, tapi juga di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Wahai shaf pertama, tunggu aku dalam setiap waktu shalat. Jika aku sering menjadi bagian darimu, pastilah aku akan jadi bagian terdepan dalam setiap karir-karirku. Jika aku sering menjadi bagian darimu, pastilah aku jadi bagian dari golongan orang-orang yang pertama masuk kedalam surga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Amin ya Rabbal 'alamin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Yogyakarta, 5 Oktober 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;a href="https://www.facebook.com/kapandut"&gt;Akhu Mahib&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-3846412921275639408?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/3846412921275639408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=3846412921275639408&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3846412921275639408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3846412921275639408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2011/10/kuraih-shaf-pertama.html' title='Kuraih Shaf Pertama'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-3413365239875831029</id><published>2011-10-01T09:19:00.000-07:00</published><updated>2011-10-01T09:19:37.371-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'>Menjadi Mentor Luar Biasa!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fMr3zMXqvGI/TZG2ZzaYaKI/AAAAAAAAAzs/Q2fc3CDMiiU/s1600/mentor.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-fMr3zMXqvGI/TZG2ZzaYaKI/AAAAAAAAAzs/Q2fc3CDMiiU/s320/mentor.jpg" width="253" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sahabatku yang senantiasa memberikan nilai-nilai kebaikan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kita ini adalah guru bagi siapa pun. Guru yang tidak harus berlabel sebagai pengajar di sebuah sekolah atau bimbingan belajar atau di sebuah perguruan tinggi. Kita bisa jadi pengajar bagi orang lain, dalam diskusi, dalam bertukar pikiran, dalam ruang kecil bernama kamar atau dalam kehidupan yang tak pernah kita duga. Guru, digugu dan ditiru. Ia adalah pengumpan kebaikan dan membimbing manusia yang buruk menuju manusia yang berbudi pekerti mulia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kita merupakan seorang muslim. Seorang muslim dituntut untuk menjadi guru kehidupan bagi orang lain. Dakwah yang telah mengalir dalam darah kita, menelusuri setiap kewajiban untuk mengingatkan siapa pun menuju jalan ALLOOH SWT. Jalan yang akan mengangkat derajat manusia menjadi mulia di sisi ALLOOH SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kita mengurusi ummat yang telah berada dalam titik nadir kehancuran. Kita perlu menyadarkan mereka, sehingga bagi siapa pun, mari menjadi pengajar dan mengajari mereka bagaimana menemukan islam serta menyelami setiap makna kebenaran dari ALLOOH SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri“&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;(Fussilat ayat 33)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sahabatku yang senantiasa berlaku seperti pengajar,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tentu sebelum kita menjadi seorang pengajar atau biasa disebut seorang tutor atau musyrif, maka kita pernah berlaku menjadi yang diajar, ditutorkan atas daris. Maka, tentu seorang yang mulia adalah mereka yang tidak menghambat keilmuannya terbatas pada dirinya saja, tetapi berusaha ia tebarkan bak harum-haruman yang dapat tercium oleh siapa pun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Layaknya seorang tentara yang akan berjuang di medan perang, ia akan berusaha menyiapkan strategi, peralatan dan diri agar tidak mudah kalah dan terjebak dalam kesalahan. Begitu juga dengan seorang pengajar, ia harus mendesign perilakunya, mendesign pengajarannya, agar orang tertarik dengan bahasa kita dan tsaqofah yang berasal dari ALLOOH SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/313755_2250195128940_1070092587_2616084_1952363631_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="268" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/313755_2250195128940_1070092587_2616084_1952363631_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Perihal di atas, adalah permasalahan keseharian yang bisa jadi diantara kita pernah menemukan sosok – sosok guru seperti tersebut. Dan saya pun terkadang, masih melihat permasalahan ini dalam diri saya pribadi. Ya, oleh karena itu kita juga perlu belajar dari kepribadian kita sendiri, belajar memperbaiki diri agar kita dapat menuju upaya maksimal menjadi seorang yang mendidik untuk mereka yang bercita-cita dan berhasrat besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Halaqoh, Mentoring, Tutorial dan kegiatan belajar mengajar pada akhirnya menjadi seremonial belaka yang tidak mampu menjawab kepuasan ruhiyah kita untuk menggali ilmu ALLOOH yang luas ini. Jiwa kita bisa jadi hadir dalam pertemuan itu, tetapi gara-gara itu semua batin yang harusnya ikut serta juga terpaksa tak bisa mendengarkannya. Itu semua, bisa jadi kita selaku yang diajar dan mengajar ternyata tak bisa mengerti betapa pentingnya sistem penyaluran keilmuan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Lantas apa yang harus kita lakukan? Apa yang seharusnya kita siapkan untuk itu semua. Maka kita akan mulai dari 3 pertanyaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;1. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; “APA YANG ADA DI DALAM HATI KITA?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;2. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; “ARE YOU LEADER?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;3. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; “APAKAH KITA SIAP UNTUK BERHUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pada pertanyaan pertama, mari kita tuntaskan agar kita dapat mengajarkan semua orang dengan hati yang damai dan penuh kepercayaan. Kita perlu menjawabnya agar kita dapat sepenuh hati dan pengorbanan mengajarkan banyak orang tentang kehidupan dan ajaran islam yang menyeluruh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Apa yang ada di dalam hati kita? Maka, dalam hati kita, terisi tentang dari semua ilmu yang kita dapatkan ini, kita berikan yang baik, yang benar, yang kemungkinan mendekati kesalehan dan tentu yang dapat mendidik manusia menjadi pribadi yang soleh dan taqwa. Di dalam hati kita, yang telah memilih bagian jalan islam, dan memberikan pengajarannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Yang kita ajarkan untuk memenuhi keilmuan, kepuasan jiwa yang terlampau rapuh. Di dalam pembelajaran itu, kita harus niatkan bahwa yang kita ajarkan adalah sebuah hikmah yang harus disampaikan dengan benar dengan siapa yang kita ajarkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;“Serulah manusia ke jalan tuhanmu dengan hikmah &amp;amp; pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik”.(An Nahl ayat 125)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pertanyaan kedua, sejauh mana kita dapat memimpin diri kita, bertanggung jawab atas apa yang kita punya. Ilmu yang kita dapat adalah tanggung jawab yang harus diberikan kepada mereka yang berhak untuk mendapatkan pengetahuan dari kita. Menyembunyikan ilmu merupakan bentuk dari kegagalan kita menjadi pemimpin. Melatih menjadi seorang pengajar berarti juga berusaha menjadi pemimpin. Lihat saja, seorang Ayah akan belajar bagaimana memimpin keluarganya. Bisa jadi dengan memberikan pengajaran kepada anak-anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Belajar menjadi seorang tutor, juga belajar bagaimana teknik memimpin. Dan disinilah, kita dapat meraih dan mengejar ilmu kepemimpinan tanpa kita sadari. Dengan kesabaran, keikhlasan dan pengorbanan untuk memberikan kebaikan kepada orang lain maka kita telah berusaha memiliki sifat-sifat kepemimpinan. Jadi, “Are you leader?” di sini adalah kesungguhan anda untuk menjadi pemimpin yang baik, yang dikenal dapat bertukar pikiran, terbuka dan ramah. Juga bijaksana dalam menilai sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;“Orang paling berguna di dunia hari ini adalah pria/wanita yg tahu bagaimana bergaul dengan orang lain”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;(“Winning with People”, John Maxwell)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pertanyaan ketiga diselesaikan dengan seberapa banyak anda dapat berkomunikasi. Dakwah mau tidak mau memerlukan komunikasi. Karena bahasa dakwah adalah bahasa komunikasi. Semakin tinggi tingkat dan derajat manusia di dunia, maka bahasa yang digunakan pun harus disesuaikan. Tentu, ini merupakan salah satu teknik agar pesan-pesan yang disampaikan dapat dipahami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jadi kita akan mendealkan, bahwa yang namanya pengajar, adalah mengajarkan sesuatu dan menuaikannya. Prosesi dakwah adalah prosesi yang menyatukan ketulusan hati yang didasarkan niat yang penuh keikhlasan karena ALLOOH, keterampilan dalam memimpin untuk menyadarkan manusia untuk bersegera menuju kesempurnaan islam dan menggunakan bahasa komunikasi yang dapat dimengerti banyak orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sahabatku yang senang dalam dakwahnya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sesungguhnya, kita-kita ini adalah makhluk yang akan kembali kepada ALLOOH SWT. Alur perjalanan dakwah yang bercita-cita membangun peradaban islam yang agung ini belum tahu benar sudah berada di jalur yang mana. Kemenangan, kejayaan dan kesatuan ummat dimulai dari keberanian kita untuk mendewasakan pemikiran kita dan menyebar luaskannya. Jadilah guru kehidupan, jadilah pembelajar sejati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ibnu Abbas r.a berkata, “Tiga hak yang harus aku penuhi untuk teman bicaraku: (1) memandangnya dengan mataku jika ia menghadapku, (2) Meluaskan tempatnya jika ia duduk, (3) mendengarkan dengan seksama jika ia berbicara”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Selain itu, seorang guru adalah mereka yang menjadi pendengar dan sekaligus pemberi nasehat. Ingatlah, terjun sedalam-dalamnya dalam mengenal kepribadian dan pemikirannya. Bersabar atas keluh kesahnya, karena keluh kesahnya tak akan sebesar permasalahan ummat yang hidup tanpa kemuliaan islam ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;“Kita adalah cermin diri kita Siapa kita, menentukan bagaimana kita melihat orang lain dan bagaimana orang memandang kita. Maka orang pertama yang harus diperiksa adalah diri kita sendiri”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;(Zero Mind)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ingatlah, bisa jadi ini akan mengubah kehidupan dan kepribadian kita. Mengelola perubahan diri dan kesetaraan jiwa serta mengangkat kita menjadi pribadi yang mudah bermuhasabah. Seorang yang besar bukan langsung menjadi besar pengaruhnya, tetapi ia hidup dari proses bersosialisasi dan menyebarkan ide-idenya dengan menjual program dan pemikirannya kepada orang lain, agar orang tersebut menyadari betapa penting kehadiran pemikiran dan jiwa orang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;“Dakwah atau mentoring adalah berarti seni menyentuh hati dan pemikiran , dan hati tidak akan pernah tersentuh sebatas retorika indah. Ia butuh hati yang satu frekuensi dan saling beresonansi. Maka sentuhlah hati dengan hati, sentuhlah pemikiran dengan pemikiran”.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;a href="https://www.facebook.com/notes/rizqi-awal-el-palembani/menjadi-mentor-luar-biasa/10150317935693099"&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-3413365239875831029?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/3413365239875831029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=3413365239875831029&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3413365239875831029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3413365239875831029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2011/10/menjadi-mentor-luar-biasa.html' title='Menjadi Mentor Luar Biasa!'/><author><name>Zulfahmi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17208489261506501149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_xAiSIxR-Lxw/SUXftwuFKsI/AAAAAAAAABw/u-AiV8f7lK0/S220/ht.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fMr3zMXqvGI/TZG2ZzaYaKI/AAAAAAAAAzs/Q2fc3CDMiiU/s72-c/mentor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-7540749622593336846</id><published>2011-09-28T16:14:00.000-07:00</published><updated>2011-09-28T16:14:10.451-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'>Industri dan Teknologi Militer Negara Khilafah</title><content type='html'>&lt;a href="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/mil1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="221" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/mil1.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: block; font: inherit; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline; width: 400px;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; line-height: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Masa awal pemerintahan Islam, jihad sebagai metode mendasar penyebaran dakwah Islam telah menjadi bagian penting dari upaya membangun kekuatan Daulah Islam. Jihad adalah perang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah. Oleh sebab itu diperlukan persiapan baik logistik, formasi perang, strategi, komandan dan para pasukan serta persenjataan. Persenjataan mengharuskan adanya industri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; direction: rtl; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 46px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ ﴿٦٠﴾&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;“&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan unuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian, dan orang-orang selain mereka yg tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya.&lt;/em&gt;” [Q.S. Al-Anfal: 60]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan untuk membangun kekuatan agar musuh yang dihadapi merasa gentar. Sedangkan musuh tidak akan gentar kecuali dengan adanya persiapan, dan persiapan itu mengharuskan adanya industri persenjataan. Ayat di atas mengandung ‘illat syar’I bagi kaum Muslim untuk mempersiapkan kekuatan (kuda-kuda untuk berperang). Dan ‘melontarkan rasa takut kepada musuh’ merupakan ‘illat-nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kewajiban ini dipahami menurut dalâlah iltizâm atau kaidah&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;mâ lâ yatimmu al-wâjib illâ bihi fahuwa wâjib&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(suatu kewajiban yang tidak akan sempurna kecuali dengan adanya sesuatu maka sesuatu itu menjadi wajib hukumya). Jadi, mendirikan industri militer/perang wajib hukumnya berdasarkan mafhum dari dalil tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-weight: bold; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Manjaniq (Swing-beam)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Manjaniq pertama kali digunakan oleh kaum Muslim pada peristiwa pengepungan Bani Thaif. Adalah Salman Al-Farisi -seorang Persia yang masuk Islam di masa Rasulullah Saw- orang pertama yang memproduksi senjata ini atas perintah Nabi Saw.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-color: initial; border-style: initial; font: inherit;"&gt;&lt;img alt="" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/mil2.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: block; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline; width: 400px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manjaniq merupakan mesin balok pengayun yang dioperasikan oleh orang-orang yang menarik tali pada satu sisi balok sehingga ujung yang lain akan berayun sangat kuat dan menembakkan misil dari tali yang menempel pada ujungnya.[1]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Manjaniq sebenarnya telah dikenal sebelum masa penaklukan Islam. Bangsa Avar pernah menggunakannya pada penyerbuan Thessalonica di tahun 597 M. Bahkan mesin pelontar ini dipercayai dicipta pertama kali oleh China antara abad ke-5 dan ke-3 SM, dan sampai ke Eropa sekitar 500 M[2]. Lalu pada masa pemerintahan Islam, Salman mengusulkannya kepada Nabi Saw sebagai senjata perang, seperti yang diriwayatkan dalam Sirah al-Halabiyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;“Hingga pada hari pecahnya dinding benteng Thaif,” demikian Ibnu Hisyam meriwayatkan dalam kitab Sirah-nya, “Sekelompok sahabat Rasulullah Saw masuk ke dalam bawah dababah[3], lalu mereka berusaha masuk ke dalam dinding benteng Thaif agar mereka bisa membakar pintu benteng. Bani Tsaqif lalu melemparkan potongan-potongan besi yag telah dipanaskan dengan api sehingga membakar dababah yang ada dibawahnya, kemudian Bani Tsaqif melempari mereka dengan anak panah sehingga beberapa orang gugur.” [4]&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Atas usulan Salman ini, Nabi Saw langsung mengangkatnya sebagai mudir[5] untuk mengelola industri militer dan memproduksi manjaniq untuk memperkokoh kekuatan pasukan artileri yang dipersiapkan untuk terjun ke medan tempur.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-weight: bold; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Pedang Damaskus (Sword of Damascus)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dihiasi dengan ornamen garis bergelombang, lentur, ringan, dan mampu menembus baju zirah, menjadikan pedang damaskus salah satu senjata perang paling bersejarah.&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-color: initial; border-style: initial; font: inherit;"&gt;&lt;img alt="" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/mil3.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: block; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline; width: 400px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pedang ini diproduksi di Damaskus pada abad ke-12 M.[6] Eropa lalu mencoba membuat yang serupa dengannya, namun hingga saat ini masih belum mampu meniru 100%. Bahkan dengan teknologi metalurgi sekalipun belum dapat membuat tandingan yang memiliki ketajaman yang sama dengan Pedang Damaskus ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Pedang yang pernah membuat gentar Pasukan Salib ini, memiliki semacam lapisan kaca di permukaannya. Sutra akan terbelah bila jatuh di atasnya. Pedang lain pun akan menemui nasib yang sama jika beradu dengannya. Tidak ada yang menyangka, bahwa ilmuwan Muslim telah menerapkan teknologi nano sejak seribu tahun yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;img alt="" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/mil4.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: block; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline; width: 400px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ratusan tahun, tidak ada yang mengthui rahasia kehebatan pedang tanpa tanding ini. Adalah John D. Verhoeven -seorang profesor metalurgi modern dari Iowa State University- yang berkolaborasi dengan Alfred H. Pendray, seorang tukang besi dari Florida, yang telah mencoba membuat pedang ini selama bertahun-tahun. Dari penerapan nanoteknologi bahan impurities (non-besi dan non-carbon) dalam adonan baja yang membentuk pola mirip aliran air yang dikenal dengan Multi Walled Carbon Nano Tube[7], barulah diketahui rahasia di balik kehebatan pedang damaskus ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-weight: bold; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Teknologi Pembuatan Mesiu (Gunpowder)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak hanya mumpuni dalam seni membuat pedang, kaum Muslim juga mampu mengembangkan teknologi pembuatan mesiu. Walaupun senyatanya bubuk mesiu pertama kali ditemukan di Cina yang digunakan sebagai alat pembakaran pada abad 9 M, dua abad sebelumnya seorang ahli kimia Muslim Khalid bin yazzid telah mengenal lebih dulu potassium nitrat (KNO3), bahan utama pembuat mesiu.[8]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;img alt="" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/mil5.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: block; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline; width: 400px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eropa baru mengenal mesiu setelah dibawa oleh pasukan Mongol pada tahun 1240 M.[9] Dan selanjutnya dikembangkan menjadi bahan peledak, misalnya untuk mendorong peluru, kemudian seabad setelahnya disempurnakan menjadi senjata api.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Jauh sebelum Eropa mengembangkan teknologi pembuatan mesiu, ilmuwan-ilmuwan Muslim telah lebih dulu mencobanya. Banyak ilmuwan Mulim yang menguasai teknik pemurnian potassium, sebuah teknik yang tak diketahui oleh orang-orang Cina. Jabir Ibnu Hayyan (wafat tahun 815 M), Abu Bakar Al-Razi (wafat tahun 932), dan Hasan Al-Rammah adalah ilmuwan-ilmuwan Muslim yang telah menguasai teknik ini dan telah dijelaskan di dalam karya-karya mereka. Teknik pemurnian ini dilakukan agar potassium bisa digunakan sebagai bahan peledak.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;img alt="" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/mil6.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: block; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline; width: 400px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemurnian potassium ini pernah diklaim Barat sebagai temuan Roger Bacon. Namun klaim ini dipatahkan sendiri oleh ilmuwan Barat lainnya yaitu Partington. Hasan Al-Rammah telah menjelaskan proses ini secara rinci di dalam karyanya Al-Furusiyyah wa Al-Manasib Al-Harbiyyah. Penguasaan Al-Rammah atas penggunaan bubuk mesiu sangat luar biasa. Ia telah berhasil menulis sebanyak 107 rumus atau resep penggunaan mesiu. 22 resep di antaranya diracik khusus untuk membuat roket.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Saat Perang Salib meletus tahun 1249 M, Raja louis IX dan para pasukannya pernah merasakan kehebatan moncong meriam dan roket kaum Muslim. Betapa hebatnya dampak proyektil yang ditembakkan pasukan Muslim, membuat Raja Louis IX kewalahan dan akhirnya takluk. Peristiwa itu diakui sendiri oleh Jean de Joinville, salah seorang perwira tentara Perang Salib.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-weight: bold; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;The Mohammed’s Greats Gun&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah salah satu senjata paling fenomenal yang digunakan dalam perang paling menakjubkan sepanjang sejarah. The Mohammed’s Greats Gun, itulah sebutan senjata yang dibuat pada tahun 1942 ini . Meriam ini dibuat sebagai jawaban atas keinginan Muhammad al-Fatih untuk menjebol benteng pertahanan Kostantinopel.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;img alt="" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/mil7.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: block; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline; width: 400px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku dapat membuat meriam tembaga dengan kapasitas seperti yang Anda inginkan,” kata Orban -seorang ahli insinyur yang diundang Al-Fatih ke Adrianopel-, “Aku telah mengamati secara detail tembok di Konstantinopel. Aku tidak hanya akan memorakporandakan tembok itu dengan senjataku. Bahkan, tembok Babilonia pun akan hancur karenanya.”[10]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;img alt="" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/mil8.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: block; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline; width: 400px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja hal ini disambut gembira oleh Muhammad Al-Fatih. Impian untuk mewujudkan bisyarah Rasulullah Saw (tentang takluknya Kontantiopel) sudah di depan mata. Maka dijalankanlah proyek tersebut. Dan senjata terbesar di dunia yang pernah ada pada masanya akhirnya berada dalam genggaman Muhammad Al-Fatih. Memiliki panjang 8,2 meter, diameter 76 cm, dengan berat 18,2 ton, meriam ini sanggup melontarkan bola besi padat berdiameter 70 cm dengan berat 680 kg sejauh 1,6 km.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-weight: bold; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Militer Hebat, Negara pun Kuat&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; line-height: 23px;"&gt;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Pasukan Utsmaniy sangat cepat gerakannya,” ujar Bertrand de Broquiere –seorang pengembara asal Perancis-, “Seratus pasukan Kristen akan jauh lebih gaduh dari sepuluh ribu pasukan Utsmaniy. Tatkala genderang perang telah ditabuh, maka dengan segera mereka akan bergerak, mereka tidak akan berhenti melangkah hingga komando dikeluarkan. Mereka adalah pasukan yang terlatih. Dalam semalam mereka mampu melakukan tiga kali lipat perjalanan yang dilakukan oleh musuh-musuhnya orang-orang Kristen.&lt;/em&gt;”[11]&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://www.eramuslim.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Kaum Muslim memang telah berhasil membangun angkatan bersenjata yang kuat dan pasukan yang terlatih. Walaupun tidak bisa dikatakan bahwa militer sebagai satu-satunya faktor penentu kemenangan di medan perang, tetapi ia merupakan salah satu sebab di antara sebab-sebab yang mengantarkan kepada kemenangan. Maka tak heran jika Rasul Saw sangat memperhatikan strategi perang, kekuatan pasukan, dan persenjataan di setiap peperangan. Dan selanjutnya juga menjadi perhatian para Khalifah pada masa sesudahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://www.eramuslim.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Di masa Abbasiyah, sebagaimana yang dituturkan oleh Philip K. Hitti,&amp;nbsp;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“tentara kaum Muslim terdiri dari pasukan infanteri (harbiyah) yang bersenjatakan tombak, pedang dan perisai, pasukan panah (ramiyah) dan kavaleri (fursan) yang mengenakan pelindung kepala dan dada, serta bersenjatakan tombak dan kapak. Tiap pasukan pemanah membawa pelontar nafa (naffathun), mengenakan pakaian anti api dan melontarkan bahan mudah terbakar ke pasukan musuh.&lt;/em&gt;”[12]&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://www.eramuslim.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Ibn Shabir al-Manjaniqi, seorang arsitek kondang pada masa an-Nashir (1180 – 1225), telah menulis sebuah buku tentang teknik dan seni peperangan. Pada masa itu juga, para arsitek telah membangun mesin pengepung, seperti katapul, pelontar, dan pendobrak.[13]&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://www.eramuslim.com/img/line.gif); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak hanya tangguh di darat, tentara kaum Muslim pun hebat di laut. Mu’awiyah adalah khalifah pertama yang melancarkan jihad melalui lautan. Kemudian pada masa Khalifah Abdul Malik, industri peralatan maritim untuk pertama kalinya dibangun di Tunisia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; line-height: 23px;"&gt;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Dari sana, penaklukan atas Sisilia diberangkatkan,”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;demikian Ibnu Khaldun menceritakan dalam Muqaddimah-nya,&amp;nbsp;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: italic; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Dan pada masa itu pula ditaklukkan Qusharrat. Setelah itu di bawah Bani Ubaidi dan Bani Umayyah, armada Ifriqiyah dan Andalusia terus-menerus bergantian menaklukkan kota demi kota.”&lt;/em&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font: inherit; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; line-height: 23px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: italic; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Selama masa pemerintahan Daulah Islamiyah,”&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; line-height: 23px;"&gt;&amp;nbsp;lanjut Ibnu Khaldun,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: italic; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“kaum Muslim menaklukkan seluruh sisi lautan. Kekuasaan dan dominasi mereka semakin luas. Bangsa Kristen tak dapat berbuat apa-apa terhadap armada kaum Muslim, di mana pun di laut Tengah. Sepanjang waktu, kaum Muslim mengarungi gelombang untuk menguasai semua semenanjung yang membujur di pantai Laut Tengah, seperti Mayorca, Minorca, Ibiza, Sardinia, Sisilia, Pantelleria, Malta, Crete, Cypus, dan semua provinsi Mediterranean Romawi dan Franka.”&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; line-height: 23px;"&gt;&amp;nbsp;[15]&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; line-height: 23px;"&gt;Penaklukan dan penyebaran Islam yang begitu massif bukanlah semata-mata karena militer yang kuat, tetapi faktor utama semua itu adalah ideologi Islam. Motivasinya pun bukan lantaran memburu ghanimah (harta rampasan perang) atau sumber daya alam. Semua wilayah yang akan ditaklukkan sama di mata kaum Muslim, baik kaya maupun miskin. Seperti Afrika Utara yang tak punya kekayaan apa pun, kaum Muslim dengan penuh keyakinan masuk ke sana dan menyebarkan Islam.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; line-height: 23px;"&gt;Sungguh, suatu saat nanti musuh-musuh Islam akan terperangah menyaksikan kekuatan kaum Muslim bangkit kembali. Mereka akan menggenggam Timur dan Barat sebagaimana orang-orang sebelum merka. Islam akan masuk sedemikian cepat ke dalam setiap rumah dengan segenap kemuliaannya.&lt;/span&gt;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: italic; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Sungguh perkara agama ini,” demikian Rasul Saw mensabdakan dalam riwayat Imam Ahmad, “akan sampai ke seluruh dunia sebagaimana sampainya malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun, baik di tengah penduduk kota atau di tengah penduduk kampung, kecuali Allah akan memasukkan agama ini ke dalamya dengan kemuliaan yang dimuliakan dan kehinaan yag dihinakan; kemulian yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekufuran.”[16]&lt;/em&gt;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: italic; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Wallahu a’lam bi ash-showwab.&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; line-height: 23px;"&gt;[Kusnady Ar-Razi/eramuslim]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-position: 0px 0px; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-style: normal; font-variant: normal; font: inherit; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; padding-bottom: 0px; padding-left: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-weight: bold; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Endnotes:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[1] Hugh Kennedy dalam The Great Arab Qonquests, Alvabet, hlm. 75.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[2] Ibid, hlm. 75&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[3] Semacam tank yang terbuat dari kayu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[4] Ibnu al-Qayyim juga menukil riwayat yang sama di dalam Zad al-Ma’ad, keduanya dari Ibnu Ishaq.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[5] Direktur atau yang mengelola departen tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[6] http://www.muslimdaily.net/wacana/3665/seni-membuat-pedang-di-era-khilafah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[7]http://www.lacasadelaespada.com/tiendas/catalogo/product_info.php/cPath/54/products_id/839?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[8] http://www.dakta.com/berita/nasional/1596/teknologi-pembuatan-mesiu-di-masa-khalifah.html&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[9] Phiip K. Hitti dalam bukunya berjudul “History of The Arabs”, Serambi (Jakarta), hlm. 850.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[10] Felix Y. Siauw, sebagaimana tertulis dalam karyanya yang berjudul “Beyond The Inspiration”, Khilafah Press (Jakarta), hlm. 194.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[11] Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi,”Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah”, Pustaka Al-Kautsar (Jakarta), hlm. Xiii. Dikutip dari Lord Kinross pengarang buku “The Ottoman Centuries: The Rise and The Fall of Turkish Empire”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[12] Philip K.Hitti, hlm. 408&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[13] Ibid,hlm. 408&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[14] Ibnu Khaldun dalam “Muqaddimah”, hlm. 316&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[15] Ibid, hlm. 317&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;[16] Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Tamim Ad-Dari r.a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-7540749622593336846?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/7540749622593336846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=7540749622593336846&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/7540749622593336846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/7540749622593336846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2011/09/industri-dan-teknologi-militer-negara.html' title='Industri dan Teknologi Militer Negara Khilafah'/><author><name>Zulfahmi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17208489261506501149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_xAiSIxR-Lxw/SUXftwuFKsI/AAAAAAAAABw/u-AiV8f7lK0/S220/ht.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-6934995279140358390</id><published>2011-09-27T04:20:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T04:20:30.198-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'>Menjadi Terbaik Diantara Yang Terbaik</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://blog.softheme.com/wp-content/uploads/2011/08/best.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="249" src="http://blog.softheme.com/wp-content/uploads/2011/08/best.gif" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;“Jika ada 1 juta pejuang islam, maka salah satunya adalah aku. Jika ada 1000 pejuang islam, maka salah satunya aku. Jika ada 1 pejuang islam, maka itulah aku”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ungkapan diatas sering sekali dikutip mereka yang merasa sebagai pejuang islam. Ya, ungkapan itu memang istimewa, membangkitkan semangat dan memang wajib menjadi jiwa para pejuang. Ungkapan diatas cukup untuk memotivasi , menyindir, ataupun “menampar” bagi para aktivis yang mulai larut dalam kemalasan (&lt;i&gt;futur)&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Semangat untuk menjadi yang istimewa diantara yang tidak istimewa tentu adalah pilihan yang biasa. Namun menjadi yang paling istimewa diantara yang istimewa tentu hal ini adalah pilihan yang luar biasa. Sesuatu yang luar biasa pasti akan lebih berat dan sesuatu yang berat pasti lebih sedikit orangnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kisah pasukan Thalut cukup menjadi pelajaran yang berharga tentang bagi kita. Pasukan Thalut sewaktu haus dan melewati sungai namun dilarang minum kecuali seteguk saja. Ternyata sedikit sekali yang mengindahkan larangan tersebut, sehingga tinggal sedikit pasukan Thalut yang berangkat untuk mengalahkan Jalut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ingat juga ketika Rasulullah Muhammad SAW bersama pasukannya berangkat perang uhud, namun ternyata banyak sekali yang memutar kuda dan memilih kembali karena takut mati. Ingat pula perang khandaq yang pada saat itu madinah dikepung pasukan koalisi kafir ditambah cuaca yang ekstri, sehingga sahabat rasulullah SAW yang tersisa tinggal 300.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Saya juga pernah membaca buku yang berjudul “Pesan-pesan menggugah untuk pengemban dakwah”, yang mana didalam buku itu berisi bahasan-bahasan yang “menampar” para aktivis dakwah. Penulis buku itu menyebutkan bahwa terkadang kader dakwah dalam satu kampung jika dilihat datanya jumlahnya sangat banyak, bisa puluhan bahkan mencapai ratusan. Namun ternyata terdapat fakta yang memprihatinkan, dimana hanya sedikit sekali aktivis dakwah yang mau terjun&amp;nbsp;&lt;i&gt;all-aout&amp;nbsp;&lt;/i&gt;untuk dakwah ini. Mayoritas ternyata hanya menjadikan dakwah ini sebagai sambilan, sehingga prioritasnya berada pada urutan kesekian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Saya juga pernah melihat video dimana seorang mbah-mbah semangat sekali berdakwah dengan menyebarkan buletin Al-Islam kepada tetangga-tetangganya hingga satu kampung. Ada juga yang menderita cacat namun juga dengan semangatnya terus berdakwah. Merekalah orang yang bisa menjadi “tamparan” keras bagi kita-kita yang secara fisik sempurna ini. Terkadang rasa malas masih mendera, mencari seribu alasan untuk meninggalkan dakwah, bahkan menyalahkan dakwah karena aktivitas lainnya merasa terganggu “gara-gara” dakwah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sudah saatnya kita meninggalkan rasa “malas berbuat kebaikan” dan membuangnya ditempat sampah, jangan pernah memungut lagi! Itupun jika kita ingin menjadi yang terbaik diantara yang terbaik, jika tidak, maka nikmatilah rasa malas itu selagi rasa penyesalan belum datang. (Zulfahmi.net, 27 September 20011)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-6934995279140358390?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/6934995279140358390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=6934995279140358390&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6934995279140358390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6934995279140358390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2011/09/menjadi-terbaik-diantara-yang-terbaik.html' title='Menjadi Terbaik Diantara Yang Terbaik'/><author><name>Zulfahmi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17208489261506501149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_xAiSIxR-Lxw/SUXftwuFKsI/AAAAAAAAABw/u-AiV8f7lK0/S220/ht.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-6750650559481150969</id><published>2011-09-25T08:01:00.001-07:00</published><updated>2011-09-25T08:01:54.756-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'>Perguruan Tinggi Ideal</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://adjiwae.files.wordpress.com/2009/03/kampus-fti-uii-02.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; color: #f0a09b; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" height="183" src="http://adjiwae.files.wordpress.com/2009/03/kampus-fti-uii-02.jpg" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(203, 207, 208); border-bottom-style: none; border-bottom-width: 1px; border-color: initial; border-left-color: rgb(203, 207, 208); border-left-style: none; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(203, 207, 208); border-right-style: none; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(203, 207, 208); border-top-style: none; border-top-width: 1px; border-width: initial; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perguruan tinggi adalah tempat menuntut ilmu, maka perguruan tinggi ideal adalah perguruan tinggi yang di desain untuk menghasilkan ilmuan-ilmuan yang kelak akan berguna bagi masyarakat. Di perguruan tinggi ideal, universitas bukan hanya mendidik mahasiswanya namun juga memfasilitasi. Fasilitas bagi mahasiswa ini sangat penting karena tanpa adanya fasilitas kegiatan mencari ilmu akan menjadi kurang maksimal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perguruan tinggi harus mempunyai identitas yang jelas. Yang dengan identitas itulah kebijakan, peraturan, dan sistem universitas dibangun. Perguruan tinggi ideal bukanlah perguruan tinggi yang asal berdiri dan memiliki mahasiswa banyak. Perguruan tinggi ideal bukan dinilai dari seberapa favorit, atau seberapa biaya yang diperlukan untuk masuk kesana. Maka ciri perguruan tinggi ideal pertama harus dilihat dari identitas universitas tersebut. Disini saya menilai bahwa perguruan tinggi ideal haruslah memiliki identitas Islam, mengapa?. Karena Islam adalah agama yang mendorong agar umatnya maju semaju-majunya, dan Islam sekaligus memberikan rambu-rambu yang tidak lain adalah agar umat ini maju dan bukan malah mundur. Kita bisa lihat universitas-universitas di barat terutama Amerika yang di klaim adalah universitas maju, namun mahasiswanya tidak memiliki akhlak. Seks bebas, minum-minuman keras, prostitusi, pakaian yang tidak menutup aurat, sudah menjadi kebiasaan dikalangan akademis disana, bahkan keperawanan pun diperjual belikan disana. Bukankah semua itu justru menunjukkan kemunduran mereka, bahkan hampir menyamai paradaban jahiliyah[1].&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perguruan tinggi ideal (selanjutnya akan saya sebut sebagai perguruan tinggi islam ideal) mestilah memberikan pembinaan-pembinaan agama secara rutin kepada mahasiswanya agar memiliki pengetahuan tentang Islam. Selain itu, diharapkan dari pembinaan-pembinaan agama itu akan lahir para ilmuan, para pengusaha, dan para pemimpin yang akan menjadikan Islam sebagai pegangan mereka serta turut serta dalam memperjuangkan kejayaan Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita ingin melihat sebuah perguruan tinggi islam ideal maka yang harus kita lakukan adalah melihat ke masa lalu, yaitu Sebuah masa-masa dimana Islam memimpin peradaban dunia karena memang peradaban Islam waktu itu merupakan peradaban yang paling maju di dunia. Maka kita harus mengetahui resep-resep atau rahasia mengapa waktu itu perguruan tinggi islam pernah berjaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, pada peradaban itu pemimpin atau khalifah sangat mengharagai para ilmuan. Bagi mereka yang mau meneliti sebuah ilmu pengetahuan maka akan disediakan berbagai fasilitas. Bagi para penulis buku maka dia akan diberi emas yang beratnya sama dengan berat buku tersebut. Inilah penghargaan luar biasa dari pemimpin yang adil saat itu. Inilah yang perlu diadopsi oleh perguruan tinggi islam ideal. Perguruan tinggi islam bukan hanya megah masjidnya namun disamping itu juga harus mempunyai perpustakaan yang besar dan laboratorium yang lengkap. Ini dikarenakan Islam bukanlah agama yang hanya menyuruh umatnya untuk melakukan ritual-ritual, namun Islam juga menuntut umatnya untuk memajukan kehidupan manusia, sesuai prinsip Islam yaitu sebagai&amp;nbsp;&lt;i&gt;rahmatan lil alamin&lt;/i&gt;[2].&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka janganlah heran ketika masa-masa emas islam, lahir para ilmuan-ilmuan yang ilmunya terus dikembangkan hingga sekarang dan manfaatnya dirasakan oleh seluruh umat manusia. Lihatlah Al-Khawarizmi (800 M), beliau adalah ilmuan matematika dan astronomi. Beliau adalah pembuat peta dunia pertama secara tepat. Namanya kemudian diabadikan oleh dunia, yaitu yang kita kenal dengan algoritma, karena beliau peletak dasar prosedur baku dalam berhitung, ilmu inilah yang menjadi cikal bakal komputer. Masih banyak ilmuan-ilmuan yang lahir pada peradaban Islam, seperti Al-khindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun, dan Nasrudin Al-Thusi[3].&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat sejarah bukan hanya dengan merasa bangga “kita dulu pernah berjaya”, bukan pula dengan cara membuat persis segala sesuatunya dengan yang ada pada masa itu, namun melihat sejarah yang benar adalah dengan mengambil pelajaran-pelajaran yang penting, kemudian kita adopsi pada perguruan tinggi islam ideal. Jika kita mengambil hikmah dari masa emas islam maka kita dapat menyimpulkan bahwa pemimpin saat itu sangat berusaha untuk memfasilitasi para penuntut ilmu dan ilmuan. Maka perguruan tinggi islam ideal haruslah memberikan fasilitas yang sebaik-baiknya bagi mahasisw. Misal dengan membangun perpustakaan, laboratorium, layanan web, kelas online, wifi, dan lainnya yang bisa digunakan untuk memfasilitasi mahasiswa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, pada masa keemasan islam, ilmu yang diajarkan tidak pernah dipisahkan dari ilmu islam. Maka kita mengenal bahwa ilmuan-ilmuan besar islam juga merupakan orang-orang yang shalih. Perguruan tinggi islam ideal haruslah mengajarkan agama pada setiap jurusan tanpa terkecuali. Ilmu yang diajarkan meskipun bersifat umum, tetap tidak boleh dipisahkan dari agama. Perguruan tinggi islam ideal tidak boleh memakai prinsip sekulerisme (memisahkan kehidupan dunia dengan agama). Setiap mahasiswa selain menjadi para ilmuan, juga harus menjadi ulama. Penemuan-penemuan yang dihasilkan dari perguruan tinggi selain sebagai penghartum nama baik universitas namun juga harus sebagai pengharum nama baik Islam sebagai bentuk dari usaha untuk meraih kembali kejayaan islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian yang ingin saya sampaikan tentang perguruan tinggi ideal dapat dilihat dari dukungan universitas terhadap kelompok-kelompok studi yang ada di universitas. Perguruan tinggi idaman tidak boleh “pelit” dalam memberikan fasilitas pada kelompok-kelompok studi, karena justru kelompok-kelompok studi itu akan menambah kemajuan universitas. Pengetahuan diluar kelas, bakat-bakat terpendam, serta soft skill akan terfasilitasi dengan baik seiring dengan tumbuhnya kelompok-kelompok studi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perguruan tinggi ideal juga harus mempunyai struktur organisasi yang baik. Rektor tidak boleh sebagai satu-satunya pengambil keputusan. Begitu juga mahasiswa juga tidak boleh memiliki kewenangan yang terlalu besar. Struktur kampus yang baik akan memungkinkan terjadi check and balance antar rektor dan mahasiswa. Maka itu organisasi seperti Lembaga Eksekutif Mahasiswa harus memiliki kedudukan yang “pas” yatiu sebagai rekan kerja rektor sekaligus sebagai pengingat jika rektor keliru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor tambahan lain yang juga penting dalam sebuah perguruan tinggi ideal diantaranya adalah letak kampus yang jauh dari kebisingan kota namun juga tidak terlalu jauh dari kota. Selain itu keindahan kampus yang bangunannya mempunyai arsitektur tinggi juga taman-taman yang indah serta pepohonan rindang akan menambah suasana kampus menjadi nyaman dan tentram, tentu ini akan berpengaruh pada psikologis mahasiswa sehingga mahasiswa bersemangat untuk berangkat ke kampusnya. Administrasi yang mudah dan cepat juga diperlukan agar tidak menyulitkan mahasiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita ambil kesimpulan-kesimpulan dari tulisan diatas maka kriteria kampus ideal adalah yang tertera di bawah ini yang saya yakin juga adalah kriteria perguruan tinggi favorit Inonesia:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Perguruan tinggi yang identitasnya Islam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Perguruan tinggi yang membina mahasiwanya tentang Islam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Perguruan tinggi yang memberikan fasilitas dan penghargaan yang tinggi pada mahasiswa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Perguruan tinggi yang mengajarkan Islam secara secara berkelanjutan apapun jurusannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Perguruan tinggi yang memberikan dukungan pada kelompok-kelompok studi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Perguruan tinggi yang mempunyai struktur yang baik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Perguruan tinggi yang kampusnya nyaman sesuai dengan iklim belajar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Refrensi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[1] www.dakwahkampus.com&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[2] QS. Al-Anbiya: 107&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[3] Menyoal Penghargaan Buku, Harian pikiran Rakyat, 13 Oktober 2008&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(&lt;a href="http://zulfahmi.net/"&gt;Zulfahmi.net&lt;/a&gt;)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-6750650559481150969?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/6750650559481150969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=6750650559481150969&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6750650559481150969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6750650559481150969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2011/09/perguruan-tinggi-ideal.html' title='Perguruan Tinggi Ideal'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-7334029852120004886</id><published>2011-09-24T23:42:00.000-07:00</published><updated>2011-09-24T23:42:35.426-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'>Puasa Syawal Itu Tanda Cinta</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/311212_262942293738962_100000695804613_820710_1546955169_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="292" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/311212_262942293738962_100000695804613_820710_1546955169_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Sesungguhnya puasa Syawal adalah tanda cinta. Yaitu kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Allah yang menciptakan kita dan Allah pula yang menetapkan Ramadhan. Ia Maha Mengetahui segala apa yang diciptakan-Nya. Bahwa tidak sedikit hamba-Nya yang masih merindukan amal-amal terutama ibadah&lt;em&gt;mahdah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;yang telah familiar bahkan menjadi&amp;nbsp;&lt;em&gt;habitual activity&lt;/em&gt;&amp;nbsp;selama Ramadhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;Ia Maha Mengetahui pula bahwa ada sekelompok orang hamba-Nya yang masih ingin mengecap manisnya Ramadhan, masih berkenan untuk terlena dalam lindungan kasih sayang yang melimpah dari-Nya, masih enggan merelakan kepergian bulan suci Ramadhan, pun masih berkeinginan melanjutkan agenda-agenda kesalehan itu. Utamanya amal saleh yang paling membekas di bulan Ramadhan sudah tentu ialah puasa di siang hari. Maka dari itu Allah menyediakan puasa Syawal ini sebagai lahan ibadah lanjutan pasca Ramadhan. Sebagai pengobat kerinduan hamba-Nya yang beriman atas kepergian Ramadhan. bagi kita semestinya puasa Syawal adalah rahmat Allah yang harus diraih. Sesuai dengan arti dari Syawal yaitu peningkatan maka meningkat pulalah keseriusan ibadah kita, meningkat semangat mengingat Allah. meningkat kuantitas dan kualitas keimanan kita. serta meningkat pulalah keseriusan dalam ber-Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;Di samping itu, puasa Syawal juga dapat menggambarkan wujud cinta seorang hamba kepada Allah. Yaitu sebagai balasan dari kita para hamba-Nya atas cinta yang telah Allah tawarkan pada kita umat Islam. Kesediaan menjalankan puasa Syawal ialah implementasi dari rasa cinta seorang hamba kepada Allah Sang Pencipta. Jika Allah Yang Maha Kuasa saja telah “menyatakan cinta-Nya” pada para hamba-Nya, menyediakan lahan ibadah dengan imbalan limpahan pahala, apakah kita tega menolaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;Pertanda dari rasa cinta ialah selalu memikirkan yang dicintainya. Tak benar jika orang mengaku cinta namun jarang memikirkan yang dicintai. Mengaku mencintai maka mau saja menuruti apa yang diinginkan oleh si kekasih. Maka dari itu cinta yang tersalurkan dengan benar akan mendapat “dukungan” dari Allah SWT. Sebab ketika jalan yang ditempuh dalam mengimplementasikan cinta itu tak menyalahi kehendak-Nya berarti Allah telah meridhoinya. Akan Allah beri kemudahan dalam urusan-urusan dunia maupun akhirat, sebagai balasan atas kepatuhan pada-Nya. Saya yakin kita semua jika ditanya perihal kecintaan pada Allah tak akan ada satu pun yang tak mengaku cinta.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;Mari tanyakan pada diri: sudahkah kita mewujudkan pengakuan cinta pada-Nya? Nyatakan cinta itu dengan Puasa Syawal. Mari tingkatkan kecintaan pada-Nya. Mari segera, bulan Syawal tinggal beberapa hari lagi. (Ahada Ramadhana, Kaderisasi Centris)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-7334029852120004886?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/7334029852120004886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=7334029852120004886&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/7334029852120004886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/7334029852120004886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2011/09/puasa-syawal-itu-tanda-cinta.html' title='Puasa Syawal Itu Tanda Cinta'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-3019133861543747241</id><published>2011-09-24T23:03:00.001-07:00</published><updated>2011-09-24T23:03:46.359-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'>Kewajiban Pemisahan Laki-laki dan Perempuan Dalam Kehidupan Islam</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Wcu3yRhwzrY/TeIDJkH8hEI/AAAAAAAAAOU/H-dVKOrzXAg/s1600/IKHTILAT.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; color: #44dbff; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: underline;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-Wcu3yRhwzrY/TeIDJkH8hEI/AAAAAAAAAOU/H-dVKOrzXAg/s320/IKHTILAT.jpg" style="border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; position: relative;" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam kehidupan Islam, telah ditetapkan di dalam sejumlah nash syariat dalam segala kondisi bahwa kehidupan kaum pria terpisah dari kaum wanita, baik dalam kehidupan khusus atau kehidupan umum, tidak ada pengecualian. Allah Swt. berfirman, dalam salah satu potongan ayat-Nya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;…kaum pria dan kaum wanita yang gemar bersedekah, kaum pria dan kaum wanita yang gemar berpuasa, kaum pria dan kaum wanita yang senantiasa memelihara kehormatannya, kaum pria dan kaum wanita yang banyak menyebut nama Allah… (QS al-Ahzab [33]: 35)&lt;/div&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #5c5c5c; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Sungguh, kehidupan pria dan wanita yang terpisah semacam ini telah dimanifestasikan secara praktis dan bersifat massal oleh masyarakat Islam pada masa Rasulullah saw. dan pada seluruh kurun sejarah Islam. Namun demikian, Allah Subhanahu wa ta’ala telah memberikan ketetapan yang membolehkan wanita melakukan beberapa urusan dalam kehidupan umum (melakukan yang wajib, yang mandub, dan ataupun melakukan yang mubah) dan melakukan interaksi (khultah) diantara keduanya. Untuk menunaikan perkara-perkara tersebut, seorang wanita selanjutnya harus menyesuaikannya dengan hukum-hukum syariat yang menyangkut tata pergaulan (ijtima’) atau sistem interaksi pria dan wanita (khultah).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Urusan-urusan ini terbagi kepada dua bagian:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;1. Urusan yang tidak memerlukan berkumpulnya (ijtima’) diantara laki-laki dan perempuan bersama-sama atau interaksi sosial (khultah) diantara mereka. (khultah atau interaksi sosial adalah berkumpul dan bercakap-cakap bersama).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Contohnya seperti berjalan di jalan-jalan, pergi ke masjid, berjalan ke sekolah, ke kampus, kedai, bertamasya dan perkara-perkara yang seumpamanya. Wanita tidak dibolehkan untuk bercampur dengan lelaki ketika melakukan urusan-urusan tersebut, karena hukum asal laki-laki dan wanita di dalam Islam adalah terpisah (infishal). Dan selama pelaksanaan apa-apa yang dibolehkan Syari’ah bagi wanita tidak memerlukan interaksi sosial (khultah) dan berkumpul antara laki-laki dan wanita (ijtima’), maka hukumnya tetap seperti itu, terpisah (infishal).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Sehingga wanita boleh berjalan di jalan-jalan, pergi ke masjid, atau melawat keluarganya atau pergi ke taman baik dengan berjalan atau menaiki kendaraan (dengan syarat tidak melebihi jarak yang memerlukan seorang Mahram/jarak safar) dan ia boleh melakukan kesemuanya itu tanpa interaksi sosial (khultah) dengan lelaki asing, dia juga tidak berkumpul dan bercakap-cakap bersama-sama. Dia boleh menaiki bis tanpa bercakap-cakap dengan lelaki asing yang duduk di sebelahnya, dia boleh memasuki taman dan berjalan-jalan didalamnya tanpa melakukan interaksi (khultah) dengan laki-laki asing.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Di dalam perkara-perkara umum seperti ini seorang wanita tidak memerlukan seorang Mahram bersamanya. Demikian juga tidak dibutuhkan jalan di taman khusus untuk para wanita dan jalan lain untuk laki-laki. Atau jalan raya di kota khusus bagi laki-laki dan jalan raya lain untuk para wanita. Namun, jalan dan jalan raya tersebut adalah satu -dimana mereka (laki-laki dan wanita) berjalan-, tetapi tanpa melakukan interaksi (khulthah) dengan makna yang sudah disebutkan tadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Perlu juga diberi perhatian bahwa wanita perlu menutup auratnya selama berada ditempat-tempat umum tersebut, memakai pakaian sesuai yang telah ditetapkan oleh Syariah yaitu jilbab dan khimar, serta tidak bertabarruj dan berkhalwat. Seluruh perkara ini, dimana syara’ telah membolehkan wanita melakukannya dan pelaksanaannya tidak membutuhkan berkumpulnya wanita dengan laki-laki.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;2. Urusan yang memerlukan berkumpulnya (ijtima’) diantara laki-laki dan wanita.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Contohnya seperti berjual-beli, sewa-menyewa, pengobatan dan perawatan, belajar-mengajar, memberi kuliah ilmiah umum, mengembangkan harta dengan pertanian atau perindustrian. Dalam keadaan semacam ini, maka seorang laki-laki dibolehkan berinteraksi dengan kaum wanita karena memang aktivitas tersebut mengharuskan adanya interaksi. Aktivitas tersebut tidak akan pernah terwujud tanpa adanya interaksi. Hanya saja, tatkala seorang laki-laki melakukan interaksi dengan seorang wanita dalam aktivitas-aktivitas yang memerlukan berkumpulnya (ijtima’) diantara laki-laki dan wanita tersebut di atas, ia harus membatasi dirinya pada hal-hal yang hanya berhubungan dengan aktivitas tersebut. Ia dilarang (haram) melakukan interaksi dengan wanita tersebut di luar konteks perbuatan tersebut atau hal-hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan interaksi tersebut. Semisal bertanya dalam masalah-masalah pribadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Hukum-hukum Khusus Untuk Mengatur Pergaulan Diantara Laki-laki dan Wanita Dalam Kehidupan Umum&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Sholat di masjid membutuhkan berkumpulnya (ijtima’) diantara laki-laki dan wanita. Oleh karenanya, ada hukum yang khusus dimana baris lelaki terpisah dari wanita, yaitu laki-laki dalam barisan depan dan wanita di baris yang belakang, tanpa memerlukan kehadiran seorang Mahram diantara orang yang sholat.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Melakukan ibadah haji juga memerlukan Ijtima’ diantara laki-laki dan wanita tanpa pemisahan barisan. Oleh karena itu, maka ada hukum yang khusus hanya untuk ibadah haji bagi laki-laki dan wanita. Ketika melakukan pengobatan atau merawat orang sakit, ada beberapa perkara memerlukan ijtima’ diantara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu ada hukum yang khusus dimana dibenarkan melihat bahagian yang sakit, walaupun termasuk aurat, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Demikian pula tatkala berada di bangku sekolahan atau perkuliahan. Meskipun wanita dan laki-laki diperbolehkan berinteraksi dalam aktivitas semacam ini (belajar mengajar) akan tetapi keterpisahan tetap harus diperhatikan. Sebab, kewajiban infishal ini berlaku umum, terlebih lagi dalam kehidupan umum. Sehingga, tidaklah boleh murid/siswa laki-laki dan wanita duduk secara bersama-sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Hukum Tentang Ikhtilath&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Adapun yang dimaksud dengan ikhtilath adalah campur baurnya laki-laki dan perempuan. Ikhtilat adalah lawan dari infishal (terpisah). Pada dasarnya, Islam telah mewajibkan pemisahan antara pria dan wanita. Pemisahan ini berlaku umum dalam kondisi apapun, baik dalam kehidupan umum maupun khusus, kecuali ada dalil-dalil yang mengkhususkannya. Pada dasarnya, ikhtilath itu dibenarkan dalam aktivitas-aktivitas yang diperbolehkan oleh syara’. Terutama aktivitas yang di dalamnya mengharuskan adanya interaksi (aktivitas dalam urusan yang kedua). Misalnya, bercampur baurnya laki-laki dan wanita dalam aktivitas jual beli, atau ibadah haji (Taqiyuddin an-Nabhani, an-Nidzam al-Ijtimaa’iy fi al-Islaam).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Dalam kitab an-Nidzam al-Ijtimaa’iy, Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menyatakan, bahwa “Oleh karena itu, keterpisahan antara laki-laki dan wanita dalam kehidupan Islam adalah fardlu. Keterpisahan laki-laki dan wanita dalam kehidupan khusus harus dilakukan secara sempurna, kecuali yang diperbolehkan oleh syara’. Sedangkan dalam kehidupan umum, pada dasarnya hukum asal antara laki-laki dan wanita adalah terpisah (infishal). Seorang laki-laki tidak boleh berinteraksi di dalam kehidupan umum, kecuali dalam hal yang diperbolehkan, disunnahkan, atau diwajibkan oleh Syaari’ (Allah SWT), dan dalam suatu aktivitas yang memestikan adanya pertemuan antara laki-laki dan perempuan, baik pertemuan itu dilakukan secara terpisah (Infishal), misalnya, pertemuan di dalam masjid, ataupun pertemuan yang dilakukan dengan bercampur baur (ikhtilath), misalnya ibadah haji, dan dalam aktivitas jual beli.” (ibid).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Ikhtilath (campur baur) berbeda dengan interaksi. Interaksi bisa berbentuk terpisah (infishal) maupun berbentuk ikhtilath (bercampur baur). Bolehnya seseorang melakukan interaksi dengan lawan jenisnya, bukan berarti membolehkan dirinya melakukan ikhtilath. Sebab, ada interaksi-interaksi yang tetap harus dilakukan secara terpisah, misalnya seperti di dalam masjid, dalam majelis ilmu, dalam walimah, dan sebagainya. Adapula interaksi yang dilakukan boleh dengan cara bercampur baur-baur, misalnya jual beli, ibadah haji dan sejenisnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Pada interaksi-interaksi (pertemuan) yang di dalamnya boleh dilakukan dengan cara ikhtilath, maka seorang laki-laki diperbolehkan melakukan ikhtilath. Misalnya bercampur baurnya laki-laki dan wanita di pasar-pasar untuk melakukan aktivitas jual beli; bercampur baurnya laki-laki dan wanita di Baitullah untuk melakukan Thawaf, bercampur baurnya laki-laki tatkala berada di halte bus, di tempat-tempat rekreasi dan yang sejenis dengannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Namun demikian, walaupun antara laki-laki dan wanita boleh berikhtilath dalam keadaan ini, akan tetapi antara mereka tetap tidak boleh berinteraksi (khultah) seperti bercengkerama, mengobrol, atau melakukan aktivitas selain aktivitas yang hendak ia tuju. Misalnya, seseorang boleh bercampur baur dengan wanita di dalam kendaraan umum, akan tetapi ia tidak boleh bercakap-cakap dengan wanita yang berada di sampingnya, kecuali apabila ada hajah yang syar’iy. Namun, jika masih bisa dihindari adanya ikhtilah, akan lebih utama jika seseorang tidak berikhtilath. Misalnya, laki-laki memilih tempat duduk yang diisi oleh laki-laki. Atau, negara dapat memberlakukan pemisahan tempat duduk bagi laki-laki dan wanita di kendaraan umum.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, jika interaksi itu tetap mengharuskan adanya keterpisahan, maka ikhtilath tidak diperbolehkan. Misalnya, ikhtilathnya wanita dan laki-laki dalam walimah, di dalam masjid, di dalam bangku sekolah, dan yang sejenis dengannya. Ikhtilath dalam keadaan semacam ini tidak diperbolehkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Tampak jelas bahwa, dari sistem atau tata aturan Islam yang digunakan sebagai solusi terhadap interaksi (khultah) atau pergaulan (ijtima’) pria dan wanita yang saat ini sering memunculkan berbagai permasalahan, namun dengan diterapkannya hukum-hukum syariat tersebut akan dapat menjamin tidak adanya kerusakan yang muncul sebagai akibat dari interaksi atau pergaulan pria dan wanita. Sehingga akan diperoleh kehidupan yang serius dan produktif demi memenuhi kebahagian dan kesejahteraan yang dibutuhkan oleh kaum pria dan kaum wanita dalam kehidupannya sekaligus terwujudnya kesucian dan ketakwaan mereka. Oleh karenanya, mari berjuang bersama untuk mewujudkannya kembali dalam kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyah. [NoviTa Aryani M.Noer]&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Wallahu a’lam bi al-shawab..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Kitab an-Nidzam al-Ijtimaa’iy, Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #5c5c5c; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Nasyroh Tanya Jawab an-Nidzam al-Ijtimaa’iy, Sheikh Ata ibn Khaleel al-Rashta&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-3019133861543747241?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/3019133861543747241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=3019133861543747241&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3019133861543747241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3019133861543747241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2011/09/kewajiban-pemisahan-laki-laki-dan.html' title='Kewajiban Pemisahan Laki-laki dan Perempuan Dalam Kehidupan Islam'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Wcu3yRhwzrY/TeIDJkH8hEI/AAAAAAAAAOU/H-dVKOrzXAg/s72-c/IKHTILAT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-2903104934862095927</id><published>2011-09-24T22:54:00.000-07:00</published><updated>2011-09-24T22:56:51.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'>Seberapa Efektifkah Dakwah Via Internet?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-uhnJtoOHu4s/Tn7CVibEjDI/AAAAAAAAAH0/DQAUFcnyQho/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-uhnJtoOHu4s/Tn7CVibEjDI/AAAAAAAAAH0/DQAUFcnyQho/s1600/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Seberapa efektifkah dakwah melalui Internet? Dan Media apa saja yang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;bisa kita pergunakan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dakwah melalui media elektronik wabil khusus dunia internet, seperti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;kita memasuki rumah selain pintu utama. Tentu, sebagai seorang aktivis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;dakwah kampus, kudu melek teknologi. Mau tidak mau teknologi telah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;memberikan perhatian cukup besar bagi kebanyakan orang. Internet telah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;menjadi kebutuhan pokok bagi kaum intelektual. Dari urusan tugas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;kuliah hingga mencari bahan-bahan untuk skripsi, internet telah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;membawa dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan social.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Jangan salah, karena internet pula Prita dapat membuka wawasan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;masyarakat tentang betapa kasus yang dialaminya pula. Lihat pula kasus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Bibit-Chandra di dunia mayalah opininya berkembang dan memaksa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Presiden ikut turun tangan dalam kasus ini. Lihat pula aksi “nyentrik”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;keong racun ala Shinta dan Jojo. Atau kehebatan Obama yang juga meraup&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;jutaan dolar dana kampanye serta pendukung karena pintar memanfaatkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;internet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Saya pun, termasuk orang yang “terhipnotis” dengan dunia yang tidak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;memiliki wilayah dan batasan yang jelas. Setiap orang seperti dapat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;“memasuki rumah” tanpa izin dari yang punya untuk membongkar apa saja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;yang terdapat di dalamnya. Jadi kenapa harus takut menggunakan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;internet, apalagi untuk kepentingan dakwah?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;1. Jejaring Sosial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dulu zamannya Friendster dan Myspace begitu semaraknya. Kini, Facebook&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;dan Twitter telah merajai dan mengalahkan situs tersebut. Tentu di&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;dalam dunia jejaring  sosial, kekuatan opini berada dari berapa banyak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;orang yang melihat wall kita, menjadi friends atau Followers kita. Di&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;fb begitu orang menyebut facebook secara singkatnya, kita dapat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;membuat catatan, metautan, memasang video, memperlihatkan gambar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;bahkan mengajak orang untuk datang di event yang akan kita laksanakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Bahkan di dunia fb, kita seperti dapat membuat “lembaga” yang dapat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;berisi ribuan anggota.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Cobalah perhatikan group dan komunitas Media Islam Online dan Halaqoh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Online. Saat administratornya mengumpankan status di group atau pages&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;tersebut langsung dalam hitungan menit banyak orang yang me-like dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;memberikan komentar terhadap hal ini. Maka, bagi kamu yang mau melek&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;teknologi jangan sampai kita nggak ikutan bergabung bersama Jejaring&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Sosial.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;2. Share Video&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Tempat share video secara online yang terkenal diantaranya adalah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;youtube.com. Obama pun menggunakan jejaring sosial video ini untuk&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;mempromosikan kampanye dan meraup dana kampanyenya pula. Maka, cobalah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;membuat video singkat terkait event, aktivitas, atau bahkan “video&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;ceramah” dan share linknya sehingga orang dapat mengunduhnya dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;menontonnya. Untuk dapat mengunduh video-video di youtube, dapat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;menggunakan perangkat softwere youtube downloader, download manager,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;atau menggunakan halaman situs keepvid.com.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;3. Situs atau Blog&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Sebuah lembaga dakwah saat ini, harus dan kudu membuat blog atau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;situs. Ini dilakukan agar orang dapat mengakses dan mengetahui&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;organisasi kita dan mengetahui isi di dalamnya tanpa harus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;mendatanginya langsung. Situs lembaga merupakan gambaran sosok suatu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;lembaga, corong informasi kegiatan lembaga, pemikiran lembaga dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;berbagai hal lainnya terkait lembaga. Begitu pula para aktivisnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Suatu hal yang sudah jadi mahfum bersama, kalau Blog dan situs dapat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;menjadi alternatif keilmuwan sehingga harga buku-buku di pasaran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;relatif mahal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Inilah pula, kenapa BKLDK sepertinya ngebet pula untuk menguasai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;dakwah di dunia maya, dengan situsnya www.dakwahkampus.com. Begitu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;juga apa yang dilakukan oleh Lembaga Dakwah Kampus DKM Universitas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Padjadjaran dengan  www.masjidkampus.unpad.ac.id. Lewat situs ini&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;pula, Konferensi Mahasiswi Islam Jawa Barat dapat dilihat dan dibaca&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;semua orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;4. Streaming&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Streaming di internet dapat berupa audio streaming dan video&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;streaming. Seperti radio-radio juga kini mulai banyak merambah hal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;ini. Seperti radio dakta fm, MQ FM bahkan radio tempat di mana saya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;mengisi Islam dalam Wacana Politik KLCBS juga menggunakan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dengan streaming, mereka yang berhalangan hadir, dan dunia dapat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;mengetahui bentuk dan aktivitas acara yang kita lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;(Oleh Rizqi Awal, BKLDK Bandung, dakwahkampus.com)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-2903104934862095927?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/2903104934862095927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=2903104934862095927&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/2903104934862095927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/2903104934862095927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2011/09/seberapa-efektifkah-dakwah-via-internet.html' title='Seberapa Efektifkah Dakwah Via Internet?'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-uhnJtoOHu4s/Tn7CVibEjDI/AAAAAAAAAH0/DQAUFcnyQho/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-5839471043238549636</id><published>2010-11-22T10:53:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T11:10:49.118-08:00</updated><title type='text'>Ukhuwah Itu Indah</title><content type='html'>Sungguh Allah Maha Penyayang dan mencintai hamba-Nya yang saling menyayangi karena-Nya. Ukhuwah, sebuah kata yang memiliki makna yang teramat dalam. Mengapa ada dua orang yang awalnya tak saling mengenal, namun sampai rela mengorbankan dirinya demi mendahulukan orang yang satunya lagi? Ya, semua itu karena mereka telah diikat oleh tali ukhuwah karena Allah SWT. Itulah indahnya Islam. Allah menjadikan kita orang-orang yang beriman sebagai saudara, sebagaimana Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Hujurat : 10)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Allah menjadikan kita sebagai saudara? Sedangkan pengertian utama saudara adalah orang yang seibu seayah (atau hanya seibu atau seayah saja); adik atau kakak &lt;b&gt;(Kamus Besar Bahasa Indonesia)&lt;/b&gt;. Tentu Allah menjadikan kita saudara, karena Allah telah menyatukan hati kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Anfaal : 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang benar-benar saya rasakan. Allah telah mempersatukan hati saya dengan saudara-saudara saya seperjuangan di jalan dakwah. Bukan berarti saya tidak bersaudara dengan orang-orang beriman di tempat lainnya, namun Allah telah mempertemukan saya dengan mereka dan menjadikan manisnya iman yang saya rasakan ketika bersama mereka. Siapapun muslim yang mukmin yang saya jumpai dimanapun saya berada, ia adalah saudara saya. Karena seperti itulah kata Allah dalam al-Qur’anul karim. Dan persaudaraan itu akan terasa lebih kental, ketika kita telah melalui tahapan-tahapan ukhuwah dalam kebersamaan kita dengan saudara kita.&lt;br /&gt;&lt;font color="#66FFCC"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Ta’aruuf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah mengatakan tak sayang karena tak kenal, tak kenal maka ta’aruuf (pepatah dengan perubahan seperlunya, hehehe). Saya rasa pepatah itu sangat amat benar adanya. Ta’aruuf atau dalam bahasa nasional kita disebut mengenal adalah tahapan awal kita dalam merajut ukhuwah. Saya masih ingat ketika awal dulu saya berjumpa saudara-saudara saya yang saat itu masih tergabung dalam suatu wadah ekstrakuriluler di suatu sekolah, kegiatan yang pertama kali kami lakukan adalah saling berkenalan. Dengan permainan ‘bola ta’aruuf’, kami saling bergantian untuk mengenalkan diri kami masing-masing dihadapan teman-teman yang lain. Memang kesannya sepele dan malu untuk melakukannya, tapi tak disangka tak dinyana, justru berkenalan adalah bagaikan suatu meriam peruntuh tembok pembatas antara kita dengan saudara kita. Dengan berkenalan, kita akan merasa lebih akrab dan lebih mudah untuk menyatu dengan saudara kita. Pernahkah anda merasakan sulitnya memulai obrolan hangat dengan orang yang belum anda kenal tanpa anda berusaha mengenalnya terlebih dahulu. Secara naluriah anda pasti membawa pembicaraan ke arah perkenalan terlebih dahulu, karena memang seperti itulah tahapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” &lt;/i&gt;(QS. Al-Hujurat : 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saya teramat heran jika zaman sekarang ada orang-orang yang beranggapan bahwa ta’aruuf hanya salah satu tahapan menuju pernikahan yang islami. Memang benar, tapi itu adalah bagian kecil dari makna ta’aruuf yang jauh lebih luas dan lebih indah. Bukankah amat indah jika kita bisa mengenal saudara kita yang sebelumnya kita tak pernah menduga akan berjumpa dengannya, lalu menjalin ikatan persaudaraan karena Allah dengannya?&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font color="#FFFF33"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Tafahum&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tahapan kedua menuju indahnya ukhuwah tentunya setelah kita saling berkenalan, maka kita akan saling memahami (tafahum). Setelah berkenalan dan berkeseharian dengannya, tentu kita akan tahu apa makanan kesukaannya, kapan hari ulang tahunnya, apa yang tidak disukainya, dan banyak hal lagi tentang dirinya. Hal ini tentu akan semakin memperkuat ikatan kita dengannya. Jika kita tak bisa memahaminya, artinya kita belum lulus tahap sebelumnya. Kita perlu mengoreksi kekuatan ukhuwah kita dengannya. Jika kita masih sulit memahami si dia, artinya kita peru berkenalan lagi dengannya. Karena ta’aruuf yang baik akan memunculkan tafahum yang baik pula. Dengan saling memahami, maka kita akan lebih mudah menjaga perasaan. Misalnya ketika hari ulang tahunnya, lalu kita memberinya hadiah sebagai tanda cinta kita padanya karena Allah. Hal ini tentu akan menyentuh hatinya dan akan semakin memperkuat rasa ikatan persaudaraan antara kita dengannya. Dan tentu saja ini sudah termasuk buah manis dari ukhuwah. Dengan tafahum yang baik, kita akan mudah menyatukan hati (ta’alluf), menyatukan pikiran, menyatukan amal, saling menasihati (tanashuh) dan bersama menuju kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tidak beriman salah seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri."&lt;/i&gt; (Shahih Muslim No. 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pentingnya tafahum (saling memahami), saling pengertian, guna memupuk persaudaraan dan rasa cinta kita dengan saudara kita atau sebaliknya tentu hanya karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Ta’awun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sungguh nikmat rasanya menjadi seorang muslim yang mukmin, memiliki banyak sekali saudara. Bayangkan, 1/4 jumlah penduduk dunia insyaallah mereka semua adalah saudara kita. Maka itu, setelah berkenalan, kemudian saling memahami, karena rasa cinta yang tumbuh antara kita yang dilandasi keimanan pada Allah lalu akan timbul sikap saling membantu (ta’awun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Maaidah : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling membantu dan tolong menolong adalah sikap yang muncul dengan sendirinya ketika rasa ukhuwah telah terpatri dalam sanubari seorang mukmin. Ketika saudaranya mengalami kesulitan, maka ia akan dengan sedia membantu saudaranya itu dengan ikhlas. Tak peduli apapun yang dikorbankannya, yang menjadi fokusnya adalah saudaranya itu bisa terlepas dari himpitan masalah yang sedang dihadapinya. Saat ini banyak kita temui orang yang bersedia membantu, namun mengharap pamrih. Adapun yang tanpa pamrih, namun tak akan bertahan lama, ketika orang yang dibantunya itu tak juga keluar dari masalahnya sedangkan telah banyak pengorbanan yang ia lakukan, maka ia akan melarikan diri dari menolong orang tersebut. Hal ini terjadi karena memang tidak adanya ukhuwah yang terjalin diantara mereka. Sedangkan jika ukhuwah itu ada, maka ia pasti akan membantu saudaranya tanpa pamrih, dan hingga saudaranya itu benar-benar tuntas menyelesaikan masalahnya, karena ia memahami sabda Rasulullah saw. yang berarti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling cinta kasih dan belas kasih seperti satu tubuh. Apabila kepala mengeluh (pusing) maka seluruh tubuh tidak bisa tidur dan demam.” &lt;/i&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Rasulullah memberi gambaran persaudaraan sesama muslim yang mukmin yang diikat dengan keimanan karena Allah, sungguh indah dan mulia.&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font color="black"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Takafful&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seringnya kita berjumpa dengan saudara kita, bersama-sama berjuang, bersama-sama menghadapi cobaan, maka itu semua akan menimbulkan rasa senasib sepenanggungan (takafful). Rasa ini akan tumbuh, terutama setelah kita bersama-sama dengan saudara kita dalam menghadapi suatu masalah. Bersama tak hanya ketika senang, namun juga bersama ketika susah, inilah ciri-ciri kita telah ber-takafful dengan saudara kita. Sungguh anugerah luar biasa rasanya memiliki teman sejati, yang senantiasa hadir dalam hati kita baik ketika kita senang maupun susah. Ialah saudara kita yang telah diutus oleh Allah, untuk menguatkan kita agar tetap istiqomah dalam beriman pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font color="brown"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. I’tsar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya persaudaraan karena Allah. Jika ia telah mencapai tahap tertinggi, maka inilah tahap tertinggi dalam indahnya ukhuwah, yakni I’tsar (mendahulukan). Hal ini telah dicontohkan oleh para shahabat Rasulullah saw. dan juga para kaum muhajirin dan anshar, sebagaimana firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” &lt;/i&gt;(QS. Al-Hasyr : 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah mulianya ukhuwah kronis yang menjangkiti kaum muhajirin dan kaum anshar. Mereka tak akan ridha sebelum saudara mereka mendapatkan hal yang sama layaknya dengan yang mereka inginkan. Bahkan jika hanya ada satu helai saja selimut, sementara ada dua orang dengan ukhuwah yang amat erat kedinginan didekatnya, maka mereka akan saling mendahulukan agar saudaranya itu saja yang memakai selimut. Bukankah ini adalah suatu perbuatan yang amat mulia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun i’tsar ini perlu digarisbawahi bahwa ia hanya terbatas pada perbuatan muamalah saja. Sedangkan untuk perkara ibadah, maka i’tsar tidak berlaku, karena dalam perkara ibadah tentulah kita ber-fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan). Sehingga tetap dalam perkara ibadah kita harus mendahulukan diri kita, sedangkan dalam perkara muamalah maka dahulukanlah saudara kita agar kita menjadi orang-orang yang beruntung.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RHagp_xYQic/TMKhnPRR3pI/AAAAAAAAANU/YE9FGPiJFmM/s1600/UKHUWAH.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 282px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RHagp_xYQic/TMKhnPRR3pI/AAAAAAAAANU/YE9FGPiJFmM/s400/UKHUWAH.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531160987850366610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa kita harus ber-ukhuwah? Ternyata dengan menjalin ukhuwah, maka kita akan merasakan banyak sekali manfaat. Diantara manfaat ukhuwah yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merasakan lezatnya iman&lt;br /&gt;Manisnya ukhuwah akan berdampak pada manisnya iman. Kita akan merasakan betapa lezatnya ketaatan pada Allah karena kita memiliki teman sehati yang senantiasa menyokong kita dan bersama-sama menapaki jalan penuh onak dan duri. Segala ujian dan cobaan akan mampu kita hadapi karena kita telah bersama dan justru itu semua akan menjadi supplement penebal iman kita terhadap Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mendapat naungan Allah di hari kiamat&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan / pertolongan Allah, pada hari yang tiada naungan kecuali naungan / pertolongan Allah SWT, yaitu :&lt;br /&gt;Pemimpin yang adil; Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah; Seseorang yang hatinya selalu ingat atau tertaut dengan mesjid; &lt;b&gt;Dua orang yang saling mencintai karena Allah dan keduanya bertemu dan berpisah karena Allah&lt;/b&gt;; Seseorang laki laki ketika dirayu oleh wanita cantik dan kaya, lalu ia berkata: sesungguhnya aku takut kepada Allah (sehingga meninggalkan perbuatan tersebut); Seseorang yang mengeluarkan shodaqoh / sedekah secara sembunyi sembunyi sehingga tangan kirinya atau tetangganya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya; Dan seseorang yang mengingat Allah di tempat yang sunyi dan kedua matanya mencucurkan airmata.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari – Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mendapatkan tempat khusus di surga&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman. Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Hijr : 45-48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Wahai manusia, dengarkanlah, pahamilah, dan ketahuilah bahwa Allah memiliki para hamba yang mereka itu bukan para Nabi atau Syuhada, akan tetapi para Nabi atau Syuhada ingin seperti mereka dikarenakan kedudukan mereka dan kedekatan mereka di sisi Allah."&lt;br /&gt;Kemudian seorang Badui berkata, "Wahai Rasulullah, tolong jelaskan kepada kami sifat mereka." Rasulullah tersenyum mendengar ucapan orang Badui tersebut dan bersabda, "Mereka adalah orang-orang yang tidak dikenal dan asing, mereka tidak memiliki tali kekerabatan satu sama lain, mereka saling mencintai di jalan Allah dan menjadi satu barisan. Allah menyediakan mimbar-mimbar dari cahaya di hari kiamat, mereka duduk di atasnya, Allah menjadikan wajah dan pakaian mereka bercahaya. Manusia diliputi ketakutan pada hari kiamat namun mereka tidak takut. Mereka adalah wali-wali Allah, mereka tidak takut dan tidak bersedih hati." &lt;/i&gt;(HR. Ahmad, Abu Ya’la, Al Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, sungguh mulianya orang-orang yang menjadi saudara karena Allah SWT. Ya Allah, terima kasih karena Engkau telah menyelamatkan kami dari jurang neraka dengan menjadikan kami sebagai saudara, jagalah ikatan ukhuwah ini ya Allah, satukanlah hati kami selalu dalam keimanan. Sungguh kusayang saudaraku karena Allah, sungguh kusayang pada kalian semua karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;~M.T.Q~&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;b&gt;&lt;a href="http://kapandut.blogspot.com" target="_blank"&gt;kapandut.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-5839471043238549636?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/5839471043238549636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=5839471043238549636&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/5839471043238549636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/5839471043238549636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2010/11/ukhuwah-itu-indah.html' title='Ukhuwah Itu Indah'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RHagp_xYQic/TMKhnPRR3pI/AAAAAAAAANU/YE9FGPiJFmM/s72-c/UKHUWAH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-3222799663587859480</id><published>2010-11-22T10:40:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T10:49:48.596-08:00</updated><title type='text'>Bencana Merapi Dalam Perspektif Islam</title><content type='html'>Beberapa hari terakhir ini Indonesia mendapatkan ujian luar biasa dari Allah SWT. Sebut saja tiga bencana alam dahsyat yang menerjang belahan Nusantara bertubi-tubi. Mulai dari banjir bandang yang menyapu Wasior-Papua Barat, tsunami yang menerjang Mentawai-Sumatera Barat, sampai erupsi Merapi yang tak kunjung reda hingga hari ini. Kita tak akan membahas secara luas bagaimana bencana beruntun ini bisa terjadi, namun yang menjadi fokus adalah bencana Merapi yang paling dahsyat diantara ketiga bencana itu. Seolah menjadi pemuncak, Merapi sepuas-puasnya memuntahkan isinya ke permukaan bumi atas perintah Allah SWT. Bagaimana tidak, letusan kali ini sangat berbeda dengan letusan-letusan Merapi sebelumnya, terutama pada 3 letusan sebelumnya (yakni tahun 1994, 1998, dan 2006). Perbedaan itu ialah letusan 2010 ini berasal dari magma paling dalam, sedangkan letusan-letusan sebelumnya hanya berasal dari magma dangkal (keterangan kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada 5 November 2010 - VIVAnews). Hal ini menyebabkan letusan Merapi kali ini bisa bersifat eksplosif dan memiliki daya hancur yang jauh lebih dahsyat daripada letusan-letusan sebelumnya. Keterangan ini juga dibenarkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Earth Observatory of Singapore (EOS). Mereka mengatakan bahwa sejak tahun 1870-an, Merapi hanya mengeluarkan letusan yang terdorong dari magma dangkal kedalaman sekitar 2 kilometer, sedangkan sekarang berasal dari magma dalam yang sangat dalam sekitar 6-10 kilometer. Akibatnya, erupsi Merapi kali ini amat parah dan mendapatkan predikat sebagai erupsi terparah seabad terakhir, &lt;i&gt;na’udzubillahimindzaligh&lt;/i&gt;.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_RHagp_xYQic/TNwfrtirg6I/AAAAAAAAAQI/GczXCmdJ6AY/s1600/erupsi%2Bplus%2Bpetir.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 217px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_RHagp_xYQic/TNwfrtirg6I/AAAAAAAAAQI/GczXCmdJ6AY/s320/erupsi%2Bplus%2Bpetir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538336477578757026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_RHagp_xYQic/TNwfrFcAUlI/AAAAAAAAAP4/nEggCrPayL0/s1600/letusan%2Bmerapi%2Bdari%2Blangit.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 209px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_RHagp_xYQic/TNwfrFcAUlI/AAAAAAAAAP4/nEggCrPayL0/s320/letusan%2Bmerapi%2Bdari%2Blangit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538336466813342290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari bencana ini, sekitar 279.702 penduduk lereng Merapi terpaksa turun gunung menjauhi radius 20 KM dari puncak Merapi dan tersebar di ratusan barak pengungsian. Baik warga dari Boyolali, Klaten, Yogyakarta, Magelang, dan sekitarnya terpaksa mengungsi guna menyelamatkan diri dari ancaman awan panas yang siap menerjang kapanpun tanpa terduga. Awan panas atau disebut juga &lt;i&gt;wedhus gembel&lt;/i&gt; ini amat ditakuti karena siapapun dan apapun yang dilewatinya akan hangus terbakar, seperti nasib dusun Kinahrejo, dusun Argomulyo, serta dusun-dusun lainnya beserta 114 orang yang juga tewas terbakar sapuan awan panas (terhitung hingga kamis 11/11/10 pukul 13.49). Awan panas adalah gumpalan abu yang mengandung material vulkanik yang dimuntahkan oleh gunung berapi. Awan ini meluncur dengan kecepatan tinggi menyisir sisi lereng gunung dan dengan suhunya yang sangat panas menghancurkan apapun yang dilaluinya. EA Bryant, dalam "Natural Hazards" terbitan 1991, menyebut kecepatan awan panas terkecil bisa mencapai 30 meter per detik, sedangkan yang besar bisa berkecepatan 200 meter per detik. Awan mematikan ini pun bisa sangat tebal. Misal, pada letusan Gunung Pinatubo di Filipina tahun 1991, tebal awan panas mencapai 30-50 meter, namun di daerah lain bisa lebih tebal lagi hingga 220 meter. Jangkauannya bisa sejauh 100 km dari pusat letusan di gunung api. Bahkan tebal awan ini bisa mencapai 1.000 meter, artinya jika tinggi badan rata-rata orang Indonesia adalah 165 meter, maka tinggi awan ini bisa sama dengan tinggi 600 orang dewasa yang dijejerkan keatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awan ini juga amat panas hingga mampu menghanguskan semua benda yang dilaluinya. Ketika Gunung Pinatubo di Filipina meletus, awan panas yang dikeluarkannya bersuhu 750 derajat Celcius, sementara awan panas hasil letusan Gunung St Helens pada 1980 yang disebut letusan gunung api terdahsyat di Amerika Serikat, mencapai 350 derajat Celcius. Tapi yang paling dahsyat adalah awan panas hasil letusan Gunung Pelee di St. Pierre, Martinique, Prancis pada 1902. Suhu yang dibawa awan panas oleh gunung api ini mencapai 1.075 derajat Celcius. Panas setinggi ini setara dengan 10 kali panas air mendidih atau sepuluh kali suhu 100 derajat Celcius. Pada letusan Gunung Merapi sendiri, berdasarkan citra satelit, panas &lt;i&gt;wedhus gembel&lt;/i&gt; yang dimuntahkan gunung ini mencapai 600 derajat Celcius atau enam kali panas air mendidih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan panas setinggi itu, ditambah kecepatan awan panas yang amat cepat, maka mustahil rasanya ada orang yang bisa selamat dari terjangan awan panas apabila ia sudah terlambat mengungsikan diri. Meskipun telah memacu kendaraan bermotor sekencang-kencangnya, tetap saja akan terkejar dan menjadi korban. Hal inilah yang diantisipasi oleh warga berdasarkan arahan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) dan dimobilisasi oleh para aparat dibantu relawan, mereka mengungsi sejauh titik aman dari puncak Merapi sebelum terlambat. Demikian mengerikannya bencana ini, bahkan dari sudut pandang ilmiah menunjukkan bahwa kekuatan bencana ini amat dahsyat. Ya, inilah kekuatan Allah SWT. Betapa Nampak kecil dan lemahnya kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa panasnya awan yang dimuntahkan oleh Merapi, hingga apabila kita tersapu awan panas, ketika kita menghirup abunya maka paru-paru kita akan layu dan tersumbat, tubuh kita akan mendadak kaku hingga kita tewas seketika. Perumpamaannya sama seperti jika kita memanggang belalang. Wujud awan panas berdasarkan kesaksian saksi mata yang berhasil lolos dari maut adalah berbentuk gumpalan asap putih yang membumbung tinggi dengan warna yang memerah di tengah-tengahnya dan sangat cepat meluncur ke arah mereka. Sebagai insan beriman, tentu kita tak hanya memandang fenomena ini dari segi keilmuan duniawi saja, namun terpikirkah kita bahwa panasnya awan itu tak seberapa dibandingkan panas neraka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits riwayat Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw bersabda:&lt;i&gt; Api kalian yang dinyalakan anak-cucu Adam adalah sepertujuh puluh dari panas api Jahanam. Para sahabat berkata: Demi Allah, bila sepanas ini saja sudah cukup wahai Rasulullah saw. Beliau bersabda: Sesungguhnya panas api tersebut masih tersisa sebanyak enam puluh sembilan bagian, panas masing-masing sama dengan api ini. &lt;/i&gt;(Shahih Muslim No.5077)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika awan panas saja mampu meluluh-lantakkan kita sedemikian hebatnya, menewaskan korbannya minimal jika selamat maka akan cacat seumur hidup, lalu terbayangkah kita dengan siksa neraka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RHagp_xYQic/TNwfrujZuGI/AAAAAAAAAQA/pzh3CbdACFM/s1600/relawan%2Bkabur%2Bdari%2Bmerapi.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RHagp_xYQic/TNwfrujZuGI/AAAAAAAAAQA/pzh3CbdACFM/s320/relawan%2Bkabur%2Bdari%2Bmerapi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538336477850220642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mengingat kembali akan azab yang akan kita terima di akhirat jika kita banyak mengingkari Allah selama di dunia. Tak hanya azab di akhirat, perbuatan maksiat yang kita lakukan juga akan mengundang azab di dunia. Sebagaimana yang dialami kaum Sodom, kaum Tsamud, kaum ‘Aad, dan kaum Saba’, mungkin hal ini jualah yang sedang menimpa ‘kaum Indonesia’, terkhusus ‘kaum Jawa’ ataupun kaum yang sedang menetap di Yogyakarta dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah hadits berikut ini:&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib r.a, meriwayatkan daripada Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda&lt;i&gt;: “Apabila ummatku telah mengerjakan lima belas perkara, maka bala pasti akan turun kepada mereka, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Apabila (Maghnam) harta milik umum atau negara hanya berkisar di kalangan elit tertentu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila (aset) amanah dijadikan sebagai keuntungan diri (ghanimah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zakat dianggap sebagai beban hutang (diperdagangkan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(Kehendak) suami dikuasai oleh kehendak istri (Queen Control)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak mendurhakai ibunya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tapi ia (anak) berbaik-baik (patuh) dengan (kemauan) kawannya (yang mengajak pada kesesatan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ayahnya (juga) dijauhi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ribut dan membuat kebisingan di dalam masjid (atas sebab dunia)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diangkatnya orang fasiq (jahat dan derhaka kepada Allah) menjadi pemimpin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seseorang ditakuti karena kejahatannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arak menjadi minuman lazim&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sutera menjadi pakaian (para pria)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Golongan artis (biduan) disanjung-sanjung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika musik menjadi budaya pujaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Generasi akhir ummat ini melaknat (menyalahkan) generasi pertama (sahabat dan Ulama)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Maka pada saat itu hendaklah mereka menanti angin merah atau gempa bumi, tanah longsor, manusia berubah sifat (menjadi seperti binatang).” &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadith riwayat Abu Hurairah mengenai hal ini terdapat tambahan,&lt;i&gt; ”Dan (Qazafan) tembakan, lontaran, serta tanda-tanda lain yang datang secara berturut-turut bagaikan butir manik yang terputus benangnya dan jatuh bertubi-tubi satu lepas satu.”&lt;/i&gt; (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;Perhatikanlah ke-15 &lt;i&gt;miftahul azab&lt;/i&gt; pada hadits diatas, bukankah ke-15-nya telah terjadi di masa ini? Maka bukankah pantas Allah menimpakan bala-Nya kepada kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah bangsa ini bersyukur atas nikmat yang demikian banyak dilimpahkan Allah atas tanah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditilik lebih jauh, rasanya pantaslah Allah menimpakan musibah erupsi Merapi sekarang ini terutama di daerah yang terparah yakni di tanah Keraton (Yogyakarta). Betapa banyak maksiat di tanah ini. Mulai dari pergaulan bebas, hingga paham kejawen yang berkembang pesat di Yogyakarta. Mungkin kita mengenal atau minimal pernah mendengar nama &lt;i&gt;pasar kembang&lt;/i&gt;. Ya, lokalisasi yang telah berdiri sejak tahun 1818 ini adalah pusat prostitusi terbesar di Yogyakarta, bahkan popularitasnya telah merebak kemana-mana. Tempat ini kerap kali dikunjungi para budak nafsu syahwat untuk memenuhi bujukan syaitan. Dapat kita tebak apa yang mereka kerjakan. Ya, perzinahan menjadi rutinitas harian disana. Tak hanya perzinahan yang menjadi potret kota ini, tapi juga hedonisme (pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup) yang seakan sudah menjadi citra kota Jogja dikalangan anak muda. Hal ini tampak dari berdirinya diskotik-diskotik, club-club malam, dan banyak lagi tempat hura-hura lainnya. Selain gemerlap modernisasi yang menyimpang, ada warna lain yang juga menambah suramnya kota berjuluk kota pelajar ini. Yakni kentalnya adat kejawen yang masih terus langgeng dan dilestarikan. Kejawen adalah sisa-sisa paganisme sebelum masuknya cahaya Islam ke tanah Jawa. Hingga hari ini, paham itu masih dilestarikan khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham ini sangat tidak sesuai dan bertentangan dengan paham Islam. Karena Islam berlandaskan tauhid kepada Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah saw. Sedangkan pelanggaran-pelanggaran kejawen adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sinkretisme, menyampurkan ajaran Hindu, Budha, dan Islam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syirik, meyakini ada sesembahan dan tempat perlindungan selain Allah. Seperti Kanjeng Ratu Nyai Roro Kidul yang menguasai Laut Kidul, Eyang Petruk penunggu Merapi, Kyai Sapu Jagat, dan banyak ke-syirik-an lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beribadah kepada selain Allah, dengan mengadakan upacara disertai penyembelihan hewan dan penyerahan sesajen untuk sesembahan selain Allah yang dipercaya mempunyai kekuatan untuk mengendalikan alam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak melaksanakan kewajiban shalat. Bagi penganut kejawen, &lt;i&gt;eling&lt;/i&gt; saja sudah cukup sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT, jelas ini merupakan bentuk kekafiran kepada Allah sebagaimana sabda Rasul saw: &lt;i&gt;“Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan sholat.”&lt;/i&gt; (HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah ra.)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Melihat betapa dilupakannya Allah di negeri ini, maka wajar saja rasanya Allah ‘cemburu’ lalu menimpakan bencana yang dahsyat sebagai peringatan bagi kita semua. Pergaulan bebas, seks bebas, praktek syirik, dan segala macam kesenangan-kesenangan ala syaitan bin iblis harus segera kita tinggalkan. Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menukil ucapan ‘Ali bin Abu Thalib ra.: &lt;i&gt;“Tidaklah turun musibah kecuali dengan sebab dosa dan tidaklah musibah diangkat oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kecuali dengan bertobat.”&lt;/i&gt; (Al-Jawabul Kafi hal. 118)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, jika kita menginginkan ketentraman dan kesejahteraan dari Allah, tentu kita harus menyikapi bencana ini sebagai pukulan agar kita kembali ke jalan Allah, kembali bersyukur dan senantiasa meng-esa-kan-Nya. Kita harus semakin mendekatkan diri kepada-Nya, bukan justru semakin menduakan Allah dengan menggelar ritual syirik seperti yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Yogyakarta pada senin-8 November untuk menolak bala. Ya, mereka mengadakan upacara adat yang digelar di tugu Yogyakarta, dimulai dengan pertunjukan Tari Srimpi, kemudian menyembelih hewan ternak berupa sapi dan ayam, yang nantinya kepala, kaki, dan ekor dari hewan sembelihan itu ditanam di sekitar Kaliurang, dan dagingnya dibagikan kepada para pengungsi. &lt;i&gt;Na’udzubillahimindzaligh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, Merapi justru semakin parah dan semakin memuntahkan isinya yang tak kunjung mereda hingga hari ini. Semua alasan sains yang coba menjelaskan fenomena ini memang terasa logis, tapi bukan hanya itu alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Kita tak boleh mengabaikan perspektif al-Qur’an. Sebagai orang yang beriman, tentu kita memercayai bahwa Allah-lah penggenggam alam semesta ini, tiada satupun yang mampu berkuasa selain Dia. Maka, ketika bencana datang menghampiri kita, pendekatan pertama yag harus kita lakukan tentu adalah dari sudut pandang aqidah. Tiada satu daunpun yang jatuh dimuka bumi ini yang lepas dari pengawasan Allah, artinya tiada satupun kejadian dimuka bumi ini kecuali karena capur tangan Allah. Maka, instropeksilah diri kita. Seperti apa kita terhadap Allah selama ini? Apakah kita termasuk golongan orang beriman yang sabar yng diuji Allah sebagaimana firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Baqarah: 155-157)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kita termasuk hamba Allah yang kufur sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdoa.”&lt;/i&gt; (QS. Fushshilat: 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_RHagp_xYQic/TNwfq2BnLXI/AAAAAAAAAPw/Hd_Qi9fusBQ/s1600/kabur%2Bdari%2Babu.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 215px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_RHagp_xYQic/TNwfq2BnLXI/AAAAAAAAAPw/Hd_Qi9fusBQ/s320/kabur%2Bdari%2Babu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538336462676110706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berpulang kepada kita, berpulang pada keyakinan dan keimanan kita. &lt;b&gt;Yang pasti, bencana ini adalah teguran dari Allah, maka dari itu, instropeksilah diri kita&lt;/b&gt;. Allah hanya mau kita kembali ke jalan yang benar, diinullah tanpa terkotori dengan bid’ah, takhayul, dan khurafat. Allah hanya mau kita istiqomah di jalan yang benar, tanpa terkotori dengan maksiat-maksiat karena terbujuk rayu syaitan. Allah sayang kepada kita, dan semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu mendapat petunjuk hidayah dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan bencana ini, Yogyakarta menjadi bersih dari segala macam bentuk praktek maksiat dan kesyirikan. Semoga dakwah di kota ini semakin bisa ditegakkan, sehingga syariat semakin bisa diagungkan. Dan harapannya, jika seluruh ummat telah beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya iman, meninggalkan ke-15 penyebab bala, dan menjaga diin yang agung ini tetap tegak di tanah keraton, insyaallah tanah ini akan menjadi tanah yang diberkahi Allah sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…”&lt;/i&gt; (QS. Al-A’raaf: 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sebaliknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”… tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”&lt;/i&gt; (QS. Al-A’raaf: 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin ya Rabbal ‘alamin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber : &lt;a href="http://kapandut.blogspot.com/" target="_blank"&gt;kapandut.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : ~M.T.Q~&lt;br /&gt;Pada  : 11 November 2010 M/4 Dzulhijjah 1431 H&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-3222799663587859480?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/3222799663587859480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=3222799663587859480&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3222799663587859480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3222799663587859480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2010/11/bencana-merapi-dalam-perspektif-islam.html' title='Bencana Merapi Dalam Perspektif Islam'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_RHagp_xYQic/TNwfrtirg6I/AAAAAAAAAQI/GczXCmdJ6AY/s72-c/erupsi%2Bplus%2Bpetir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-6850220134712457593</id><published>2010-04-21T20:58:00.000-07:00</published><updated>2011-09-26T22:00:42.645-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'>Al Ukhuwwah (persaudaraan)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_MXoKNxAJu7M/TTP0Q9M2F7I/AAAAAAAAAPI/OVALU1vt_xw/s1600/ukhuwah1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="249" src="http://3.bp.blogspot.com/_MXoKNxAJu7M/TTP0Q9M2F7I/AAAAAAAAAPI/OVALU1vt_xw/s320/ukhuwah1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;ukhuwwah memiliki tingkatan yang beragam: yang paling rendah adalah bersihnya hati dari prasangka buruk terhadap orang lain dan yang paling tinggi adalah mendahulukan orang lain (Itsar). Itsar maknanya adalah mendahulukan orang lain daripada dirinya sendiri terhadap apa yang ia sukai. Ia rela lapar untuk menyenangkan saudaranya, ia rela haus karena memberikan minum buat temannya, ia rela bergadang agar kawannya dapat tidur, dan ia rela bekerja supaya sahabatnya bisa beristirahat. bahkan, ada yang rela menyodorkan dadanya demi menyelamatkan saudaranya dari terjangan peluru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-6850220134712457593?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/6850220134712457593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=6850220134712457593&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6850220134712457593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6850220134712457593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2010/04/al-ukhuwwah-persaudaraan.html' title='Al Ukhuwwah (persaudaraan)'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MXoKNxAJu7M/TTP0Q9M2F7I/AAAAAAAAAPI/OVALU1vt_xw/s72-c/ukhuwah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-912765373673958203</id><published>2010-03-11T20:54:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T07:02:43.148-08:00</updated><title type='text'>Potensi Manusia</title><content type='html'>Setiap kali pandangan ini tertuju pada orang-orang yang bermegah-megah&lt;br /&gt;dalam perjalanan hidup ini, disuatu hari ataupun disuatu kota di negeri yang dibilang maju ini, selalu muncul argument dalam diri ini, bahwa mereka begitu beruntungnya dibandingkan saudara-saudara kita di tempat lain, yang dimana mereka untuk menghidupi dirinya dan keluarganya perlu kerja yang sangat keras sekali ataupun malah lebih memprihatinkan dari itu, oleh karena sebenarnya mereka menjadi korban-korban dari mereka yang hidup bermegah-megahan itu baik yang langsung maupun tidak langsung.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   Kemegahan itu akhirnya malah menjadikan mereka lupa kepada perintah-perintah dan larangan-larangan Tuhannya, Rabb Semesta alam, yang menciptakan mereka penuh dengan segala kenikmatan. Mereka tidak mengindahkan petunjuk-petunjuk yang diturunkan Rabbnya melalui Rasulnya kepada seluruh manusia dan makhluk lainnya sampai hari berakhirnya kehidupan didunia ini.&lt;br /&gt;   Hai manusia, sesungguhnya Allah, Rabb engkau yang menciptakan seluruh kehidupan ini, sudah memberikan potensi-potensi untuk memahami petunjuk-petunjuk yang datang dariNya, yakni : potensi engkau mendengar( As-sam'u ), potensi engkau bisa melihat, dan potensi engkau memahami dengan hati engkau.&lt;br /&gt;Allah berfirman di Al Qur'an (Al Insan 76:1-3):&lt;br /&gt;   1.Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut (QS. 76:1)&lt;br /&gt;   2.Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (QS. 76:2)&lt;br /&gt;   3.Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. (QS. 76:3)&lt;br /&gt;   Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara&lt;br /&gt;mereka ampunan dan pahala yang besar.&lt;br /&gt;Semoga kita termasuk kedalam orang2 yg bersyukur kepadaNya, hasbunallahu wanikmal wakil.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-912765373673958203?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/912765373673958203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=912765373673958203&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/912765373673958203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/912765373673958203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2010/03/potensi-manusia.html' title='Potensi Manusia'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-6165648449573881466</id><published>2009-04-22T00:44:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T01:04:12.014-07:00</updated><title type='text'>LKTI INTERNASIONAL</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ikhwahfillah......ada info nih dari Keilmuwan. Universitas Sebelas Maret mengadakan LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) Internasional yang mengangkat tema ” Potensi Daerah untuk Mengatasi Krisis Pangan”. lebih lanjut, kunjungi website berikut ini http://sim.ormawa.uns.ac.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-6165648449573881466?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/6165648449573881466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=6165648449573881466&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6165648449573881466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6165648449573881466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2009/04/lkti-internasional.html' title='LKTI INTERNASIONAL'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-5727868736435955542</id><published>2009-04-21T20:28:00.000-07:00</published><updated>2011-09-26T21:58:54.613-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>mengapa memilih Islam???</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-cp8QVW1rMmc/Ti-tdNCkc-I/AAAAAAAADUw/9DGyYqiTY6g/s1600/islam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="207" src="http://2.bp.blogspot.com/-cp8QVW1rMmc/Ti-tdNCkc-I/AAAAAAAADUw/9DGyYqiTY6g/s320/islam.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;dahulu, Islam datang dalam keadaan asing. ketika masyarakat arab yang jahil menyembah patung (berhala) yang dalam keadaan nampak, islam datang dengan membawa ajaran menyembah Allah, zat yang tidak dapat dilihat. ketika masyarakat arab dalam keadaan yang sangat dekat dengan kemaksiatan, islam datang dengan sesuatu yang baru. suatu keadaan yang asing bagi mereka. suatu saat nanti, islam akan kembali asing. ketika orang-orang mengaku Islam tetapi tidak mengetahui apa esensi dari Islam.&lt;br /&gt;Allah telah berfirman dalam QS. al baqarah 256 "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam),...." sudah jelas bahwa Allah telah memberikan pilihan kepada manusia untuk masuk Islam atau tidak. tetapi di sisi lain, Allah juga berfirman dalam banyak ayat bahwa Islam adalah agama yang paling benar dan agama yang diridhoi. dua hal yang cukup kontras. dengan berbekal dua pernyataan ini, dapat diambil suatu benang merah bahwa masuk Islam adalah suatu proses.proses meyakinkan diri bahwa tidak ada tuhan yang pantas disembah selain Allah.&lt;br /&gt;kita dapat melihat bahwa orang-orang yang memiliki kualitas keimanan yang kuat adalah kebanyakan orang-orang barat yang telah melakukan perjalanan rohani yang panjang sehingga mereka mereka benar-benar yakin tentang Islam dan keesaan Allah. mereka ber-Islam bukan karena paksaan tetapi telah meyakini bahwa Islam adalah agama yang tepat untuk mereka.&lt;br /&gt;kemudian bagaimana bagi sebagian dari kita yang telah ber-Islam sejak kecil dengan terlebih dahulu dibimbing oleh orang tua kita? ini juga merupakan suatu proses. kita meski telah Islam karena "terpaksa" harus kembali mencari ilmu mengenai kebenaran Islam dan keesaan Allah. jangan sampai kita Islam tetapi tidak tahu apa Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;materi tersebut adalah sedikit dari bahasan kajian dan diskusi kajian ikhwan CENTRIS pada 20 April 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-5727868736435955542?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/5727868736435955542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=5727868736435955542&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/5727868736435955542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/5727868736435955542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2009/04/mengapa-memilih-islam.html' title='mengapa memilih Islam???'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-cp8QVW1rMmc/Ti-tdNCkc-I/AAAAAAAADUw/9DGyYqiTY6g/s72-c/islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-509239460618915469</id><published>2009-03-24T04:34:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T04:48:11.433-07:00</updated><title type='text'>Temu Muslimah FTI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/ScjH6W5d9cI/AAAAAAAAAEc/-50sJU85jZs/s1600-h/Publikasi+temu+muslimah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 283px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/ScjH6W5d9cI/AAAAAAAAAEc/-50sJU85jZs/s400/Publikasi+temu+muslimah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316719165503829442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-509239460618915469?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/509239460618915469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=509239460618915469&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/509239460618915469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/509239460618915469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2009/03/temu-msulimah-fti.html' title='Temu Muslimah FTI'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/ScjH6W5d9cI/AAAAAAAAAEc/-50sJU85jZs/s72-c/Publikasi+temu+muslimah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-6119569643550815956</id><published>2009-03-20T21:51:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T22:05:45.970-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>HARAMNYA BABI DITINJAU DARI SISI IPTEK</title><content type='html'>Buat teman2 yang kemarin g datang, nih ada sedikit info yang sempat tercatat. he2. soalnya kemarin banyak diskusinya. jadi bingung yang mau dicatet yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, 99% DNA babi mirip sama manusia. Nah lho?? gimana tuh??? penelitian ini sebenarnya sudah lama banget ditemukan. Bahkan, sejak ditemukannya DNA manusia. &lt;br /&gt;Struktur DNA manusia juga tidak jauh berbeda dengan DNA monyet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itulah yang menjadi alasan banyaknya produk obat2an menggunakan bagian tubuh babi sebagai campurannya. Karena, resistensi tubuh manusia akan rendah disebabkan DNA yang mirip tadi. Contohnya, kapsul. kebanyakan kapsul dibuat dari gelatin babi. Lalu, vaksin polio pada saat pencuciannya memakai protein babi. MUI hingga kini masih memperbolehkan penggunaan protein babi sebagai pencuci vaksin polio dikarenakan belum adanya penggantinya. Trus, buat kamu2 or mungkin punya keluarga yang menderita penyakit kencing manis dan menjalani terapi insulin, Hati-hati!!!!. Coba tanyakan dulu insulin yang dipakai termasuk insulin sintetis atau insulin babi???  memang insulin yang sintetis lebih mahal daripada yang dari babi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena DNA yang sama tadi, ternyta virus yang menyerang babi pun hampir mirip sama virus yang menyerang manusia. Misal, Flu burung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak bagi manusia yang memakan daging babi juga bisa tertular sifat2nya babi kayak pemalas gt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, ternyata ada banyak hikmah dibalik haramnya babi yang memang sudah tercantum di Al Quran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-6119569643550815956?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/6119569643550815956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=6119569643550815956&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6119569643550815956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6119569643550815956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2009/03/haramnya-babi-ditinjau-dari-sisi-iptek.html' title='HARAMNYA BABI DITINJAU DARI SISI IPTEK'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-8750249534292773174</id><published>2009-03-17T19:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T01:28:34.270-07:00</updated><title type='text'>KAJIAN KEILMUWAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/ScCtkWugLVI/AAAAAAAAAEU/hOJ59tx6pE0/s1600-h/babi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/ScCtkWugLVI/AAAAAAAAAEU/hOJ59tx6pE0/s400/babi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314438400384707922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-8750249534292773174?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/8750249534292773174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=8750249534292773174&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/8750249534292773174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/8750249534292773174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2009/03/kajian-keilmuwan.html' title='KAJIAN KEILMUWAN'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/ScCtkWugLVI/AAAAAAAAAEU/hOJ59tx6pE0/s72-c/babi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-1511022675219600351</id><published>2009-03-09T23:17:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T23:20:07.331-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><title type='text'>Staduim General Pembinaan Pengurus</title><content type='html'>alhamdulillah, pada senin 9 Maret 2009 bertepatan dengan maulid nabi SAW, CENTRIS FTI-UII bertampat di objek wisata Kalikuning, menyelenggarakan Stadium general pembinaan pengurus CENTRIS. acara yang berkonsep rihlah ini alhamdulillah berjalan dengan lancar tanpa adanya masalah yang berarti. dengan panitia adalah pengurus dari mahasiswa angkatan 2007 dan para kader baru mahasiswa angkatan 2007 dan 2008, acara dapat terselenggara dengan sukses meskipun peserta adalah para pengurus angkatan 2006 dan 2007 serta kader  angkatan 2007 dan 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diawali doa, alhamdulillah acara berjalan sesuai dengan agenda. acara pertama di lokasi setelah acara pembukaan adalah game pendahuluan. untuk ikhwan, game pendahuluan yang dilakukan adalah game taaruf yang dipimpin oleh akhi dimas rinto. hal ini bertujuan mengenal kembali saudara-saudara yang selama ini di samping kita tetapi kita belum tentu mengenal dia bahkan sekedar asal kota saudara kita tersebut atau hal lainnya. game ini juga mengandung nilai bahwa sakit yang dirasakan oleh muslim yang satu akan dirasakan pula oleh muslim yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah game pendahuluan selesai, dilanjutkan dengan persiapan makan. lho baru datang kok langsung makan? ya. tetapi, sebelum makan, peserta diajak main detektif-detektifan terlebih dahulu, yaitu mencari bahan makanan yang akan dimasak berdasar klu yang telah dipersiapkan oleh panitia. dengan waktu tiga puluh menit, akhirnya peserta berhasil mengumpulkan bahan makanan yang "disembunyikan" oleh panitia. tetapi dari peserta ikhwan maupun akhwat masing-masing melewatkan satu tempat penyimpanan makanan. akhirnya mask pun dimulai tanpa bahan makannan yang belum diketemukan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;acara masak-masak dimulai, hingga ba'da shalat dzuhur, massakan belum masak juga. setelah masak, waktunya makan bersama baik panitia, mentor dan peserta dengan makanan hasil memasak peserta yang....(jangan ragukan rasanya....). kebersamaan sungguh terasa dengan memasak dan makan bersama dengan hasil masakan secara berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah selesai makan, waktunya menimba ilmu dengan materi yang disampaikan oleh udz abdi. materi yang disampaikan berkaitan dengan hidup ini isinya adalah belajar dan mengajarkan dan sifatnya yang sesuai dengan ajaran Islam adalah secara berjamaah (materi yang disampaikan akan dituliskan kemudian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah shalat asar dilanjutkan dengan pengelompokan para pengurus kepada mentor masing-masing. setelah setiap pengurus bertemu mentor masing-masing, dan karena waktu yang semakin sore, maka acara harus diakhiri. setelah acara penutupan, peserta dan panitia kembali ke tempat parkir, dengan keadaan basah kuyup oleh hujan, untuk kembali pulang ke rumah/kos masing-masing dengan semangat baru yang diperoleh dari rangkaian acara dalam satu hari tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tunggu informasi dari acara CENTRIS selanjutnya atau langsung bergabung dengan CENTRIS sekarang juga. SEMANGAT....!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-1511022675219600351?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/1511022675219600351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=1511022675219600351&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/1511022675219600351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/1511022675219600351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2009/03/staduim-general-pembinaan-pengurus.html' title='Staduim General Pembinaan Pengurus'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-2520354039342017597</id><published>2009-03-02T23:26:00.001-08:00</published><updated>2009-03-09T23:30:00.798-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><title type='text'>"Asap Rokok dalam Al Quran"</title><content type='html'>alhamdulillah, pada Kamis 26 februari 2009, departemen syiar CENTRIS telah menyelenggarakan kajian dan buka puasa sunnah bersama "asap rokok dalam Islam" dengan pembicara ustadz Supriyanto pasir (ustadz ucup). acara ini kembali mewarnai lingkungan FTI-UII dengan kajian. harapannya dengan acara ini FTI-UII akan kembali membudayakan akan budaya kajian.&lt;br /&gt;dewasa ini, pembahasan mengenai rokok terasa panas sepanas rokok yang dibakar. sehingga, dengan diadakan acara ini, diharapkan membuka wawasan mengenai hukum menghisap rokok yang kini diharamkan oleh MUI. fatwa rokok haram oleh MUI terasa masih mengambang mengingat hukum haramnya rokok hanya untuk orang-orang tertentu saja. semisal rokok hanya diharamkan untuk anak-anak dan remaja, logikanya setelah anak ini beranjak dewasa, maka rokok kembali halal. kemudian rokok haram untuk wanita hamil, maka ketika ia telah melahirkan maka ia halal untuk merokok. demikian pula dengan haramnya rokok di tempat umum, maka jika di rumah hukumnya halal, padahal menggannggu anak dan istri di rumah. hal ini yang menjadi permasalahan mengenai mengambangnua fatwa rokok haram oleh MUI.&lt;br /&gt;bahwasannya rokok dapat digolongkan dalam khamr, karena sifatnya yang memabukkan dan membuat kecanduan. hal ini mengingat bahwa khamr tidak hanya bersifat cairan tetapi segala hal yang memabukkan dan membuat kecanduan. serta banyak mudharat yang dihasilkan oleh rokok daripada manfaatnya.&lt;br /&gt;masih banyak yang harus dibahas mengenai rokok atau bahasan lain. semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-2520354039342017597?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/2520354039342017597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=2520354039342017597&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/2520354039342017597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/2520354039342017597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2009/03/asap-rokok-dalam-al-quran.html' title='&quot;Asap Rokok dalam Al Quran&quot;'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-6343826883826658027</id><published>2009-02-17T02:32:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T02:38:07.672-08:00</updated><title type='text'>The Kufr of Magic And The Evil of Harry Potter</title><content type='html'>Sekali2 ya, ada resensi buku. Ga pa2 kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis           : Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary &lt;br /&gt;Ukuran           : 14 x 21 cm &lt;br /&gt;Jml.Hal.          : 220 hal &lt;br /&gt;Cover  : Art Paper 230 gr + Spot UV + Emboss + Doff &lt;br /&gt;Kertas : 70 gr + 11 lembar kertas Kicleuk &lt;br /&gt;Harga  : Rp. 42.500 &lt;br /&gt;Hogwarts dikisahkan sebagai salah satu sekolah sihir terbaik di dunia yang berada di Inggris, sekolah ini berfungsi melatih anak-anak yang berumur mulai dari 11 hingga 18 tahun untuk menjadi penyihir-penyihir hebat yang berkualitas. &lt;br /&gt;Sekolah sihir Hogwarts merupakan nama sekolah sihir rekaan yang menjadi latar belakang serial Harry Potter, Namun demikian "Sekolah Sihir" di dunia nyata bukanlah sesuatu yang tidak diketahui eksistensinya. Lembaga-lembaga yang menjadi pusat pembelajaran ilmu ini telah menyebar di berbagai tempat diseluruh dunia, konon, politik Amerika pun berdiri dengan bantuan tukang-tukang sihir dan para astrolog, seperti yang dikemukakan oleh Melaz Coelanz.&lt;br /&gt;Berbagai bentuk propaganda ditebar ketengah-tengah masyarakat, memprovokasi setiap manusia untuk mempelajari dan menguasai ilmu sihir dalam waktu yang relative singkat.&lt;br /&gt;Padahal Islam mengancam keras manusia yang walau sekedar mendatangi tukang sihir, terlebih mempelajari dan mempercayainya.&lt;br /&gt;"Jauhilah oleh kalian 7 (tujuh) perkara yang membinasakan, yaitu syirik kepada Allah dan SIHIR…" (Bukhari dan Muslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-6343826883826658027?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/6343826883826658027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=6343826883826658027&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6343826883826658027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6343826883826658027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2009/02/kufr-of-magic-and-evil-of-harry-potter.html' title='The Kufr of Magic And The Evil of Harry Potter'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-7666345893302737539</id><published>2009-02-09T23:48:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T00:19:00.111-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='announcement'/><title type='text'>Training Persiapan KKTM</title><content type='html'>Hi Guys, insya ALLAH Rabu, 11 Februari 2009 ada Training persiapan KKTM (Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa) di Ruang 3.04. Ada dua sesi, sesi pertama, insya ALLAH akan diisi oleh  Susilo Wibisono tentang overview apa itu KKTM, perjenjangannya,dll (pokoknya all about KKTM), trus ada teknik penulisan karya tulis ilmiah. setelah itu, ada sesi dengan Pak Winda Nur Cahyo. Salah satu dosen teknik Industri di FTI. Pokoknya harus dateng ya!!!&lt;br /&gt;Kutunggu kedatanganmu.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-7666345893302737539?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/7666345893302737539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=7666345893302737539&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/7666345893302737539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/7666345893302737539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2009/02/training-persiapan-kktm.html' title='Training Persiapan KKTM'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-3970678486041128271</id><published>2009-01-27T23:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T23:38:08.711-08:00</updated><title type='text'>GERHANA MATAHARI CINCIN</title><content type='html'>content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: times new roman;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CERGOCR%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C02%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{mso-style-noshow:yes; 	color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Demi matahari dan cahayanya di pagi hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Demi bulan ketika mengiringinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Demi siang ketika menampakkannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Demi malam ketika menutupinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Demi langit dan (Allah) yang membangunnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Demi bumi dan (Allah) yang menghamparkannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Demi jiwa dan (Allah) yang menyempurnaannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa kefasikan dan ketakwaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya -- (QS Asy Syams: 1-10)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Sudah hafal ayat2 ini belum hayo??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Ayat2 tersebut berkaitan dengan fenomena gerhana matahari cincin yang terjadi 26 Januari 2009 lalu. Proses gerhana tersebut terjadi dari pukul 15.21 - 17.50 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 16.41 WIB. Gerhana ini dapat dilihat secara sempurna di wilayah Tanjung Karang Lampung dan Anyer Baten.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Sebenarnya, Gerhana matahari terjadi ketika posisi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bulan" title="Bulan"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Bulan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; terletak di antara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi" title="Bumi"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Bumi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari" title="Matahari"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Matahari&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana total, gerhana sebagian, dan gerhana cincin. Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Gerhana matahari cincin pada hakikatnya sama dengan gerhana matahari total. Keduanya tergolong gerhana sentral, artinya pusat piringan matahari dan bulan hampir berimpitan pada saat puncak gerhana. Hal yang membedakan adalah piringan bulan pada saat gerhana matahari total menutup penuh piringan matahari. Sedangkan pada gerhana matahari cincin piringan bulan hanya menutup bagian tengah piringan matahari dan menyisakan bagian tepinya sehingga tampak seperti cincin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Gerhana matahari cincin terjadi bila piringan matahari tampak lebih besar dari piringan bulan. Hal itu dipengaruhi oleh jarak matahari dan bulan dari bumi. Pada saat gerhana matahari cincin 1998, jarak bumi matahari 151,3 juta km sehingga diameter sudut piringan matahari 31' 40". Sedangkan jarak bumi bulan 394.063 km sehingga diameter sudutnya 30' 19", lebih kecil daripada diameter sudut matahari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;u4:worddocument&gt;   &lt;u4:view&gt;Normal&lt;/u4:View&gt;   &lt;u4:zoom&gt;0&lt;/u4:Zoom&gt;   &lt;u4:punctuationkerning/&gt;   &lt;u4:validateagainstschemas/&gt;   &lt;u4:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/u4:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;u4:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/u4:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;u4:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/u4:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;u4:compatibility&gt;    &lt;u4:breakwrappedtables/&gt;    &lt;u4:snaptogridincell/&gt;    &lt;u4:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;u4:useasianbreakrules/&gt;    &lt;u4:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/u4:Compatibility&gt;   &lt;u4:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/u4:BrowserLevel&gt;  &lt;/u4:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;u5:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/u5:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Dari segi ilmiah, gerhana matahari cincin kurang menarik bila dibandingkan dengan gerhana matahari total. Tetapi, dari segi sejarah Islam, ada hal yang menarik. Dari analisis astronomis, ternyata gerhana matahari cincinlah yang terjadi pada zaman Rasulullah s.a.w. pada saat putra tercintanya, Ibrahim, wafat. Saat itu pula satu-satunya salat gerhana matahari yang dilakukan Rasulullah dengan khutbahnya yang terekam dalam hadits: "Matahari dan bulan adalah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana bukan karena kematian atau kehidupan seseorang. Maka bila melihatnya berdzikirlah kepada Allah dengan mengerjakan shalat" (H. R. Bukhari-Muslim dari Aisyah dan Ibnu Abbas).&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;          Gerhana matahari cincin pada zaman Rasulullah terjadi pada 30 Januari 632. Pada saat itu jarak bumi matahari 148 juta km sehingga diameter sudut piringan matahari 32' 23". Sedangkan jarak bumi bulan 392.788 km dengan diameter sudutnya 30' 25". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Perenungan fenomena alam semestinya membimbing manusia ke arah penyucian jiwa, menyadari kenisbian manusia. Sifat dan sikap takabur merupakan pengotor jiwa yang bisa muncul dalam bentuk sikap otoriter, diskriminatif, menindas, dan sikap2 tercela lainnya.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; Imam Ghozali pernah berpesan, jadilah Muslim seperti matahari. Ia bersinar karena kualitas pribadinya. Dan ia mampu menerangi dan menghangatkan sekitarnya. Mampu memberi manfaat bagi masyarakatnya. HOPEFULLY WE CAN. HAMASAH!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;www.wikipedia.com&lt;br /&gt;http://rukyatulhilal.org&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-3970678486041128271?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/3970678486041128271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=3970678486041128271&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3970678486041128271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3970678486041128271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2009/01/gerhana-matahari-cincin.html' title='GERHANA MATAHARI CINCIN'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-4418395431075477349</id><published>2008-12-31T20:59:00.000-08:00</published><updated>2008-12-31T21:05:36.932-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p align="center" style="margin-top:7.5pt;margin-right:18.75pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:18.75pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;KALENDER &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;HIJRIAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi- mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 18.75pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:44.25pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;; mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Arab sudah mengenal kalender. Namun kalender yang dipergunakan adalah kalender bulan-matahari. Dalam kalender ini, pergantian tahun selalu terjadi di penghujung musim panas (sekitar bulan September, ketika matahari melewati semenanjung Arab dari utara ke selatan). Bulan pertama dinamai Muharram, karena di bulan ini seluruh suku di semenanjung Arab bersepakat mengharamkan peperangan. Pada bulan kedua, sekitar bulan Oktober, daun-daun mulai menguning. Karenanya, bulan ini diberi nama Shafar yang berarti kuning. Di bulan ketiga dan keempat, bertepatan dengan musim gugur (rabi). Keduanya diberi nama bulan Rabi’ul awwal dan Rabi’ul akhir.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 18.75pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:44.25pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;; mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Januari dan Februari adalah musim dingin atau musim beku (jumad), sehingga dinamai Jumadil awwal dan Jumadil akhir. Di bulan berikutnya, matahari kembali melintasi semenanjung Arab. Kali ini matahari bergerak dari selatan ke utara. Salju di Arab mulai mencair. Karenanya, bulan ini dinamai dengan bulan Rajab. Setelah salju mencair, lahan pertanian kembali bisa ditanami. Masyarakat Arab mulai turun ke lembah (syi’b) untuk menanam atau menggembala ternak. Bulan in disebut bulan Sya’ban. Bulan berikutnya, matahari bersinar terik hingga membakar kulit. Bulan in disebut dengan bulan Ramadhan (dari kata ramdhan yang berarti sangat panas). &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 18.75pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:44.25pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;; mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Cuaca makin panas di bulan berikutnya, hingga disebut dengan bulan Syawwal (peningkatan). Puncak musim panas terjadi di bulan Juli. Di waktu-waktu ini masyarakat Arab lebih senang duduk-duduk (qa’id), tinggal di rumah daripada bepergian. Bulan ini diberi nama Dzulqa’dah. Di bulan keduabelas, masyarakat Arab berbondong-bondong pergi ke Makkah untuk menunaikan ibadah Haji sehingga bulan ini disebut dengan bulan haji atau Dzulhijjah. Sedangkan bulan ketigabelas yang ditambahkan di setiap penghujung tahun kabisat disebut dengan bulan Nasi’. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 18.75pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:44.25pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;; mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Kalender bulan-matahari yang berlaku di semenanjung Arab ternyata menimbulkan kekacauan. Masing-masing suku menetapkan tahun kabisatnya sendiri-sendiri. Hal ini menjadi dalih dan pembenaran untuk menyerang suku lain di bulan Muharram dengan alasan, bulan itu adalah bulan Nasi’ menurut perhitungan mereka.&lt;br /&gt;Setelah turun wahyu kepada Muhammad saw, kalender bulan-matahari diubah menjadi kalender bulan. Satu tahun terdiri dari duabelas bulan, sebagaimana firman Allah,&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 18.75pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:44.25pt"&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ada 12 bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah sewaktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada 4 bulan haram….” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;[At Taubah: 36]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 18.75pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:44.25pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;; mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Meskipun begitu, nama-nama bulan tetap tak berubah karena sudah terlanjur populer di masyarakat. Lagipula, nama-nama ini tidak mengandung unsur kemusyrikan. Dengan diberlakukannya kalender bulan, ramadhan tak lagi selalu jatuh di musim panas. Setiap tahun akan terus bergeser. Di kalender masehi, kita merasakan perayaan idul fitri akan lebih cepat 11 hari dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meski merepotkan (tanggalnya selalu berganti-ganti), namun hal ini menguntungkan bagi saudara-saudara kita yang tinggal di daerah dengan empat musim. Pergeseran waktu di kalender Masehi membuat Ramadhan bisa terjadi di musim dingin, musim gugur, musim semi maupun musim panas.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 18.75pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:44.25pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;; mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Ketika Rasulullah saw masih hidup, kalender yang digunakan tidak berangka tahun. Jika seseorang ingin menuliskan waktu transaksi, hanya ditulis: 14 Rajab. Tentu saja, hal ini menimbulkan kerancuan, apakah yang dimaksud 14 Rajab tahun ini atau lima tahun yang lalu? Enam tahun setelah wafatnya Rasulullah saw, Gubernur Irak, Abu Musa al Asy’ari mengirim surat kepada Khalifah Umar Bin Khatthab. Sebagian surat itu berisi saran agar kalender Hijriah diberi angka tahun. Usul ini pun disetujui. Umar segera membentuk panitia yang beranggotakan Umar, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, Talhah bin Ubaidillah, dan Zubair bin Awwam. Panitia kecil ini bermusyawarah untuk menentukan kapankah dimulainya tahun pertama. Ada yang mengusulkan tahun kelahiran Nabi saw (‘Am al Fil, 571 M), seperti kalender Masehi yang merujuk pada kelahiran Isa. Ada pula yang mengusulkan tahun turunnya firman Allah yang pertama (‘Am al Bi’tsah, 610 M). Pada akhirnya, yang disetujui adalah pendapat Ali yang menggunakan tahun hijrah dari Makkah ke Madinah (‘Am al Hijrah, 622 M). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi- font-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Alasannya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;; mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 54.75pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 54.75pt"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi-Curlz MT&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:purple;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi-font-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Dalam Al Qur’aan, Allah memberi banyak penghargaan pada orang-orang yang berhijrah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 54.75pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 54.75pt"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi-Curlz MT&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:purple;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi-font-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Masyarakat Islam yang berdaulat dan mandiri baru terbentuk setelah hijrah ke Madinah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 54.75pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 54.75pt"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi-Curlz MT&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:purple;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi-font-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Ummat Islam diharapkan selalu memiliki semangat hijriah, tidak terpaku pada satu keadaan dan senantiasa ingin berhijrah menuju keadaan yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 18.75pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:44.25pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi-font-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Karena tahun pertama dimulai sejak peristiwa hijrah ke Madinah, kalender ini kemudian populer disebut kalender hijriah. Meski tidak mendetail, aturan tentang kalender hijriah telah tercantum dalam al Qur’an dan hadits. Aturan tersebut kemudian menjadi pedoman dalam pembuatan kalender hijriah.&lt;br /&gt;1.   Satu tahun hijriah terdiri dari 12 bulan.&lt;br /&gt;       Dalilnya adalah QS At Taubah ayat 36, “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ada 12 bulan…”&lt;br /&gt;2.   Pergantian bulan terjadi saat terlihatnya hilal.   &lt;br /&gt;     “Berpuasalah kamu setelah melihat hilal dan berbukalah setelah melihat hilal. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;; mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Maka bila pandanganmu terhalang (oleh mendung atau hujan), sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.” (HR. Bukhari) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi-font-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 18.75pt;margin-bottom:.0001pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IT"   style="font-family: &amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi-mso-ansi-language:ITfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;3.   Satu bulan terdiri dari 29 hari. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;; mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Namun bisa juga menjadi 30 hari jika hilal masih belum tampak.&lt;br /&gt;4.   Pergantian hari terjadi pada waktu maghrib (setelah matahari terbenam).&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 18.75pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:44.25pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;; mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Secara umum Sistem Kalender yang dipakai resmi di Indonesia adalah Kalender Nasional atau kalender Masehi yang disebut juga Kalender Gregorian atau Kalender Syamsiah (matahari). Namun karena mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim maka Kalender Hijriyah atau disebut juga Kalender Qomariyah (bulan) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Kalender Nasional. Hal ini terlihat dari setiap kalender yang diterbitkan selalu mencantumkan angka kecil yang menunjukkan tanggal kalender Hijriyah di bagian bawah angka kalender nasional tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 18.75pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:44.25pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;; mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Kedua kalender tersebut memang berbeda secara prinsip. Itulah sebabnya kenapa dalam penyusunan kalender nasional tidak pernah mengalami kontrofersi namun dalam penyusunan kalender Hijriyah sering  terjadi kontrofersi terutama saat penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah yang secara khusus bertepatan dengan momen ibadah yang penting.  &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top:0cm;margin-right:18.75pt;margin-bottom:0cm;margin-left: 0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Sumber:http://rukyatulhilal.org&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:&amp;quot;Curlz MT&amp;quot;;mso-bidi-mso-ansi-language:SVfont-family:Raavi;color:purple;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-4418395431075477349?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/4418395431075477349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=4418395431075477349&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/4418395431075477349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/4418395431075477349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2008/12/kalender-hijriah-sebelum-kedatangan.html' title=''/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-6829812850513078981</id><published>2008-10-24T01:15:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T01:24:46.819-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'>SYUKUR MENAMBAH NIKMAT LHO!!!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Ilmuwan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;meneliti peran sikap bersyukur atau berterima kasih. Selain menyehatkan jiwa-raga, bersyukur juga mendorong terjalin dan terbinanya persahabatan antar manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Baerdasarkan penelitian S.B. Alqoe dkk. dari University of Virginia, Amerika Serikat (AS) yang dimuat di jurnal ilmiah Emotion, edisi Juni 2008 dengan judul "Beyond reciprocity: gratitude and relationships in everyday life" (Lebih dari sekedar hubungan timbal balik: sikap bersyukur dan persahabatan dalam hidup keseharian), bersyukur. mendorong terjalin dan terbinanya persahabatan antar manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Dalam karya ilmiah itu para ilmuwan meneliti peran sikap bersyukur atau berterima kasih yang muncul secara alamiah dalam perkumpulan mahasiswa di perguruan tinggi selama acara "pekan pemberian hadiah" dari anggota lama kepada anggota baru. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Para anggota baru mencatat tanggapan atas manfaat yang mereka dapatkan selama pekan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Di akhir pekan itu, dan satu bulan kemudian, anggota lama dan anggota baru menilai keadaan persahabatan dan hubungan di antara mereka. Kesimpulannya, rasa terima kasih atas pemberian hadiah berpeluang memicu terbentuknya dan terpeliharanya persahabatan di antara mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: blue;" lang="ES"&gt;Selain jalinan persahabatan yang baik, sikap bersyukur kini terbukti secara ilmiah memicu pula aneka manfaat lain. Di antaranya manfaat kesehatan jasmani, ruhani dan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: blue;"&gt;Tidak heran jika "gratitude research" atau "penelitian tentang sikap bersyukur" menjadi salah satu bidang yang banyak diteliti ilmuwan abad ke-21 ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Profesor psikologi asal University of California, Davis, AS, Robert Emmons, sekaligus pakar terkemuka di bidang penelitian "sikap bersyukur", telah memperlihatkan bahwa dengan setiap hari mencatat rasa syukur atas kebaikan yang diterima, orang menjadi lebih teratur berolah raga, lebih sedikit mengeluhkan gejala penyakit, dan merasa secara keseluruhan hidupnya lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Dibandingkan dengan mereka yang suka berkeluh kesah setiap hari, orang yang mencatat daftar alasan yang membuat mereka berterima kasih juga merasa bersikap lebih menyayangi, memaafkan, gembira, bersemangat dan berpengharapan baik mengenai masa depan mereka. Di samping itu, keluarga dan rekan mereka melaporkan bahwa kalangan yang bersyukur tersebut tampak lebih bahagia dan lebih menyenangkan ketika bergaul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Tak tersentuh sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Dulu, sikap bersyukur atau berterima kasih sama sekali tidak terjamah dalam kajian ilmuwan psikologi tatkala profesor Emmons mulai mengkajinya di tahun 1998. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Penelitian pertama prof Emmons melibatkan para mahasiswa kuliah psikologi kesehatan di universitasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Saat itu, sang profesor mewajibkan sebagian dari para mahasiswa tersebut untuk menuliskan lima hal yang menjadikan mereka bersyukur setiap hari. Sedangkan mahasiswa selebihnya diminta mencatat lima hal yang menjadikan mereka berkeluh kesah. Tiga pekan kemudian, mahasiswa yang bersyukur memberitahukan adanya peningkatan dalam hal kesehatan jiwa-raga dan semakin membaiknya hubungan kemasyarakatan dibandingkan rekan mereka yang suka menggerutu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Di tahun-tahun berikutnya, profesor Emmons melakukan aneka penelitian yang melibatkan beragam kondisi manusia, termasuk pasien penerima organ cangkok, orang dewasa yang menderita penyakit otot-saraf dan murid kelas lima SD yang sehat. Di semua kelompok manusia ini, hasilnya sama: orang yang memiliki catatan harian tentang ungkapan rasa syukurnya mengalami perbaikan kualitas hidupnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Dampak latihan bersyukur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Melalui latihan, perasaan bersyukur dapat dibiasakan dalam diri seseorang. Pelatihan sengaja untuk menanamkan rasa syukur ini ternyata membawa dampak positif dalam beragam sisi kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Dalam penelitian menggunakan metoda membandingkan, ditemukan bahwa mereka yang menuliskan rasa syukurnya setiap pekan mendapatkan manfaat jasmani-ruhani yang lebih baik dibandingkan mereka yang terbiasa mencatat peristiwa menjengkelkan dan kejadian yang biasa-biasa saja. Di antara manfaat ini adalah olah raga yang lebih teratur, lebih sedikit mengeluhkan gejala penyakit badan, merasa hidupnya secara keseluruhan lebih baik, dan berpengharapan lebih baik di minggu mendatang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Manfaat lain sikap berterima kasih tampak pada keberhasilan dalam mewujudkan cita-cita. Dibandingkan dengan orang-orang yang bersikap sebaliknya, mereka yang senantiasa memiliki daftar ungkapan rasa syukur lebih cenderung mengalami kemajuan dalam pencapaian cita-cita mereka. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Cita-cita ini dapat berupa prestasi akademis, hubungan antar-sesama dan kondisi kesehatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Penelitian lain dilakukan dengan melatih pembiasaan sikap bersyukur setiap hari pada diri sendiri. Kondisi positif seperti: waspada, bersemangat, tabah, penuh perhatian, dan daya hidup pada orang muda dewasa meningkat akibat pembiasaan sikap bersyukur. Perbaikan kondisi sebaik ini tidak dijumpai pada orang yang dilatih bersikap menggerutu atau pada orang yang menganggap dirinya lebih sejahtera dibanding orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Selain itu, mereka yang memiliki rasa syukur setiap hari lebih memiliki jiwa sosial yang lebih baik dibandingkan mereka yang suka berkeluh kesah dan suka menganggap orang lain kurang beruntung. Golongan yang pertama tersebut cenderung menolong seseorang yang memiliki masalah pribadi, atau telah membantu dukungan semangat kepada orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Pasien pun tak luput dari penelitian seputar sikap bersyukur ini. Dengan melibatkan sejumlah orang dewasa pengidap penyakit otot-saraf, pelatihan membiasakan sikap bersyukur berdampak baik pada pasien tersebut. Di antaranya adalah kualitas dan lama tidur yang lebih baik, lebih optimis dalam menilai kehidupan, lebih eratnya perasaan persahabatan dengan orang lain, serta suasana hati tenteram yang lebih sering dibandingkan dengan mereka yang tidak dilatih bersikap syukur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Ketika syukur menjadi kebiasaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Insan yang bersyukur menyatakan diri mereka merasakan tingginya perasaan positif, kepuasan hidup, semangat hidup, dan pengharapan baik di masa depan. Mereka juga mengalami kemurungan dan tekanan batin dengan kadar rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Kalangan yang memiliki kebiasaan kuat dalam bersyukur atau berterima kasih memiliki kemampuan menyelami jiwa orang lain dan mengambil sudut pandang orang lain. Mereka ditengarai lebih dermawan dan lebih ringan tangan oleh orang-orang di jalinan persahabatan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Terdapat pula kaitan antara kerohanian seseorang dengan sikap bersyukur. Kecenderungan bersyukur lebih banyak dilakukan mereka yang secara teratur menghadiri acara keagamaan dan terlibat dalam kegiatan keagamaan seperti berdoa atau sembahyang dengan membaca bacaan relijius berkali-kali. Kaum yang bersyukur lebih cenderung mengakui keyakinan akan keterkaitan seluruh kehidupan, serta rasa ikatan dan tanggung jawab terhadap orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Pribadi-pribadi yang bersyukur dilaporkan memiliki sifat materialistis yang rendah. Mereka tidak begitu menaruh perhatian penting pada hal-hal yang bersifat materi. Mereka cenderung tidak menilai keberhasilan atau keberuntungan diri mereka sendiri dan orang lain dari jumlah harta benda yang mereka kumpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan kaum yang kurang berterima kasih, kalangan yang bersyukur cenderung bukan berwatak pendengki terhadap kaum kaya, dan bersikap mudah memberikan apa yang mereka punya kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nikmat bertambah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Emmons menuangkan hasil-hasil temuan ilmiahnya itu dalam buku terkenalnya "Thanks! How the New Science of Gratitude Can Make You Happier" (Terima kasih! Bagaimana Ilmu Baru tentang Bersyukur Dapat Menjadikan Anda Lebih Bahagia) yang terbit tahun lalu. Buku ini memaparkan pula 10 kiat untuk menanamkan rasa syukur sepanjang tahun demi mendapatkan nikmat karunia yang bermanfaat dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan ilmiah tentang syukur ini mengukuhkan risalah ilahiah bahwa syukur adalah akhlak mulia yang mesti ada dalam diri manusia. Sebab, syukur memicu bertambah nikmat hidup seseorang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: &lt;i&gt;"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."&lt;/i&gt; (Al Quran, Ibrahim, 14:7). [emotion/cr/hidayatullah]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Available at www.hatibening.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-6829812850513078981?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/6829812850513078981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=6829812850513078981&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6829812850513078981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6829812850513078981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2008/10/syukur-menambah-nikmat-lho.html' title='SYUKUR MENAMBAH NIKMAT LHO!!!'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-2994519181847383453</id><published>2008-09-09T23:33:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T23:46:11.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ilmiah'/><title type='text'>MAAFKANLAH   BADAN   JADI   SEHAT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;        Mau sehat?? Belajarlah memaafkan. Penelitian terbaru menyebutkan, memaafkan mendatangkan manfaat kesehatan! Baru-baru ini, sebuah jurnal ilmiah Explore (Mei 2005,Vol I, No 3) menurunkan tulisan Worthington Jr, pakar psikologi di Virginia Commonwealth University, AS. Worthington meneliti hubungan antara memaafkan dan kesehatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;        Bukti menunjukkan, sikap memaafkan mendatangkan manfaat kesehatan, baik yang memaafkan maupun yang dimaafkan. Dengan menggunakan teknologi canggih, terungkap perbedaan pola gambar otak orang pemaaf dan yang tidak memaafkan. Ternyata, orang yang tidak memaafkan terkait erat dengan sikap marah. Pada orang seperti ini, berdampak pada penurunan fungsi kekebalan tubuh. Mereka yang tak suka memberi maaf, aktivitas otaknya sama dengan orang yang sedang stres, marah, dan agresif. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;        Ada ketidaksamaan aktivitas hormon dalam darah si pemaaf dibandingkan darah si pendendam (si pemarah). Pola hormon dan komposisi zat kimia dalam darah orang yang tidak memaafkan bersesuaian dengan pola hormon emosi negatif yang terkait dengan keadaan stres. Sikap tidak memaafkan cenderung membuat kekentalan darah lebih tinggi. Itu yang membuat dampak buruk pada kesehatan. Misalnya, pada raut wajah dan detak jantung. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;        Sikap tidak memaafkan juga menyebabkan otot alis mata tegang dan daya hantar kulit lebih tinggi, demikian juga tekanan darah. Sebaliknya, sikap memaafkan meningkatkan pemulihan penyakit jantung dan pembuluh darah. Kesimpulannya, sikap tak mau memaafkan, apalagi sampai parah, berdampak buruk terhadap kesehatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;        Maka, benar kata Al-Qur’an : ”&lt;em&gt;Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.&lt;/em&gt;” (asy-Syuura 42:40) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;        Nah, anda mau sehat? Belajarlah memaafkan mulai saat ini!! ^_^&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-2994519181847383453?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/2994519181847383453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=2994519181847383453&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/2994519181847383453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/2994519181847383453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2008/09/m-a-f-k-n-l-h-b-d-n-j-d-i-s-e-h-t.html' title='MAAFKANLAH   BADAN   JADI   SEHAT'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-2552020253186283245</id><published>2008-05-11T18:38:00.000-07:00</published><updated>2008-05-11T18:41:59.903-07:00</updated><title type='text'>Kisah Nenek Pemungut Daun</title><content type='html'>Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya. &lt;br /&gt;Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang. &lt;br /&gt;Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai shalat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya." &lt;br /&gt;Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu. &lt;br /&gt;"Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya." &lt;br /&gt;Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw? &lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah bergantung pada rahmat Allah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-2552020253186283245?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/2552020253186283245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=2552020253186283245&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/2552020253186283245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/2552020253186283245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2008/05/kisah-nenek-pemungut-daun.html' title='Kisah Nenek Pemungut Daun'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-931735221952651201</id><published>2008-05-01T20:52:00.000-07:00</published><updated>2008-05-01T20:54:04.172-07:00</updated><title type='text'>kaizen</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;kaizen adalah sebuah kata yang dipopulerkan oleh Toyota (perusahaan mobil), diprakarsai oleh shakichi toyoda dengan mesin pintalnya, yang artinya perbaikan yang berkesinambungan (continous improvement). meskipun didengungkan pada 1930an, pernyataan tersebut masih bertahan di pabrik toyota sampai sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;kemudian apa hugungannya dengan posting kali ini? sebenarnya sebelum shakichi toyoda mempopulerkannya, rasulullah telah bersabda bahwa orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dst (teman-teman pasti sudah hafal).pada bulan ramadhan, perbuatan kita hampir pasti lebih baik daripada sebelas bulan sebelumnya (otomatis). tapi apakah kita telah bersikap sama dengan sikap tersebut? hampir pasti perbuatan kita akan kembali seperti sebelum bulan ramadhan ketika kita melangkahkan kaki di bulan syawal dan seterusnya.jadi kita dapat menilai sendiri apakah perbuatan kita telah melaksanakan kaizen?kita renungkan sendiri&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;farid nugroho&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(syiar dept)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-931735221952651201?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/931735221952651201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=931735221952651201&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/931735221952651201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/931735221952651201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2008/05/kaizen.html' title='kaizen'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-4873576724516263890</id><published>2007-12-13T01:47:00.000-08:00</published><updated>2007-12-13T01:52:41.347-08:00</updated><title type='text'>Dilarang Dibaca..!!!!!!!</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Assalamu'alaikum...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Saya dapet berita dari teman2 di milis tetangga, semoga bermanfa'at.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; WASPADAI !!! Misi gereja di TV pada tanggal 15 Desember 2007, jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; 16.30-17.30&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; serentak di RCTI, TRANS TV, TVRI. Judul : "My Hope Indonesia"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; diganti menjadi "Sebuah Penantian".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Akan diputar sebuah film yang berjudul "My Hope Indonesia ".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Stasiun TV yang sudah bersedia memutar film ini adalah RCTI Dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; sedang Diusahakan juga diputar di Trans TV Dan TVRI secara serentak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; pada tgl. 15 Des 2007 pukul 16.30 - 17.30 WIB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Pelaksanaannya dikoordinasi oleh "MY HOPE INDONESIA", sebuah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; organisasi yang didukung oleh Billy Graham Ministry, dan pemutaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; film ini akan menggerakkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; seluruh denominasi gereja di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Para pemain film ini antara lain Restu Sinaga, Nana Mirdad,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Christine dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Mario Lawalatta. Ditayangkan mulai pukul 16.30 - 17.30 TANPA IKLAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Film serupa pernah diputar di India dengan judul "My Hope India" Dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; berhasil memenangkan jutaan rakyat India untuk Menerima Tuhan Yesus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; sebagai Juruselamat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Mohon disebarkan ke seluruh kalangan Muslim, niscaya kita telah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; menyelamatkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; saudara2 dan keluarganya dari kesesatan misi2 musuh agama Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Sebarkan keteman-teman muslim. Jangan sampai terlena dengan acara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; tersebut !!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-4873576724516263890?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/4873576724516263890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=4873576724516263890&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/4873576724516263890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/4873576724516263890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2007/12/dilarang-dibaca.html' title='Dilarang Dibaca..!!!!!!!'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-5809599340371342767</id><published>2007-12-05T01:43:00.000-08:00</published><updated>2007-12-05T01:44:48.885-08:00</updated><title type='text'>tanya kenapa???</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;Bertanya Pada Diri Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;Wahai diriku, apa kabarmu hari ini? Adakah engkau dalam keadaan sehat lahir dan batin? Masihkah senyum manis menghiasi bibirmu? Masihkah langkah hidup terasa ringan engkau ayunkan atau malah terasa berat sekali? Masihkah engkau bergegas untuk menjawab panggilan-Nya disaat adzan berkumandang? Adakah perasaan malas dan menunda mulai hinggap di hatimu untuk berbuat kebaikan? Masihkah ucapan istighfar sebagai rasa sesal membasahi bibirmu, untuk setiap ucapan yang nista, pandangan mata yang tak seharusnya, serta bisikan jahat pada hatimu yang akhirnya engkau lahirkan dalam wujud perbuatan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;Saudaraku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;Terkadang, kita terlalu sibuk dengan dunia di luar diri kita. Kita begitu bersemangat membuat banyak perubahan untuk lingkungan sekitar kita. Kita bersemangat untuk menutupi setiap kekurangan yang tampak di hadapan, serta bersemangat menjadikan segala sesuatu di luar diri kita tampak lebih baik dari hari ke hari. Namun, tanpa disadari, kita lupa bertanya pada diri sendiri. Kita lupa untuk senantiasa melihat setiap perubahan kecenderungan yang singgah pada diri kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;Kita lupa untuk memperbaiki dan menutupi banyaknya kekurangan dan aib-aib diri kita. Dalam setiap pertambahan waktu dan umur, dalam banyak pergaulan dan interaksi yang terjadi, tak dipungkiri pasti terdapat perubahan-perubahan dalam kecenderungan diri kita. Mungkin, aktifitas yang kita geluti dari hari ke hari tanpa disadari sudah memakan kesadaran kita untuk terus waspada serta berjalan dalam rambu-rambu ketaatan dan keistiqomahan menjaga keimanan dari bisikan-bisikan halus kelalaian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;Mungkin saja diri kita yang dulunya begitu kuat untuk memegang prinsip-prinsip yang mulia dalam hidup, mulai goyah dan terbawa arus setelah berbaur dengan beragam karakter dan kebiasaan. Adakah kita senantiasa bertanya pada diri sendiri, sebesar apakah kedukaan kita saat berlalunya kesempatan untuk berbuat taat yang hanya kita biarkan dan habiskan dalam kesia-siaan perbuatan? Atau malah diri kita tidak berduka sama sekali?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;Adakah kita senantiasa bertanya dan menuntut pada diri, perbuatan baik apa saja yang akan dan telah kita persembahkan pada hari ini? Padahal kesempatan itu tidak datang dua kali dan terkadang hanya berlaku sekali. Hari yang kita jumpai saat ini dengan segala ragam keadaannya tak akan kembali terulang untuk esok, sedangkan kita tak pernah tahu, apakah esok kita masih sehat dan mampu berbuat, atau bahkan tidak akan lagi menjumpainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;Saudaraku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;Bertanya pada diri sendiri atas banyak hal yang mesti diperbaiki adalah sebuah kebutuhan yang sudah seharusnya dilakukan. Menjadi Waspada atas banyak kecenderungan- kecenderungan diri yang melalaikan merupakan suatu hal yang menjadi kebutuhan dasar untuk tetap menjaga langgengnya iman. Mampukah kita melakukan perubahan dan perbaikan, jika kita tidak pernah bertanya hal apa yang mesti kita rubah dan perbaiki? Mampukah kita melihat kelemahan dan kekurangan, jika diri tetap tidak mau peduli dan introspeksi serta selalu saja merasa sempurna dan tiada cela?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;Diambil dari : blog sebuah perenungan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;Ya Allah...Berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah- MU,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;dan berilah aku manisnya berdzikir mengingat-MU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepada-MU,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;dengan kemuliaan-MU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU dan perlindungan- MU,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:85%;" &gt;Wahai dzat Yang Maha Melihat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-5809599340371342767?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/5809599340371342767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=5809599340371342767&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/5809599340371342767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/5809599340371342767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2007/12/tanya-kenapa.html' title='tanya kenapa???'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-6405650338030463108</id><published>2007-11-21T10:56:00.002-08:00</published><updated>2007-11-21T11:22:02.348-08:00</updated><title type='text'>Memberi Kemudahan=Mendapat Kemudahan</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Assalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alhamdulillah akhirnya Bang Admin bisa ngisi lagi di blog...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Belakangan ini anda sering merasa gagal dalam melakukan sesuatu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;atau anda sering merasa kesulitan dalam menyelesaikan sesuatu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;nah kayanya ane punya solusinya...gampang aja seh...singkatnya kalo loe ngasih kemudahan sama orang lain berarti ente juga bakalan dapet satu kemudahan dari Allah. Subhanallah. Ternyata Allah tidak akan menyia-nyiakan kebaikan yang telah kita lakukan sama orang lain.Buat kalian yang masinh ngerasa susyeh dalam menyelesaikan sesuatu,Nah coba deh di inget-inget jangan jangan kita emang kagak pernah menolong atao berbuat baik sama orang lain.Sebenernya nggak susah kok berbuat baik sama orang lain tu, kamu mau denger curhatnya aja sudah sebuah kebaikan, apalagi kalo kamu sampai bisa bantu nyelesein masalahnya ampe tuntas.salute deh buat ente...gimana gampang kan???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Jadi tunggu apalagi..ayo berbuat baik dan berbagi dengan saudara-saudara seimanmu..!! (ikhwan dengan ikhwan dan akhwat dengan akhwat donk...^_^)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-6405650338030463108?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/6405650338030463108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=6405650338030463108&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6405650338030463108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/6405650338030463108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2007/11/memberi-kemudahanmendapat-kemudahan_21.html' title='Memberi Kemudahan=Mendapat Kemudahan'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-1248867355062301632</id><published>2007-11-21T10:56:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T10:58:10.718-08:00</updated><title type='text'>Memberi Kemudahan=Mendapat Kemudahan</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Assalamu'alaikum alhamdulillah akhirnya Bang bisa ngisi lagi di blog...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Belakangan ini anda sering merasa gagal dalam melakukan sesuatu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;atau anda sering merasa kesulitan dalam menyelesaikan sesuatu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;nah kayanya ane punya solusinya...gampang aja seh...singkatnya kaloloe ngasih kemudahan sama orang lain berarti ente juga bakalan dapet satu kemudahan dari Allah. Subhanallah. Ternyata Allah tidak akan menyia-nyiakan kebaikan yang telah kita lakukan sama orang lain.Buat kalian yang masinhngerasa susyeh dalam menyelesaikan sesuatu,Nah coba deh di inget-inget jangan jangan kita emang kagak pernah menolong atao berbuat baik sama orang lain.Sebenernya nggak susah kok berbuat baik sama orang lain tu, kamu mau denger curhatnya aja sudah sebuah kebaikan, apalagi kalo kamu sampai bisa bantu nyelesein masalahnya ampe tuntas.salute deh buat ente...gimana gampang kan???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Jadi tunggu apalagi..ayo berbuat baik dan berbagi dengan saudara-saudara seimanmu kita...(ikhwan dengan ikhwan dan akhwat dengan akhwat donk...^_^)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-1248867355062301632?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/1248867355062301632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=1248867355062301632&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/1248867355062301632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/1248867355062301632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2007/11/memberi-kemudahanmendapat-kemudahan.html' title='Memberi Kemudahan=Mendapat Kemudahan'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-7905033694357856198</id><published>2007-11-17T23:40:00.000-08:00</published><updated>2007-11-17T23:53:25.625-08:00</updated><title type='text'>Selamat Milad "JAM"</title><content type='html'>segenap keluarga besar CENTRIS FTI UII mengucapkan selamat milad ke-15 buat LDF JAM FE. Semoga tali silaturahim diantara kita tetap terjalin dan senantiasa diberi kemudahan oleh Allah dalam setiap langkah dakwah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatkan terus prestasinya ya.... ^_^ dan ingat lho jangan pernah merasa puas, jika kita cepat merasa puas maka sama aja dengan mengehentikan otak kita untuk berinovasi (nah lho..nyambung nggak tuh ^_^). PEACE!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-7905033694357856198?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/7905033694357856198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=7905033694357856198&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/7905033694357856198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/7905033694357856198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2007/11/selamat-milad-jam.html' title='Selamat Milad &quot;JAM&quot;'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-5194030289578216970</id><published>2007-11-03T00:51:00.000-07:00</published><updated>2007-11-03T01:15:31.401-07:00</updated><title type='text'>Tombo FUTRU eh..FUTUR</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Assalamualaikum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hm masih pada ujian ya...ato udh pada selesai..semoga ujiannya di beri kemudahan amin. BTW denger-denger beberapa temen-temen CENTRIS ada yang lagi BT and FuTuRe ye...yah wajar aja kok beneran deh..asal jangan kelamaan aja, ntar kalo kelamaan malah nggak ketulungan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Naha buat yang ngerasa hehehe...kayanya perlu dicoba deh satu tips dari "Bang Admin". suatu hari ane baca sebuah artikel dan ternyata ada satu hal yang menarikpada bagian yang membahas tentang masalah menghilangkan setress yang gak ketulungan dan boring alias BT alias Bad Mood.mau tau apakah gerangan hal tersebut...ya...ternyata sangat gampang, obatnya cuma "MENULIS"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;gak percaya...mendingan coba aja sendiri, yah walopun secara ilmiahnya Bang Admin belum tau banyak seh, tapi kayanya kalo dicoba gak ada salahnya deh...gak usah muluk-muluk,mulai aja dari menulis hal-hal yang gampang kayak catatan harian ato apa geto..tul gak..???dari pada bingung cari inspirasi mending mulai dari yang paling kecil dulu sapa tau buku harian u bisa dibukukan kayak buku harian nayla (halah...halah...apa coba hehehe...). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;"Gimana neh tertarik mencoba??? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;"hah nggak???"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;"Coba dulu deh...siapa tau ampuh, yo wis deh selamat mencoba ya semoga lekas sembuh           (maksud Bang Admin FUTURnya...Getozzz..) "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Wassalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-5194030289578216970?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/5194030289578216970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=5194030289578216970&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/5194030289578216970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/5194030289578216970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2007/11/tombo-futru-ehfutur.html' title='Tombo FUTRU eh..FUTUR'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-1698623467116998533</id><published>2007-10-12T09:35:00.000-07:00</published><updated>2007-10-12T09:40:58.904-07:00</updated><title type='text'>To Teman2 CenTris</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;color:#33ff33;"&gt;Assalamualaikum wr.wb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEt merayakan Hari kemenangan dengan kemenangan hati dan keikhlasan tuk saling&lt;br /&gt;memaafkan...&lt;br /&gt;Minal Aidzin Walfaizin... Mohon maaf Lahir dan Bathin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, nich email admin yang satunya :&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:ukhti_cnr@yahoo.com"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc00;"&gt;ukhti_cnr@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#33ff33;"&gt;waalaikumsallam wr.wb&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-1698623467116998533?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/1698623467116998533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=1698623467116998533&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/1698623467116998533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/1698623467116998533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2007/10/to-teman2-centris.html' title='To Teman2 CenTris'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-727074750445106008</id><published>2007-10-10T20:48:00.002-07:00</published><updated>2007-10-10T20:55:43.202-07:00</updated><title type='text'>To Semua Teman2 CENTRIS</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Assalamualaikum Wr.Wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Biar tali silaturahimnya tetap terjaga...buat semua teman-teman CENTRIS yang punya blog silahkan kirim ke email berikut...!!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;centris_online@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;kesini juga boleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;moslem_watashiwa@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;email admin yang satunya mana ya....hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;naMbah Ndiri aJa ya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Ditunggu Lho...Biar nanti di tambahkan di Link Sahabat CENTRIS, OK !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Wassalamualaikum Wr.Wb.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-727074750445106008?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/727074750445106008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=727074750445106008&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/727074750445106008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/727074750445106008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2007/10/to-semua-teman2-centris_10.html' title='To Semua Teman2 CENTRIS'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-564757360520455682</id><published>2007-10-05T11:14:00.000-07:00</published><updated>2007-10-08T08:11:10.858-07:00</updated><title type='text'>KELUARGA BESAR C.E.N.T.R.I.S</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/RwZ_0sPcLyI/AAAAAAAAABI/L5SwUToCfBI/s1600-h/windowslivewriternotulenrapat25022007-134bfhandshake31.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/RwZ_0sPcLyI/AAAAAAAAABI/L5SwUToCfBI/s320/windowslivewriternotulenrapat25022007-134bfhandshake31.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117918569758994210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;SEGENAP KELUARGA BESAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;CENTRE OF ISLAMIC SCIENTIST&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;MENGUCAPKAN :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;"TAQOBBALALLOHU MINNA WAMINKUM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;KULLU 'AAMIN WA ANTUM BIKHOIRIN"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-564757360520455682?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/564757360520455682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=564757360520455682&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/564757360520455682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/564757360520455682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2007/10/keluarga-besar-centris.html' title='KELUARGA BESAR C.E.N.T.R.I.S'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/RwZ_0sPcLyI/AAAAAAAAABI/L5SwUToCfBI/s72-c/windowslivewriternotulenrapat25022007-134bfhandshake31.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-3566775684366690025</id><published>2007-10-05T10:36:00.000-07:00</published><updated>2008-01-11T21:12:46.153-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/RwZ8o8PcLxI/AAAAAAAAABA/4yaEziH-nVU/s1600-h/Hassan_Al_Bana.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,255,51)"&gt;Assalamualaikum....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;To All CENTRIS-mania&lt;/span&gt; &lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;Jangan lupa saat pulang ke Jogja harus bawa OlEh-OleH lho...&lt;/span&gt; &lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;Oya jangan lupa juga, manfaatkan moment liburan ini sebagai ajang Birrul Walidain...alias Berbuat baek sama ortu...jangan bikin mereka kecewa ato kesel apalagi merengek-rengek minta baju lebaran hehehe....kaya Cah Cilik Wae hehehe....ya kecuali dibeliin, itu seh laen lagi urusannya...&lt;/span&gt; &lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;P.A.H.A.M..??? (baca kayak ustadz somat..preeett)&lt;/span&gt; &lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;Udah dulu ye...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,255,51)"&gt;Wassalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-3566775684366690025?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/3566775684366690025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=3566775684366690025&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3566775684366690025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3566775684366690025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2007/10/assalamualaikum.html' title=''/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-4628913810653723887</id><published>2007-10-05T08:45:00.000-07:00</published><updated>2007-10-05T11:34:00.742-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; color: rgb(255, 102, 0); font-style: italic;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;    Assalamualaikum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;Ikhwah fillah ada cerita bagus nih..semoga ada hikmah yang bisa kita ambil. Selamat membaca :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(51, 204, 255);" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;Suatu kali Badrun bertengkar dengan istrinya. Masing-masing tidak mau mengalah. Akibatnya, mereka tidak saling menegur sapa beberapa lamanya. Suatu hari Badrun bekerja hingga larut malam dan besok harus bangun subuh karena akan berangkat dinas ke Jakarta naik KA.8459, Parahyangan, pukul 05.00. semula ia ingin meminta tolong kepada istrinya untuk membangunkannya ketika subuh, namun karena gengsi ia hanya menulis di secarik kertas, “Bu, tolong bangunkan saya pukul 03.00, karena harus bersiap-siap dinas ke Jakarta pukul 09.00, naik KA pukul 05.00!”lalu ia taruh surat tersebut di atas meja rias istrinya. Disamping itu, Badrun juga mengatur alarm di &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;-nya untuk berbunyi tepat pukul 03.00.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(51, 204, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;Keesokan harinya Badrun bangun kesiangan sekitar puku 07.00. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Handphone&lt;/span&gt; yang sudah diatur bunyi alarmnya ternyata tidak didengarnya, mungkin karena begitu lelahnya dan tidur yang sangat lelap. Namun, yang membuat ia marah besar dan sangat kesal adalah, istrinya yang tidak membangunkannya sebagaimana yang ia minta dibangunkan pukul 03.00. Rencana dinas ke Jakarta pun batal. Tetapi Badrun kemudian tampak terkejut ketika menemukan secarik kertas berisi tulisan tangan istrinya yang berbunyi : “Pak,bangun! Sudah pukul 03.00 tuh…handphone-nya bunyi dari tadi!” [disadur dari buku “Setengah Isi Setengah Kosong”, Marpaung Parlindungan]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(255, 255, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;Setelah anda membaca cerita di atas, semoga anda mendapat pencerahan halah..halah... ^_^ iya dunk!! kudu itu...Udah dulu ya, Oya ikhwah yang lain jangan lupa dunk ngisi comment ato ngapain gitu he..he...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(255, 255, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wassalamualaikum Wr.Wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; color: rgb(51, 204, 255);" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-4628913810653723887?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/4628913810653723887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=4628913810653723887&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/4628913810653723887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/4628913810653723887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2007/10/assalamualaikum-wr.html' title=''/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-3855066992070482141</id><published>2007-09-17T19:38:00.000-07:00</published><updated>2007-09-17T19:51:20.338-07:00</updated><title type='text'>LaunChing centriS</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;assalamualaikum...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Teman - teman Launching centris InsyaAllaah akan dilaksanakan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;waktu        : 24-25 september 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;tempat      : Di Hall FTI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;InsyaAllah kita mw bgiin amunisi, salah satunya buletin, da ide ga tuk nama buletin?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Hamazah n tetap Istiqomah!!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-3855066992070482141?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/3855066992070482141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=3855066992070482141&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3855066992070482141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3855066992070482141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2007/09/launching-centris.html' title='LaunChing centriS'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-3729192029322966936</id><published>2007-08-30T03:13:00.000-07:00</published><updated>2007-10-08T08:20:53.466-07:00</updated><title type='text'>MusKer</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);font-size:85%;" &gt;besok tanggal 31 agustus 2007, adalah start awal kita untuk mulai &lt;em&gt;go public... &lt;/em&gt;Semangat yup...  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);font-size:85%;" &gt;sebenarnya saya bingung mau nulis apa, yang jelas mulai besok saya baru bisa cerita,.. bagaimana keadaan CENTRIS dan kegiatannya, saya rasa saat ini masih &lt;em&gt;with the same problem, &lt;/em&gt;saya yakin,.. CENTRIS pasti bisa,.. ayo Sukseskan MusKer Perdana CENTRIS,... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);font-size:85%;" &gt;jangan sampai gak datang ya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-3729192029322966936?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/3729192029322966936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=3729192029322966936&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3729192029322966936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/3729192029322966936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2007/08/musker.html' title='MusKer'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-8484709854445693269</id><published>2007-08-30T01:36:00.000-07:00</published><updated>2007-08-30T01:38:40.580-07:00</updated><title type='text'>La-tahzan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#33ff33;"&gt;Assalamu'alaikum.....&lt;br /&gt;SauDaraQu... SubHanALLah ladang amal didepan Qta dan&lt;br /&gt;JannaH ALLah MenaNti. Sulit mEmang,pEdiH, tapi itu&lt;br /&gt;pIliHan Qta. La-TaHZaN... iNnALLaha ma'ana... luRuskan&lt;br /&gt;niat kaREna sEmuA yaNg Qta lakukan HaNya untuk&lt;br /&gt;MengGapai Ridha-NYA, SEmaNgaT....!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#33ff33;"&gt;Wassalamualaikum.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#33ff33;"&gt;by: ukhti teti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-8484709854445693269?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/8484709854445693269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=8484709854445693269&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/8484709854445693269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/8484709854445693269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2007/08/la-tahzan_30.html' title='La-tahzan'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8661190584701522390.post-7721971795229387862</id><published>2007-08-25T00:51:00.000-07:00</published><updated>2007-08-25T01:27:00.061-07:00</updated><title type='text'>perkenalkan,..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/Rs_npMHRvmI/AAAAAAAAAAM/1kDEo50YTxE/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/Rs_npMHRvmI/AAAAAAAAAAM/1kDEo50YTxE/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102551597646462562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;Assalamualaikum...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;Perkenalkan... ini adalah portal untuk para pengurus CENTRIS dan juga bisa menjadi tempat penyaluran kabar dan berita bagi anggota dan siapa saja yang membaca. semoga bisa bermanfaat bagi kita semua,... Amien.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;Wassalamualaikum....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8661190584701522390-7721971795229387862?l=centris-fti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://centris-fti.blogspot.com/feeds/7721971795229387862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8661190584701522390&amp;postID=7721971795229387862&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/7721971795229387862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8661190584701522390/posts/default/7721971795229387862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://centris-fti.blogspot.com/2007/08/perkenalkan.html' title='perkenalkan,..'/><author><name>CENTRIS (Center of Islamic Engineers)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17788999004594897677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://2.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/TOv0WVK7baI/AAAAAAAAAHE/zqxpF_T51bU/S220/centris%2Bcopy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hrjz45tjPSo/Rs_npMHRvmI/AAAAAAAAAAM/1kDEo50YTxE/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
